Awas Gangguan Hormon Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Gangguan Hormon Akibat Konsumsi Gula Berlebih

Halodoc, Jakarta – Minuman berpemanis saat ini menjadi tren yang sangat diminati. Apalagi ketika industri makanan mematok harga minuman dan makanan berpemanis ini dengan harga yang terjangkau, sehingga memberikan kemudahan untuk konsumen mengonsumsinya secara berlebihan. 

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh United States Department of Agriculture (USDA), disebutkan kalau pada tahun 2018, rata-rata penduduk Indonesia mengonsumsi 32 gram gula per hari. Padahal, mengonsumsi gula berlebih dapat menyebabkan gangguan kesehatan, salah satunya adalah gangguan hormon. Selengkapnya, baca pembahasannya di bawah ini!

Bahaya di Balik Konsumsi Gula Berlebih

Gula pada teh, minuman boba, kudapan manis, kopi susu, apakah kamu pernah menghitung jumlah gula yang dikonsumsi setiap harinya? Bisa jadi sudah melebihi kebutuhan harianmu. Apalagi kalau kamu bukan orang yang aktif secara fisik. 

Baca juga: 5 Penyakit yang Dipicu oleh Gangguan Hormon

Selain dapat meningkatkan risiko obesitas, mengonsumsi gula berlebih juga dapat mengganggu keseimbangan hormon, terutama pada perempuan. Resistensi insulin adalah salah satu akibat yang bisa terjadi karena mengonsumsi gula di luar batas. 

Insulin sangat dipengaruhi oleh pola makan. Ini dikarenakan berbagai sinyal yang terjadi di tubuh diatur oleh glukosa yang kemudian menghasilkan energi. Ketika terjadi resistensi insulin, sel-sel otot, lemak, dan hati tidak merespons dengan benar. Seiring waktu, resistensi insulin dapat mengakibatkan kondisi serius, seperti diabetes, obesitas, kolesterol tinggi, penyakit jantung, bahkan stroke.

Ketidakseimbangan insulin ini juga bisa meluas ke kondisi yang lebih spesifik, seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), yaitu ketika hormon reproduksi tidak seimbang. Gejala PCOS bisa jadi ringan atau memburuk seiring waktu.

Mulai dari jerawat, kenaikan berat badan ataupun kesulitan menurunkan berat badan, pertumbuhan rambut berlebih pada wajah dan tubuh, menstruasi yang tidak teratur, sampai masalah kesuburan dan depresi. 

Pada perempuan, konsumsi gula berlebih berinteraksi dengan hormon estrogen yang bertanggung jawab pada banyak proses dalam tubuh. Estrogen mengatur sistem reproduksi serta membantu mengoptimalkan kerja insulin, yaitu hormon yang menjaga keseimbangan kadar gula. 

Perlu diketahui kalau tanda-tanda ketidakseimbangan hormon juga bisa menyebabkan masalah emosional mulai dari gangguan tidur, kelelahan, kesulitan berkonsentrasi, merasa mudah marah, murung, tertekan, dan banyak lagi.

Informasi lebih lengkap mengenai gangguan hormon akibat konsumsi gula berlebih, tanyakan saja langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Jadi, Apa yang Harus Dilakukan?

Menurut informasi kesehatan yang dipublikasikan oleh Researchgate, gula adalah salah satu bahan penting dalam produk makanan yang memberikan kelangsungan dalam sistem tubuh. Mengonsumsi gula dapat mengaktifkan hormon yang memberikan sensasi enak pada otak, tetapi juga dapat membuat kecanduan. 

Kalau kamu merasa mengalami gejala yang sudah diuraikan di atas, apalagi memiliki kebiasaan mengonsumsi gula secara “gila-gilaan”, ada baiknya melakukan pemeriksaan untuk mengetahui apakah kamu memiliki gangguan kesehatan yang spesifik.

Baca juga: Rutin Minum Air Rebusan Jahe, Ini Manfaatnya

Jangan menunggu lama untuk melakukan perubahan gaya hidup melalui pola makan dan menerapkan aktivitas fisik. Ganti makanan olahan dan manis dengan memperkaya konsumsi sayuran, buah-buahan, biji-bijian, produk susu rendah lemak, dan sumber protein tanpa lemak seperti ikan.  

Penting juga untuk membatasi konsumsi kafein dan alkohol, karena ini dapat menyebabkan lonjakan hormon kortisol yang dapat mengganggu keseimbangan kadar hormon lainnya. Mari bersemangat untuk hidup sehat!

Referensi:

Research Gate. Diakses pada 2020. Effect of sugar intake towards human health.
Healthline. Diakses pada 2020. 11 Reasons Why Too Much Sugar Is Bad for You.