
Gatal Gatal Saat Hamil? Normal Kok, Ini Cara Atasinya!
Gatal Gatal Saat Hamil? Ini Penyebab dan Solusinya

Gatal-Gatal Saat Hamil: Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Gatal-gatal saat hamil adalah kondisi yang umum dialami oleh banyak wanita, terutama seiring bertambahnya usia kehamilan. Kondisi ini seringkali normal dan tidak berbahaya, disebabkan oleh berbagai perubahan fisiologis dalam tubuh ibu hamil. Namun, penting untuk mengenali kapan gatal merupakan gejala dari kondisi yang lebih serius.
Artikel ini akan membahas secara detail penyebab umum gatal saat hamil, cara mengatasinya di rumah, serta kapan wanita hamil perlu segera memeriksakan diri ke dokter.
Penyebab Umum Gatal Saat Hamil yang Perlu Diketahui
Selama kehamilan, tubuh wanita mengalami banyak penyesuaian yang dapat memicu sensasi gatal. Beberapa penyebab umum gatal-gatal saat hamil meliputi:
- Peregangan Kulit: Seiring dengan pertumbuhan janin dan peningkatan ukuran perut, payudara, serta paha, kulit akan meregang. Peregangan ini dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan menegang, yang kemudian memicu rasa gatal. Kondisi ini lebih sering terjadi pada trimester ketiga kehamilan.
- Perubahan Hormon: Fluktuasi hormon yang signifikan selama kehamilan, seperti peningkatan kadar estrogen, dapat meningkatkan sensitivitas saraf di kulit. Hal ini membuat kulit lebih mudah terasa gatal tanpa adanya rangsangan eksternal yang jelas.
- Kondisi Kulit Tertentu: Beberapa wanita hamil mungkin mengalami kondisi kulit spesifik kehamilan yang menyebabkan gatal. Contohnya adalah Pruritic Urticarial Papules and Plaques of Pregnancy (PUPPP), yaitu ruam gatal berbentuk bentol merah yang sering muncul di perut dan dapat menyebar ke area lain. Selain itu, eksim yang sudah ada sebelumnya bisa memburuk, atau munculnya prurigo, yaitu benjolan kecil yang sangat gatal.
Waspada: Penyebab Gatal Saat Hamil yang Lebih Serius
Meskipun sebagian besar gatal saat hamil adalah normal, ada beberapa kondisi serius yang perlu diwaspadai, di antaranya:
- Kolestasis Obstetrik (OC) atau Kolestasis Intrahepatik Kehamilan (ICP): Ini adalah gangguan fungsi hati langka yang terjadi pada kehamilan, biasanya pada trimester kedua atau ketiga. Kondisi ini ditandai dengan gatal hebat tanpa disertai ruam, terutama di telapak tangan dan telapak kaki. Gatal akibat OC/ICP cenderung memburuk di malam hari. Selain gatal, wanita hamil yang mengalami OC/ICP mungkin juga mengalami gejala lain seperti urine berwarna gelap, tinja pucat, atau kulit dan mata yang menguning (ikterus). Kolestasis Obstetrik memerlukan penanganan medis segera karena dapat meningkatkan risiko komplikasi pada janin.
Cara Mengatasi Gatal Saat Hamil di Rumah secara Aman
Untuk gatal-gatal ringan yang disebabkan oleh peregangan kulit atau kulit kering, beberapa cara berikut dapat membantu meredakannya:
- Gunakan Pelembap Secara Rutin: Oleskan pelembap atau losion yang tidak mengandung pewangi dan hypoallergenic secara rutin, terutama setelah mandi. Pelembap yang mengandung calamine juga dapat membantu menenangkan kulit yang gatal.
- Kompres Dingin: Gunakan handuk bersih yang direndam air dingin atau es batu yang dibungkus kain. Tempelkan pada area kulit yang gatal untuk memberikan sensasi dingin dan meredakan rasa tidak nyaman, daripada menggaruknya.
- Kenakan Pakaian Longgar dan Berbahan Katun: Pakaian longgar memungkinkan kulit bernapas dan mengurangi gesekan, sementara bahan katun menyerap keringat dengan baik, mencegah iritasi.
- Hindari Air Panas: Mandi dengan air hangat kuku, bukan air panas. Air panas dapat membuat kulit semakin kering dan memperparah gatal.
- Mandi Oatmeal: Tambahkan campuran colloidal oatmeal ke dalam air mandi. Oatmeal memiliki sifat menenangkan dan dapat membantu meredakan gatal pada kulit.
Kapan Harus Segera Periksa ke Dokter?
Penting bagi wanita hamil untuk tidak menunda pemeriksaan dokter jika mengalami kondisi gatal berikut:
- Gatal terjadi secara intens dan mengganggu tidur di malam hari.
- Gatal terutama dirasakan di telapak tangan atau telapak kaki tanpa adanya ruam.
- Sensasi gatal sangat parah tetapi tidak disertai dengan kemunculan ruam atau bentol.
- Gatal disertai gejala lain seperti urine berwarna gelap, tinja pucat, atau kulit serta mata yang menguning.
Jika ada kebutuhan untuk mengonsumsi obat gatal seperti antihistamin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan. Konsumsi obat-obatan selama kehamilan harus selalu berdasarkan rekomendasi profesional medis untuk memastikan keamanan bagi ibu dan janin.
Rekomendasi Medis Halodoc untuk Penanganan Gatal Saat Hamil
Kesehatan ibu dan janin selama kehamilan adalah prioritas utama. Jika mengalami gatal-gatal saat hamil yang meresahkan atau mencurigakan, jangan ragu untuk mencari bantuan medis profesional. Melalui aplikasi Halodoc, wanita hamil dapat dengan mudah berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan atau dokter umum. Dokter akan memberikan evaluasi yang tepat, mendiagnosis penyebab gatal, dan merekomendasikan penanganan yang aman serta efektif. Halodoc juga menyediakan layanan pembelian obat dan vitamin yang diresepkan dokter, serta layanan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan. Prioritaskan konsultasi medis untuk menjaga kesehatan kehamilan.


