Gagal Hati Pengaruhi Kondisi Mental, Kok Bisa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Gagal Hati Pengaruhi Kondisi Mental, Kok Bisa?

Halodoc, Jakarta - Gagal hati adalah kondisi ketika organ hati tidak lagi bisa berfungsi sebagaimana mestinya, akibat adanya kerusakan yang sangat luas. Kerusakan itu dapat terjadi tanpa disadari oleh pengidapnya. Seperti gagal hati kronis misalnya, kerusakan terjadi secara perlahan dan memakan waktu beberapa tahun hingga akhirnya hati berhenti berfungsi. Jika hati kehilangan fungsinya, hal ini dapat memunculkan berbagai komplikasi serius, bahkan berpengaruh pada kondisi mental pengidapnya. Bagaimana bisa ya?

Komplikasi gagal hati yang dapat berpengaruh pada kondisi mental pengidapnya disebut ensefalopati hepatik. Secara medis, ensefalopati hepatik dijelaskan sebagai kondisi ketika seseorang mengalami perubahan kepribadian atau kelainan neuropsikiatri akibat kondisi disfungsi hati, seperti gagal hati atau sirosis hati. Sirosis adalah komplikasi atau stadium lanjut dari berbagai penyakit hati. Ketika mengalami sirosis hati, kadar amonia yang dimiliki seseorang menjadi tinggi di dalam aliran darah dan otak, sehingga menyebabkan kondisi ensefalopati hepatik.  

Baca juga: 4 Penyakit yang Sering Terjadi pada Organ Liver

Amonia sendiri diproduksi oleh bakteri di dalam perut dan usus. Pada orang yang sehat, hati akan memecah amonia, sehingga membuatnya tidak berbahaya. Namun, orang dengan penyakit hati memiliki lebih banyak amonia karena hati mereka tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya amonia masuk ke dalam darah, menuju otak, dan menyebabkan gejala yang mengganggu fungsi otak.

Ensefalopati hepatik ditandai dengan perubahan kepribadian, gangguan intelektual, dan berbagai tingkat penurunan kesadaran. Gejala utama ensefalopati hepatik antara lain:

  • Bingung dan pikun.

  • Mengantuk.

  • Suasana hati yang berubah-ubah.

  • Lemah, lesu, dan tidak bertenaga.

Gejala lain yang muncul dari ensefalopati hepatik adalah sakit kuning (jika diakibatkan oleh sirosis hati), kesulitan berbicara, gemetar, dan mudah marah. Selain itu, orang dengan kondisi ini mungkin juga memiliki gejala penyakit hati yang meliputi adanya cairan di dalam perut dan kaki bengkak.

Baca juga: Ensefalopati Hepatik, Penyakit yang Bisa Disebabkan oleh Sirosis Hati

Gejalanya Juga Dapat Muncul secara Bertahap

Gejala yang tadi disebutkan adalah gejala secara umum. Sebenarnya, gejala ensefalopati dapat bervariasi pada setiap pengidapnya. Pun dalam hal waktu terjadinya, gejala ensefalopati hepatik juga dapat muncul secara bertahap dan terbagi menjadi beberapa tingkatan, sebagai berikut:

  • Tingkat 0. Disebut sebagai ensefalopati hepatik minimal (ensefalopati hepatik subklinis), Pengidap akan mengalami perubahan minimal yang dapat terdeteksi dalam kepribadian atau perilaku. Perubahan minimal tersebut akan terjadi pada memori, konsentrasi, fungsi intelektual, dan koordinasi.

  • Tingkat 1. Pengidap mengalami penurunan kesadaran dalam menjawab pertanyaan. Rentang perhatian akan mudah beralih. Pengidap juga mulai mengalami hipersomnia atau insomnia. Euforia, depresi atau lekas marah, serta kebingungan ringan juga akan dialami. Pengidap juga akan mulai mengalami tremor.

  • Tingkat 2. Pengidap mengalami lesu, apatis, disorientasi, bicara mulai cadel, tremor yang jelas tampak, sulit melakukan pekerjaan, perubahan kepribadian yang jelas, bahkan perilaku yang tidak pantas.

  • Tingkat 3. Pengidap sering mengalami kantuk namun dapat dibangunkan, ia akan mulai tidak dapat melakukan tugas mental, disorientasi tentang waktu dan tempat, kebingungan, amnesia, dan mudah marah.

  • Tingkat 4. Pengidap mengalami koma dengan atau respon terhadap rangsangan nyeri.

Baca juga: Begini Cara Mencegah Ensefalopati

Itulah sedikit penjelasan tentang ensefalopati yang ternyata bisa disebabkan oleh gagal hati. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Talk to a Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!