Ad Placeholder Image

Gejala Step pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Atasinya

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   07 Mei 2026

Jangan Kaget! Gejala Step pada Anak dan Penanganannya

Gejala Step pada Anak: Kenali Tanda dan Cara AtasinyaGejala Step pada Anak: Kenali Tanda dan Cara Atasinya

Mengenali Gejala Step pada Anak: Tanda Demam Kejang yang Perlu Diketahui

Step, atau yang dikenal sebagai kejang demam, adalah kondisi neurologis sementara yang sering terjadi pada anak-anak. Keadaan ini ditandai dengan kejang yang dipicu oleh demam tinggi, umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Memahami gejala step pada anak sangat penting bagi orang tua untuk memberikan penanganan awal yang tepat dan mencari bantuan medis jika diperlukan.

Ringkasan Gejala Step pada Anak

Step atau kejang demam biasanya dimulai dengan demam tinggi di atas 38°C. Gejala selanjutnya dapat berupa hilangnya kesadaran, tubuh menjadi kaku atau mengalami gerakan menyentak tak terkendali pada tangan dan kaki. Anak mungkin juga mengalami mata memutar ke atas, mengompol, atau muntah selama kejang. Setelah kejang mereda, anak seringkali tampak lemas atau mengantuk.

Apa Itu Step atau Kejang Demam?

Step adalah episode kejang yang terjadi pada anak-anak yang mengalami demam, tanpa adanya infeksi otak atau riwayat epilepsi sebelumnya. Kondisi ini dipicu oleh kenaikan suhu tubuh yang cepat, yang mempengaruhi otak anak yang belum sepenuhnya matang. Penting untuk diingat bahwa step bukanlah tanda penyakit otak yang permanen atau merusak.

Meskipun seringkali tampak menakutkan bagi orang tua, sebagian besar kejang demam bersifat singkat dan tidak berbahaya. Namun, pemahaman tentang kapan harus mencari pertolongan medis adalah krusial untuk memastikan keamanan anak.

Gejala Utama Step pada Anak

Mengenali gejala step pada anak adalah langkah pertama dalam memberikan respon yang tepat. Berikut adalah tanda-tanda yang umumnya terlihat saat anak mengalami kejang demam:

  • Demam Tinggi: Suhu tubuh anak akan naik secara drastis, mencapai lebih dari 38°C. Ini adalah pemicu utama kejang demam.
  • Hilangnya Kesadaran: Anak akan kehilangan kesadaran diri dan tidak responsif terhadap panggilan atau rangsangan.
  • Gerakan Tubuh Tak Terkendali: Tubuh bisa menjadi kaku atau mengalami gerakan menyentak (kelonjotan) tak terkendali pada tangan dan kaki. Gerakan ini bisa terjadi di seluruh tubuh atau hanya pada satu sisi.
  • Perubahan pada Mata: Mata anak seringkali memutar ke atas atau mendelik ke satu sisi.
  • Gejala Tambahan: Beberapa anak mungkin mengompol atau muntah selama episode kejang.
  • Kondisi Setelah Kejang: Setelah kejang mereda, anak biasanya akan tampak lemas, mengantuk, atau bingung selama beberapa waktu.

Kejang demam umumnya berlangsung singkat, seringkali kurang dari 5 menit. Namun, durasi dan intensitas bisa bervariasi.

Penyebab Step pada Anak

Penyebab utama step adalah respons otak anak terhadap kenaikan suhu tubuh yang cepat. Otak anak-anak, terutama pada usia muda, masih dalam tahap perkembangan dan lebih sensitif terhadap perubahan suhu. Kondisi ini bukan disebabkan oleh infeksi langsung pada otak, melainkan akibat dari demam yang dipicu oleh berbagai infeksi umum seperti flu, pilek, infeksi telinga, atau infeksi saluran kemih.

Faktor genetik juga berperan; anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejang demam jika ada anggota keluarga yang pernah mengalaminya.

Kapan Harus Mencari Bantuan Medis?

Meskipun sebagian besar step tidak berbahaya, ada beberapa situasi di mana penanganan medis segera diperlukan:

  • Jika anak mengalami kejang demam untuk pertama kalinya.
  • Jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
  • Jika kejang terjadi hanya pada satu sisi tubuh.
  • Jika anak tampak sangat sakit atau tidak pulih dengan baik setelah kejang.
  • Jika anak mengalami kesulitan bernapas.
  • Jika kejang terjadi tanpa demam.

Dalam kondisi-kondisi tersebut, penting untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk evaluasi lebih lanjut oleh dokter.

Penanganan Awal Saat Anak Mengalami Step

Ketika anak mengalami step, orang tua dapat melakukan beberapa langkah penanganan awal untuk memastikan keamanan anak:

  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Baringkan anak di tempat yang aman, jauh dari benda tajam atau keras.
  • Miringkan tubuh anak ke satu sisi untuk mencegah tersedak muntah atau air liur.
  • Jangan mencoba memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak, termasuk sendok atau jari.
  • Longgarkan pakaian ketat di sekitar leher anak.
  • Catat durasi kejang dan gejala yang muncul untuk dilaporkan kepada dokter.
  • Tetap berada di samping anak hingga kejang berhenti.

Setelah kejang berhenti dan anak mulai sadar, perhatikan kondisi anak. Berikan obat penurun demam sesuai anjuran dokter jika demam masih tinggi.

Pencegahan Step pada Anak

Meskipun tidak selalu dapat dicegah sepenuhnya, risiko step dapat dikelola dengan beberapa cara:

  • Manajemen Demam yang Efektif: Segera berikan obat penurun demam yang direkomendasikan dokter saat anak mulai demam tinggi.
  • Jaga Hidrasi: Pastikan anak cukup minum saat demam untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
  • Lingkungan Sejuk: Kenakan pakaian tipis dan jaga suhu ruangan agar tetap nyaman dan tidak terlalu panas.
  • Konsultasi Medis: Jika anak memiliki riwayat kejang demam, konsultasikan dengan dokter mengenai strategi pencegahan atau penanganan darurat.

Konsultasi Medis Melalui Halodoc

Memahami gejala step pada anak dan mengetahui cara penanganannya sangat penting bagi setiap orang tua. Jika terdapat kekhawatiran mengenai kondisi anak atau diperlukan saran medis lebih lanjut, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, orang tua dapat dengan mudah terhubung dengan dokter spesialis anak yang berpengalaman untuk mendapatkan diagnosis, saran penanganan, dan informasi kesehatan yang akurat secara online.