Gangguan pada Otak Bayi, Inilah Cara Mengobati Kernikterus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Gangguan pada Otak Bayi, Inilah Cara Mengobati Kernikterus

Halodoc, Jakarta – Bilirubin adalah produk limbah yang dihasilkan hati berupa pigmen kuning yang berfungsi mencegah timbulnya penyakit autoimun. Walaupun bilirubin punya fungsi penting, ketika jumlahnya berlebihan bisa menimbulkan masalah kesehatan. Kernikterus adalah penyakit yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin di otak. Kondisi ini dapat merusak otak pada bayi yang baru lahir.  Jenis kerusakan otak yang paling sering terlihat pada bayi disebabkan oleh penumpukan bilirubin yang ekstrem di otak.

Baca Juga: 4 Faktor yang Tingkatkan Risiko Kernikterus

Sebenarnya, wajar jika bayi baru lahir memiliki kadar bilirubin yang tinggi. Kondisi ini lebih sering dikenal sebagai jaundice. Jaundice disebabkan karena tubuh bayi tidak mampu mengeluarkan bilirubin sebagaimana mestinya. Jika dibandingkan jaundice, kernikterus lebih jarang terjadi, karena ini melibatkan kadar bilirubin yang sangat tinggi.

Gejala yang Ditimbulkan Kernikterus

Bayi yang mengalami jaundice (penyakit kuning) biasanya mengalami perubahan warna kulit wajah terlebih dahulu. Ketika kadar bilirubin meninggi, perubahan warna berpindah ke seluruh tubuh, termasuk dadanya, perut, lengan, dan kakinya. Penyakit kuning biasanya lebih sulit dideteksi pada bayi yang punya kulit lebih gelap. Selain kulit, jaundice bisa diidentifikasi melalui perubahan warna pada bagian putih mata. 

Kalau Si Kecil memiliki salah satu gejala penyakit kuning, penting untuk periksa ke dokter. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu dapat membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Berikut ini sejumlah gejala kernikterus yang harus ibu ketahui, yaitu:

  • Perubahan warna kulit menjadi kekuningan;
  • Mengantuk atau kekurangan energi;
  • Menangis tidak terkendali atau sangat tinggi;
  • Demam;
  • Kesulitan makan;
  • Kelemahan atau kekakuan seluruh tubuh;
  • Gerakan mata yang tidak biasa.

Baca Juga: Bagaimanakah Cara Mencegah Kernikterus?

Opsi Pengobatan Kernikterus

Apabila Si Kecil mengalami sejumlah gejala di atas, segera bawa ke rumah sakit terdekat karena kernikterus termasuk ke dalam kondisi yang serius. Opsi pengobatan yang mungkin dilakukan oleh dokter, yaitu:

  1. Memberikan ASI atau Susu Formula

Cairan penting bagi Si Kecil untuk membantu mengeluarkan pigmen kuning yang menumpuk. Bayi yang tidak mendapatkan cukup cairan mungkin tidak membuang kelebihan pigmen kuning melalui urin dan fesesnya. Bayi baru lahir harus memiliki paling tidak enam popok basah sehari dan tinja mereka harus berubah dari hijau tua menjadi kuning jika mereka mendapatkan cukup nutrisi. Adapun pemberian susu formula diberikan ketika Si Kecil alergi terhadap ASI atau penyakit kuning yang disebabkan karena ASI. Selain itu, pastikan Si Kecil tampak puas ketika mereka sudah cukup mendapat asupan ASI atau susu formula.

  1. Fototerapi

Fototerapi atau terapi cahaya melibatkan penggunaan cahaya biru khusus yang dipaparkan ke kulit bayi. Fototerapi pasti tersedia di rumah sakit untuk menangani masalah penyakit kuning pada bayi. Terapi ini bertujuan untuk memecah bilirubin yang jumlahnya berlebih. Fototerapi adalah prosedur yang aman, meskipun bisa menyebabkan beberapa efek samping sementara seperti tinja yang longgar dan ruam. Selama fototerapi, pastikan Si Kecil mendapatkan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. 

Baca Juga: Hati-Hati, Bayi Baru Lahir Rentan Idap 5 Penyakit Ini

Pengobatan lainnya yang mungkin dapat diberikan yaitu transfusi darah. Transfusi darah dilakukan jika bayi tidak merespons perawatan lain dan perlu untuk menurunkan kadar bilirubin dengan cepat. Prosedur ini dilakukan jika bayi menunjukkan tanda-tanda kerusakan otak akibat terlalu banyak bilirubin.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2019. What Is Kernicterus?.
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Kernicterus?.
MSD Manual. Diakses pada 2019. Kernicterus.