
Gejala Epilepsi pada Anak: Kenali dan Waspadai Sejak Dini
Gejala Epilepsi pada Anak: Kenali & Waspadai!

Mengenal Gejala Epilepsi pada Anak dan Kapan Harus ke Dokter
Epilepsi pada anak ditandai dengan kejang berulang tanpa penyebab yang jelas. Gejala bisa bervariasi, mulai dari tatapan kosong sesaat hingga gerakan menyentak yang tidak terkendali. Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala-gejala ini agar dapat mencari pertolongan medis secepatnya.
Apa Itu Epilepsi pada Anak?
Epilepsi adalah gangguan saraf kronis yang menyebabkan kejang berulang. Kejang terjadi akibat aktivitas listrik abnormal di otak. Pada anak-anak, epilepsi bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetik, cedera otak, atau infeksi.
Gejala Epilepsi pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Gejala epilepsi pada anak sangat beragam, tergantung pada jenis kejang dan area otak yang terlibat. Berikut adalah beberapa gejala yang paling umum:
- Kejang Absans (Melamun/Bengong): Anak tiba-tiba berhenti beraktivitas, menatap kosong selama beberapa detik, dan tidak merespons panggilan, kemudian sadar kembali seolah tidak terjadi apa-apa.
- Gerakan Tubuh Tidak Terkendali: Kedutan pada wajah, bibir, atau mata, serta sentakan ritmis pada tangan dan kaki.
- Tubuh Kaku dan Jatuh: Tubuh tiba-tiba menjadi kaku, kehilangan tenaga, dan jatuh.
- Penurunan Kesadaran: Anak hilang kesadaran selama beberapa detik hingga menit, sering diikuti kebingungan atau lelah setelahnya.
- Tanda Lain: Pernapasan terganggu, mata melotot atau berkedip sangat cepat, mengangguk ritmis, atau hilang kontrol usus/kandung kemih.
Jenis-Jenis Kejang pada Anak
Ada berbagai jenis kejang yang dapat terjadi pada anak-anak dengan epilepsi, antara lain:
- Kejang Tonik-Klonik (Grand Mal): Kejang ini melibatkan hilangnya kesadaran, tubuh menjadi kaku (tonik), diikuti dengan gerakan menyentak (klonik).
- Kejang Absans: Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kejang ini ditandai dengan tatapan kosong sesaat.
- Kejang Parsial (Fokal): Kejang ini hanya mempengaruhi sebagian otak. Gejala tergantung pada area otak yang terlibat dan bisa berupa gerakan tidak terkendali pada satu sisi tubuh, perubahan sensasi, atau perubahan perilaku.
Kapan Harus ke Dokter?
Epilepsi didiagnosis jika anak mengalami dua kali atau lebih kejang secara berulang tanpa penyebab yang jelas (seperti demam tinggi). Jika menemui gejala tersebut, terutama jika berulang, segera periksakan ke dokter anak untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
Bagaimana Epilepsi Didiagnosis?
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan neurologis, serta menanyakan riwayat kesehatan anak. Beberapa tes mungkin diperlukan untuk membantu diagnosis, termasuk:
- Elektroensefalogram (EEG): Merekam aktivitas listrik otak untuk mendeteksi kelainan.
- MRI Otak: Memindai otak untuk mencari kelainan struktural.
- Tes Darah: Untuk menyingkirkan penyebab lain dari kejang, seperti infeksi atau masalah metabolik.
Penanganan Epilepsi pada Anak
Tujuan penanganan epilepsi adalah untuk mengendalikan kejang dengan obat-obatan anti-epilepsi (OAE). Dalam beberapa kasus, operasi atau terapi lain mungkin diperlukan.
Pertolongan Pertama Saat Anak Kejang
- Tetap tenang.
- Baringkan anak di tempat yang aman dan datar.
- Longgarkan pakaian di sekitar leher.
- Miringkan kepala anak ke satu sisi untuk mencegah tersedak.
- Jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak.
- Jangan menahan gerakan anak.
- Catat berapa lama kejang berlangsung.
- Hubungi layanan medis darurat jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit atau jika anak mengalami kesulitan bernapas.
Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc
Mengenali gejala epilepsi pada anak adalah langkah penting untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Jika Anda mencurigai anak Anda mengalami gejala epilepsi, segera konsultasikan dengan dokter anak. Anda juga dapat menggunakan aplikasi Halodoc untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis anak dari rumah. Dengan penanganan yang tepat, banyak anak dengan epilepsi dapat hidup aktif dan sehat.


