Gas Air Mata Masih Terasa, Ini Cara Mengatasi Mata Perih
Gas air mata adalah senyawa kimia yang digunakan untuk membubarkan massa, namun dapat menimbulkan rasa perih pada mata, hidung, dan saluran pernapasan.

Daftar Isi:
- Apa Itu Gas Air Mata?
- Penyebab Mata Perih Akibat Gas Air Mata
- Gejala Mata Perih Akibat Gas Air Mata
- Cara Mengatasi Mata Perih Akibat Gas Air Mata
- Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata
- Rekomendasi Produk untuk Pertolongan Pertama
- Kapan Harus ke Dokter?
- Cara Mencegah Paparan Gas Air Mata
- Kesimpulan
Gas air mata kerap digunakan untuk mengendalikan kerusuhan atau situasi memanas.
Efek gas air mata dapat menyebabkan mata perih, sembab, muncul rasa nyeri, hingga penglihatan kabur.
Iritasi ini bisa sangat mengganggu dan membuat aktivitas sehari-hari menjadi tidak nyaman.
Yuk, kita bahas selengkapnya mengenai cara mengatasi mata perih akibat gas air mata, pertolongan pertama yang tepat, dan langkah-langkah pencegahannya!
Apa Itu Gas Air Mata?
Gas air mata atau lachrymator adalah senyawa kimia yang menyebabkan iritasi pada mata, saluran pernapasan, dan kulit.
Gas air mata yang biasanya digunakan untuk mengendalikan kerusuhan dan membubarkan kerumunan. Jadi, semprotan gas tersebut bukanlah untuk main-main.
Gas air mata mengandung beberapa senyawa kimia aktif, seperti CS (chlorobenzylidenemalononitrile), CR, CN (chloroacetophenone), bromoacetone, phenacyl bromide, atau semprotan merica.
Paparan gas air mata dapat menyebabkan sensasi perih yang hebat pada mata, keluarnya air mata berlebihan, batuk, kesulitan bernapas, dan iritasi kulit.
Penyebab Mata Perih Akibat Gas Air Mata
Mata perih akibat gas air mata disebabkan oleh kandungan senyawa kimia yang mengiritasi selaput lendir mata.
Senyawa ini memicu respons inflamasi yang menyebabkan mata menjadi merah, berair, dan terasa sangat perih.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, paparan gas air mata dapat menimbulkan efek jangka pendek yang mengganggu, meskipun jarang menyebabkan kerusakan permanen.
Gejala Mata Perih Akibat Gas Air Mata
Gejala yang muncul akibat paparan gas air mata bisa bervariasi, antara lain:
- Mata terasa perih dan terbakar.
- Air mata keluar berlebihan.
- Mata merah.
- Penglihatan kabur sementara.
- Kesulitan membuka mata.
- Iritasi pada hidung dan tenggorokan.
- Batuk dan kesulitan bernapas.
- Iritasi kulit.
Cara Mengatasi Mata Perih Akibat Gas Air Mata
Berikut adalah beberapa cara mengatasi mata perih akibat gas air mata yang bisa dicoba:
- Jauhi Area Terpapar: Segera tinggalkan area yang terpapar gas air mata untuk menghindari iritasi lebih lanjut. Cari udara segar dan tempat yang aman.
- Bilas Mata dengan Air Bersih: Bilas mata dengan air bersih yang mengalir selama 10-15 menit. Pastikan untuk membuka mata lebar-lebar saat membilas agar semua partikel gas air mata bisa hilang. Gunakan air steril atau larutan saline jika tersedia.
- Jangan Menggosok Mata: Hindari menggosok mata karena dapat memperparah iritasi dan menyebabkan kerusakan pada kornea.
- Lepaskan Lensa Kontak: Jika menggunakan lensa kontak, segera lepaskan untuk mencegah iritasi lebih lanjut. Lensa kontak dapat memerangkap partikel gas air mata dan memperpanjang paparan pada mata.
- Gunakan Kompres Dingin: Kompres dingin pada mata dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa perih.
- Hindari Penggunaan Makeup: Jangan gunakan makeup atau produk perawatan mata lainnya setelah terpapar gas air mata, karena dapat memperparah iritasi.
Kamu bisa simak selengkapnya, Begini 7 Cara Ampuh untuk Mengatasi Mata Merah.
Pertolongan Pertama Terkena Gas Air Mata
Selain mengatasi mata perih, ada beberapa langkah pertolongan pertama lain yang perlu diperhatikan saat terkena gas air mata:
- Ganti Pakaian: Segera ganti pakaian yang terkontaminasi gas air mata. Cuci pakaian tersebut dengan deterjen dan air panas.
- Mandi dengan Sabun: Mandi dengan sabun dan air bersih untuk membersihkan seluruh tubuh dari sisa-sisa gas air mata.
- Jangan Menyentuh Wajah: Hindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut, sebelum mencuci tangan dengan bersih.
- Ventilasi Udara: Buka jendela dan pintu untuk memastikan ventilasi udara yang baik di dalam ruangan.
- Gunakan Masker: Jika masih berada di area yang mungkin terpapar gas air mata, gunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
Rekomendasi Produk untuk Pertolongan Pertama
Ketika terkena gas air mata, pertolongan pertama yang cepat dan tepat sangat penting untuk mengurangi rasa perih dan iritasi pada mata.
Beberapa produk sederhana berikut bisa membantu meredakannya:
1. Obat Tetes Mata
Obat tetes mata bermanfaat untuk mengurangi rasa perih, iritasi, sekaligus membantu melembapkan mata yang kering akibat paparan gas air mata. Pilih tetes mata yang bersifat pelumas atau tanpa bahan pengawet agar lebih aman digunakan.
- Cendo Lyteers Eye Drops 15 ml. Obat tetes mata yang membantu melembapkan dan mengurangi rasa perih atau kering pada mata yang teriritasi.
- Rohto Dry Fresh 7 ml. Tetes mata yang diformulasikan untuk meredakan mata kering sekaligus memberikan efek segar.
- Insto Reguler Eye Drops 7.5 ml. Obat tetes mata yang membantu mengatasi iritasi ringan akibat debu atau asap.
- Cendo Cenfresh Minidose 0.6 ml. Tetes mata sekali pakai yang aman digunakan untuk melembapkan mata kering dan sensitif, praktis dibawa ke mana saja.
- Rohto Cool Eye Drop 7 ml. Tetes mata dengan sensasi dingin yang memberikan rasa segar, sekaligus membantu mengurangi iritasi ringan pada mata.
2. Cairan untuk Cuci Mata
Cairan ini bisa digunakan membilas zat kimia yang menempel di mata. Dengan membilas mata menggunakan cairan ini, partikel gas air mata dapat berkurang sehingga gejala iritasi lebih cepat mereda.
- NaCl 0.9 % Infus 500 ml (Natrium Chloride / Sodium Chloride). Digunakan sebagai cairan steril untuk membersihkan mata atau irigasi, membantu mengurangi iritasi akibat paparan gas air mata.
- NaCl 0.9 % Infus 25 ml (Natrium Chloride / Sodium Chloride). Cairan steril berukuran kecil yang praktis untuk membilas mata dari iritasi ringan atau paparan zat asing.
- NaCl 0.9 % Infus 100 ml (Natrium Chloride / Sodium Chloride). Digunakan sebagai larutan pencuci mata atau irigasi, membantu mengurangi rasa perih dan membersihkan sisa partikel yang menempel.
- Rohto Eyeflush 150 ml. Cairan khusus untuk membilas mata, efektif menghilangkan debu, kotoran, atau zat kimia yang menempel di permukaan mata.
Dapatkan produk-produk tersebut di Toko Kesehatan Halodoc.
Produknya 100% asli original dan tepercaya. Tak perlu keluar rumah, produk diantar dalam waktu 1 jam.
Kapan Harus ke Dokter?
Meskipun sebagian besar kasus iritasi mata akibat gas air mata dapat diatasi dengan perawatan di rumah, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis segera:
- Nyeri mata yang parah dan tidak membaik setelah dibilas.
- Penglihatan kabur yang berlangsung lebih dari 30 menit.
- Luka pada mata atau kelopak mata.
- Kesulitan bernapas yang signifikan.
- Reaksi alergi seperti ruam, gatal-gatal, atau pembengkakan.
Jika mengalami salah satu dari gejala di atas, segera cari pertolongan medis ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
Kamu alami mata merah? Simak selengkapnya, Pilihan Obat Sakit Mata Merah yang Tanpa Resep Dokter.
Cara Mencegah Paparan Gas Air Mata
Pencegahan adalah langkah terbaik untuk menghindari iritasi mata akibat gas air mata. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dilakukan:
- Hindari Kerumunan: Sebisa mungkin hindari berada di area kerumunan yang berpotensi menggunakan gas air mata.
- Gunakan Kacamata Pelindung: Jika harus berada di area berisiko, gunakan kacamata pelindung atau goggles untuk melindungi mata dari paparan gas air mata.
- Gunakan Masker: Gunakan masker yang menutupi hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan.
- Bawa Air Bersih: Selalu bawa air bersih untuk membilas mata jika sewaktu-waktu terpapar gas air mata.
- Pelajari Rute Evakuasi: Ketahui rute evakuasi dari area yang berpotensi terpapar gas air mata.
Kesimpulan
Mata perih akibat gas air mata adalah kondisi yang tidak menyenangkan, tetapi dapat diatasi dengan langkah-langkah yang tepat.
Segera jauhi area terpapar, bilas mata dengan air bersih, dan lakukan pertolongan pertama lainnya.
Jika gejala tidak membaik atau semakin parah, segera konsultasikan dengan dokter.
Konsultasi dengan dokter kini lebih mudah dan praktis melalui Halodoc.
Yuk, download Halodoc sekarang juga!


