• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Gangguan Sistem Endokrin Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Gangguan Sistem Endokrin Bisa Sebabkan Komplikasi Ini

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Sistem endokrin adalah jaringan kelenjar yang memproduksi dan melepaskan hormon yang membantu mengendalikan banyak fungsi tubuh yang penting, termasuk kemampuan tubuh untuk mengubah kalori menjadi energi yang menggerakkan sel dan organ. 

Sistem endokrin juga memengaruhi bagaimana jantung berdetak, bagaimana tulang dan jaringan tumbuh dan kehamilan. Mengetahui hal tersebut, gangguan pada sistem endokrin sudah jelas dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan. Informasi selengkapnya bisa dibaca di bawah ini!

Komplikasi pada Gangguan Sistem Endokrin

Sistem endokrin mencakup delapan kelenjar utama di seluruh tubuh, seperti kelenjar tiroid, kelenjar hipofisis, kelenjar adrenal, dan pankreas. Sistem ini memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan, metabolisme, fungsi seksual, dan suasana hati.

Jika kadar hormon terlalu tinggi atau terlalu rendah, kamu mungkin mengalami penyakit tertentu atau kelainan endokrin. Penyakit dan gangguan endokrin juga terjadi jika tubuh tidak merespons hormon sebagaimana seharusnya.

Gangguan endokrin dapat mengakibatkan komplikasi kesehatan, termasuk:

1. Diabetes mellitus.

2. Akromegali (kelebihan produksi hormon pertumbuhan).

3. Penyakit Addison (penurunan produksi hormon oleh kelenjar adrenal).

4. Sindrom Cushing (kadar kortisol yang tinggi untuk jangka waktu yang lama).

5. Penyakit Graves (jenis hipertiroidisme yang mengakibatkan produksi hormon tiroid yang berlebihan).

6. Tiroiditis Hashimoto (penyakit autoimun yang mengakibatkan hipotiroidisme dan produksi hormon tiroid yang rendah).

7. Hipertiroidisme (tiroid yang terlalu aktif).

8. Hipotiroidisme (tiroid yang kurang aktif).

9. Prolaktinoma (kelebihan produksi prolaktin oleh kelenjar hipofisis). 

Gangguan-gangguan ini sering memiliki gejala luas, memengaruhi beberapa bagian tubuh, dan dapat berkisar dari tingkat keparahan dari yang ringan sampai yang sangat parah. Perawatannya tergantung pada gangguan spesifik, tetapi sering fokus pada penyesuaian keseimbangan hormon menggunakan hormon sintetis.

Mengenal Gangguan pada Sistem Endokrin

Gangguan endokrin biasanya dikelompokkan ke dalam dua kategori, yaitu:

1. Penyakit endokrin yang terjadi ketika kelenjar memproduksi terlalu banyak atau terlalu sedikit hormon endokrin, yang disebut ketidakseimbangan hormon.

2. Penyakit endokrin akibat perkembangan lesi (seperti nodul atau tumor) dalam sistem endokrin, yang bisa jadi dipengaruhi atau tidak dipengaruhi kadar hormon.

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, sistem endokrin sangat berpengaruh pada kerja sistem-sistem lainnya. Sistem endokrin membantu mengendalikan keseimbangan hormon dalam aliran darah. 

Peningkatan atau penurunan kadar hormon endokrin dapat disebabkan oleh:

1. Masalah dengan sistem umpan balik endokrin.

2. Penyakit tertentu.

3. Kegagalan kelenjar untuk merangsang kelenjar lain untuk melepaskan hormon (misalnya, masalah dengan hipotalamus dapat mengganggu produksi hormon di kelenjar hipofisis).

4. Gangguan genetik, seperti multiple endocrine neoplasia (MEN) atau hipotiroidisme bawaan.

5. Infeksi.

6. Cedera pada kelenjar endokrin.

7. Tumor kelenjar endokrin.

Sebagian besar tumor dan nodul endokrin (benjolan) tidak bersifat kanker. Mereka biasanya tidak menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, tumor atau nodul pada kelenjar dapat mengganggu produksi hormon kelenjar.

Informasi lebih jelas mengenai gangguan sistem endokrin bisa ditanyakan ke aplikasi HalodocDokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah.

Sejumlah faktor meningkatkan risiko mengembangkan gangguan endokrin. Tidak semua orang dengan faktor risiko akan mengalami gangguan endokrin. Faktor risiko untuk gangguan endokrin adalah:

1. Peningkatan kadar kolesterol.

2. Riwayat keluarga dengan gangguan endokrin.

3. Jarang berolahraga.

4. Riwayat gangguan autoimun, seperti diabetes.

5. Kehamilan (dalam kasus-kasus seperti hipertiroidisme).

6. Baru menjalani operasi, trauma, infeksi, atau cedera serius.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Endocrine Disorders.
National Institutes of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Diakses pada 2020. Endocrine Diseases.
Healthgrades. Diakses pada 2020. Endocrine Disorders