26 October 2018

Gagal Ginjal Kronis Perlu Cuci Darah

Gagal Ginjal Kronis Perlu Cuci Darah

Halodoc, Jakarta - Ginjal mempunyai fungsi utama untuk menyaring darah. Ketika gagal ginjal terjadi, organ yang letaknya di kedua sisi atas pinggang ini akan kehilangan kemampuan untuk menjalankan fungsinya tersebut, dan dapat berujung pada berbagai komplikasi serius. Untuk itu, metode cuci darah pun hingga saat ini masih menjadi salah satu cara efektif untuk mendukung ketidakmampuan ginjal menyaring darah.

Cuci darah atau dialisis merupakan prosedur medis yang dilakukan untuk membuang limbah berbahaya di dalam tubuh. Normalnya, proses ini dilakukan secara alami oleh ginjal. Ginjal yang sehat akan bertugas untuk menyaring darah dengan cara memisahkan zat berbahaya dan cairan berlebih dari dalam tubuh, untuk kemudian dikeluarkan melalui urine.

Dialisis biasanya diperlukan bagi pengidap gagal ginjal kronis, yaitu kondisi menurunnya fungsi ginjal hingga jauh di bawah batas normal. Ginjal pada pengidap gagal ginjal kronis tidak lagi mampu menyaring kotoran, mengontrol jumlah air dalam tubuh, kadar garam, serta kalsium dalam darah. Jika tidak dibantu dengan metode dialisis, zat-zat sisa metabolisme yang tidak berguna akan menumpuk dalam tubuh, sehingga lambat laun akan membahayakan tubuh.

Tentu saja dibutuhkan penilaian dari dokter, melalui serangkaian tes medis untuk menentukan perlu atau tidaknya seorang pengidap gagal ginjal menjalani cuci darah. Ada beberapa tolak ukur, seperti kadar kreatinin dan ureum dalam darah, kecepatan ginjal menyaring darah, kemampuan tubuh mengatasi kelebihan air, dan keluhan tertentu yang mengacu pada gangguan jantung, pernapasan, perut, serta kebas pada kaki.

Jenis-Jenis Dialisis yang Bisa Dijalani

Secara garis besar, ada 2 jenis metode dialisis yang dapat dipilih oleh pengidap gagal ginjal. Berikut penjelasannya satu persatu:

1. Hemodialisis

Metode cuci darah jenis ini cukup populer dan banyak dipilih. Prosedur penyaringan darah dilakukan menggunakan mesin khusus, yang akan bekerja layaknya ginjal. Pada proses hemodialisis, petugas medis akan memasukkan jarum pada pembuluh darah untuk menghubungkan aliran darah dari tubuh ke mesin pencuci darah. Kemudian, darah kotor akan disaring pada mesin tersebut, dan darah bersih yang telah tersaring akan dialirkan kembali ke dalam tubuh.

Prosedur hemodialisis biasanya akan menghabiskan waktu sekitar empat jam per sesi. Pengidap gagal ginjal yang memilih metode cuci darah jenis ini akan diharuskan untuk menjalani 3 sesi dalam seminggu secara rutin. Pada sebagian besar kasus, hemodialisis akan menimbulkan efek samping berupa gatal-gatal pada kulit dan kram otot.

2. Dialisis Peritoneal

Dialisis peritoneal adalah metode cuci darah yang memanfaatkan peritoneum atau selaput dalam rongga perut, sebagai penyaring. Selaput ini dipilih lantaran memiliki ribuan pembuluh darah kecil yang bisa berfungsi selayaknya ginjal. Pada prosedur dialisis peritoneal, sayatan kecil dibuat di dekat pusar untuk jalan masuk kateter atau selang khusus.

Kateter itu nantinya akan ditinggal di dalam rongga perut secara permanen. Fungsinya adalah untuk memasukkan cairan dialisat, yaitu cairan yang mengandung gula tinggi untuk menarik zat limbah dan kelebihan cairan dari pembuluh darah sekitar, ke dalam rongga perut. Setelah selesai, cairan dialisat yang sudah mengandung zat sisa akan dialirkan ke kantong khusus, yang akan dibuang nantinya, lalu diganti dengan cairan baru.

Keuntungan memiliki metode cuci darah jenis ini adalah bisa dilakukan di rumah dan kapan saja, sehingga pengidap gagal ginjal tidak diharuskan untuk selalu datang ke rumah sakit untuk melakukan cuci darah. Namun, dialisis peritoneal ini juga memiliki beberapa efek samping, seperti peritonitis atau infeksi peritoneum, rasa penuh pada perut ketika proses cuci darah berlangsung, hingga munculnya hernia akibat berat cairan yang ada pada rongga perut.

Setelah mencermati penjelasan dan jenis-jenis cuci darah yang bisa dijalani tadi, perlu diketahui bahwa kedua jenis dialisis yang telah dijabarkan itu sama-sama berguna untuk membantu menggantikan tugas ginjal, dan tidak akan menjadi penghalang untuk melakukan berbagai aktivitas. Selama melakukannya secara teratur, pengidap gagal ginjal kronis sekalipun masih dapat bekerja, sekolah, atau melakukan kegiatan lain seperti biasanya.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal gagal ginjal atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu 1 jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: