Jangan Keliru! Ini Ciri Mata Juling yang Wajib Kamu Tahu

Memahami Ciri Mata Juling (Strabismus) dan Kapan Perlu Penanganan
Mata juling, atau dalam istilah medis disebut strabismus, adalah kondisi di mana kedua mata tidak sejajar dan tidak dapat fokus pada satu titik objek secara bersamaan. Salah satu mata mungkin melihat lurus ke depan, sementara mata lainnya mengarah ke dalam, luar, atas, atau bawah. Kondisi ini sering kali menimbulkan gejala yang mengganggu dan dapat memengaruhi kualitas penglihatan jika tidak ditangani sejak dini.
Penting untuk mengenali ciri-ciri mata juling agar penanganan medis dapat segera dilakukan. Otak seseorang dengan strabismus kesulitan menyatukan dua gambar berbeda yang diterima dari masing-masing mata, sehingga dapat memicu masalah penglihatan lebih lanjut.
Apa Itu Mata Juling (Strabismus)?
Mata juling adalah kelainan pada posisi mata yang menyebabkan ketidaksejajaran visual. Ini terjadi karena adanya gangguan pada kerja otot-otot penggerak mata yang mengatur gerakan kedua bola mata. Akibatnya, setiap mata akan mengirimkan gambar yang berbeda ke otak.
Pada anak-anak, otak sering kali mengabaikan gambar dari mata yang juling untuk menghindari penglihatan ganda, yang dapat menyebabkan amblyopia atau 'mata malas' pada mata yang terabaikan. Sementara pada orang dewasa, strabismus yang baru muncul lebih sering menyebabkan penglihatan ganda.
Ciri-ciri Mata Juling yang Perlu Diwaspadai
Mengenali ciri mata juling sangat penting untuk diagnosis dan penanganan dini. Beberapa tanda dan gejala dapat diamati, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.
Ketidaksejajaran Mata
Ini adalah ciri utama mata juling, di mana salah satu mata terlihat tidak fokus atau mengarah ke arah yang berbeda dari mata lainnya saat melihat objek yang sama. Ketidaksejajaran ini bisa berupa:
- Esotropia: Mata mengarah ke dalam (dekat hidung).
- Eksotropia: Mata mengarah ke luar (menjauh dari hidung).
- Hipertropia: Mata mengarah ke atas.
- Hipotropia: Mata mengarah ke bawah.
Penglihatan Ganda (Diplopia)
Penderita mata juling mungkin mengalami penglihatan ganda, yaitu melihat dua objek padahal hanya ada satu. Hal ini terjadi karena otak menerima dua gambar yang tidak selaras dari kedua mata dan kesulitan menggabungkannya menjadi satu.
Pergerakan Mata Tidak Terkoordinasi
Kedua mata tidak bergerak serempak atau tidak dapat fokus bersama pada satu objek. Ketika satu mata bergerak untuk mengikuti suatu objek, mata lainnya mungkin tetap diam atau bergerak ke arah yang berbeda. Ini menandakan otot-otot mata tidak bekerja secara sinkron.
Gejala Penyerta Lainnya
Selain ciri-ciri utama di atas, ada beberapa gejala lain yang menyertai kondisi mata juling, meliputi:
- Memiringkan atau Memutar Kepala: Sering kali dilakukan untuk mencoba menyelaraskan penglihatan atau menemukan sudut pandang terbaik agar dapat melihat objek dengan lebih jelas.
- Mata Cepat Lelah: Otot-otot mata bekerja lebih keras untuk mencoba menyejajarkan penglihatan, menyebabkan mata terasa cepat lelah, terutama setelah membaca atau fokus dalam waktu lama.
- Sakit Kepala: Ketegangan pada mata dan upaya otak untuk mengatasi penglihatan yang tidak selaras dapat memicu sakit kepala, terutama di sekitar area mata.
- Menutup Salah Satu Mata Saat Fokus: Penderita mungkin secara tidak sadar menutup atau menutupi salah satu mata untuk menghilangkan penglihatan ganda atau meningkatkan fokus pada satu objek.
- Penurunan Ketajaman Penglihatan: Terutama pada mata yang juling, yang dapat berkembang menjadi mata malas (amblyopia) jika tidak diobati.
Penyebab Mata Juling
Mata juling dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Penyebab utamanya adalah gangguan pada otot penggerak mata yang mengontrol pergerakan dan kesejajaran mata. Kondisi ini bisa bersifat bawaan sejak lahir atau berkembang di kemudian hari.
Faktor risiko lain meliputi riwayat keluarga, kelainan refraksi yang tidak terkoreksi seperti rabun jauh atau rabun dekat yang parah, penyakit saraf tertentu, cedera kepala, atau kondisi medis seperti sindrom Down dan cerebral palsy. Pada beberapa kasus, strabismus juga bisa menjadi gejala dari masalah kesehatan yang lebih serius.
Pengobatan Mata Juling
Penanganan mata juling bervariasi tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Tujuan utama pengobatan adalah untuk meluruskan mata, mengembalikan penglihatan yang normal, dan mencegah komplikasi seperti mata malas.
Pilihan pengobatan meliputi penggunaan kacamata khusus, latihan mata untuk memperkuat otot mata, penggunaan penutup mata (patching) pada mata yang lebih dominan untuk melatih mata yang juling, suntikan botulinum toxin (botox) pada otot mata tertentu, atau tindakan bedah untuk memperbaiki posisi otot mata. Pemilihan metode pengobatan akan ditentukan oleh dokter spesialis mata setelah melakukan evaluasi menyeluruh.
Pencegahan Mata Juling
Meskipun tidak semua kasus mata juling dapat dicegah, deteksi dan penanganan dini sangat krusial untuk mencegah komplikasi serius seperti mata malas. Pemeriksaan mata rutin pada anak-anak, terutama pada usia prasekolah, sangat dianjurkan.
Orang tua perlu waspada terhadap ciri-ciri mata juling yang mungkin muncul pada anak dan segera berkonsultasi dengan dokter jika menemukan tanda-tanda tersebut. Penanganan dini dapat memberikan hasil yang jauh lebih baik dalam memperbaiki kesejajaran mata dan mengoptimalkan fungsi penglihatan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Jika ditemukan ciri mata juling, baik pada anak-anak maupun orang dewasa, sangat penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata. Deteksi dini dan intervensi medis yang tepat dapat mencegah masalah penglihatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup.
Jangan tunda untuk mencari bantuan profesional jika terdapat ketidaksejajaran mata yang persisten, penglihatan ganda, atau gejala lain yang mengganggu. Konsultasikan kondisi kesehatan mata melalui Halodoc untuk mendapatkan saran dan penanganan yang akurat dari ahli medis terpercaya.



