08 February 2018

Gaya Makan Cepat atau Lambat? Ini Pengaruhnya

Gaya Makan Cepat atau Lambat? Ini Pengaruhnya

Halodoc, Jakarta – Setiap orang memiliki cara yang berbeda saat makan. Ada yang makan dengan cepat, ada pula yang makan dengan lambat. Lalu, apa pengaruh kesehatan terhadap gaya makan? Selain itu mana yang lebih baik, gaya makan cepat atau lambat? Nah, supaya kamu enggak salah kira sebaiknya cari tahu dulu penjelasan tentang pengaruh gaya makan terhadap kesehatan berikut ini, ya.

Gaya Makan Cepat

Banyaknya aktivitas yang harus dijalani, beberapa orang memilih untuk makan dengan cepat agar kenyang dan bisa melanjutkan aktivitas. Tapi, tahu enggak sih kalau makan cepat itu enggak begitu dianjurkan? Hal ini karena menurut beberapa studi, makan cepat dapat menyebabkan penyakit gastroesophageal reflux (GERD) karena proses mencerna makanan yang tidak sempurna. Selain itu, makan dengan cepat juga bisa membuat kamu kembung dan cegukan karena adanya udara yang tertelan saat makan.

Gaya Makan Lambat

Jika ingin lambung sehat maka daripada makan cepat, sebaiknya kamu pilih untuk makan dengan lambat. Hal ini didukung oleh studi yang diterbitkan dalam jurnal Academy of Nutrition and Dietics. Studi tersebut menemukan bahwa makan dengan lambat memberikan banyak keuntungan, seperti:

1. Mengurangi Stres

Selain agar kenyang, beberapa orang menjadikan aktivitas makan sebagai moodbooster. Jadi, agar makanan yang kamu makan bisa membuat kamu senang, maka kamu perlu menikmatinya dengan makan secara lambat. Tapi, jangan sampai kamu menjadikan makanan sebagai pelarian untuk mengurangi stres, ya.

2. Mencegah Kenaikan Berat Badan

Masih lapar setelah makan? Bisa jadi karena kamu terlalu cepat menghabiskan makanan, sehingga kamu enggak menikmatinya. Untuk mencegah kenaikan berat badan, kamu bisa menerapkan gaya makan lambat. Karena sebuah studi menyebutkan bahwa makan dengan perlahan dapat mengoptimalkan sistem respon tubuh terhadap makanan, berupa timbulnya perasaan kenyang setelah makan. Saat makan dengan lambat, kamu hanya akan mengnsumsi lebih sedikit kalori sehingga bisa mengendalikan berat badan. Studi yang dilakukan di Jepang bahkan telah menemukan adanya hubungan yang kuat antara kecepatan makan dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan obesitas.

3. Mengoptimalkan Proses Pencernaan

Makan cepat bisa membuat makanan tidak tercerna dengan sempurna, sehingga menyulitkan tubuh untuk menyerap semua nutrisi yang dibutuhkan. Nah, agar makanan yang kamu makan tercerna dengan sempurna, maka kamu perlu mengunyah makanan dengan lambat agar makanan yang kamu makan terpecah secara halus sehingga dapat mengefisienkan metabolisme makanan dalam tubuh. Jika kamu punya keluhan dengan pencernaan, jangan ragu bicara ke dokter melalui Chat dan Video/Voice Call di Halodoc.

4. Resistensi Insulin

Hormon insulin adalah hormon yang bertanggung jawab dalam mengatur kadar glukosa darah sebagai bagian dari metabolisme tubuh. Sayangnya, sebuah studi di Jepang menemukan bahwa makan dengan cepat bisa meningkatkan risiko terjadinya resistensi insulin. Kondisi ini dapat membuat hormon insulin tidak dapat bekerja secara optimal sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

Selain bicara dengan dokter, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc, lho. Kamu hanya tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Melalui fitur Lab Service, kamu juga bisa cek kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain. Kamu tinggal tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.