
Gigi Tambalan Sakit Ngilu? Ini Cara Meredakan dan Atasi.
Gigi Tambalan Sakit Ngilu? Ini Penyebab dan Cara Atasi

Gigi Tambalan Sakit: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya
Gigi yang baru ditambal atau gigi dengan tambalan lama seringkali menimbulkan rasa sakit atau ngilu. Kondisi ini umum terjadi dan bisa sangat mengganggu, terutama saat gigi terpapar suhu panas atau dingin, atau saat mengunyah. Nyeri pada gigi tambalan dapat bervariasi dari sensitivitas ringan yang hanya berlangsung singkat hingga nyeri berdenyut yang menetap. Memahami penyebab dan cara penanganannya sangat penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Ringkasan Seputar Gigi Tambalan Sakit
Gigi tambalan yang terasa sakit atau ngilu, khususnya saat terkena panas/dingin atau saat menggigit, umumnya dipicu oleh beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi sensitivitas pasca-prosedur, tambalan yang terlalu tinggi, lubang gigi yang sangat dalam hingga mendekati saraf, atau adanya kebocoran pada tambalan. Sensitivitas biasanya mereda dalam satu hingga dua minggu. Namun, apabila nyeri tidak kunjung hilang, semakin parah, atau terasa berdenyut, pemeriksaan ke dokter gigi tidak bisa ditunda. Penanganan dini dapat mencegah komplikasi lebih lanjut pada gigi.
Penyebab Umum Gigi Tambalan Sakit atau Ngilu
Ada beberapa alasan utama mengapa gigi yang sudah ditambal bisa terasa sakit atau ngilu. Memahami penyebab ini membantu dalam menentukan langkah penanganan yang tepat.
-
Sensitivitas Pasca-Penambalan
Setelah prosedur penambalan gigi, sangat wajar jika gigi mengalami sensitivitas. Proses pengeboran gigi dapat menyebabkan iritasi pada pulpa gigi, yaitu bagian terdalam gigi yang berisi saraf dan pembuluh darah. Sensitivitas ini umumnya muncul sebagai rasa ngilu saat terpapar makanan atau minuman panas, dingin, manis, atau asam. Biasanya, kondisi ini bersifat sementara dan akan mereda dalam kurun waktu satu hingga dua minggu setelah penambalan.
-
Tambalan Terlalu Tinggi
Jika tambalan gigi tidak rata atau terlalu tinggi dibandingkan permukaan gigi lainnya, dapat terjadi ketidakseimbangan tekanan saat seseorang mengunyah. Tekanan berlebih pada satu titik gigi ini bisa menyebabkan nyeri. Rasa sakit biasanya akan terasa ketika menggigit atau mengunyah, dan dapat memburuk seiring waktu jika tidak segera diperbaiki.
-
Lubang Gigi Sangat Dalam
Ketika lubang pada gigi sangat dalam dan mendekati pulpa (saraf gigi), proses penambalan dapat memicu peradangan pada saraf tersebut. Meskipun lubang sudah ditambal, saraf yang meradang tetap bisa menyebabkan nyeri yang signifikan. Rasa sakit ini bisa terasa berdenyut dan tidak kunjung hilang, bahkan setelah beberapa minggu.
-
Kebocoran atau Kerusakan Tambalan
Tambalan gigi, baik yang baru maupun yang sudah lama, dapat mengalami kebocoran atau kerusakan. Celah kecil pada tambalan yang bocor memungkinkan bakteri dan sisa makanan masuk ke dalam gigi, mencapai pulpa. Ini dapat menyebabkan infeksi dan peradangan yang mengakibatkan rasa nyeri. Tambalan yang lepas sebagian atau seluruhnya juga akan menimbulkan rasa sakit karena gigi kembali terekspos.
-
Reaksi Alergi terhadap Bahan Tambalan
Meskipun jarang terjadi, beberapa individu bisa mengalami reaksi alergi terhadap bahan yang digunakan untuk menambal gigi. Reaksi alergi ini dapat menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada gigi atau gusi di sekitar tambalan. Gejala lain mungkin termasuk gatal atau ruam di area mulut.
Gejala Gigi Tambalan Sakit yang Perlu Diwaspadai
Tidak semua rasa sakit setelah penambalan gigi menandakan masalah serius. Namun, ada beberapa gejala yang mengindikasikan perlunya perhatian medis lebih lanjut. Gejala yang perlu diwaspadai meliputi:
- Rasa sakit yang berlanjut lebih dari dua minggu setelah penambalan.
- Nyeri yang terasa berdenyut dan intens.
- Pembengkakan pada gusi di sekitar gigi yang ditambal.
- Rasa sakit yang muncul secara spontan tanpa pemicu tertentu.
- Tambalan terasa longgar atau terlepas dari gigi.
- Kesulitan saat mengunyah atau menggigit karena rasa sakit yang parah.
Cara Mengatasi Sementara Gigi Tambalan Sakit di Rumah
Sebelum berkunjung ke dokter gigi, beberapa langkah bisa dilakukan untuk meredakan nyeri gigi tambalan sementara.
- Mengonsumsi obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti paracetamol atau ibuprofen, sesuai dosis anjuran.
- Menghindari makanan dan minuman yang terlalu panas, dingin, atau asam untuk mengurangi pemicu sensitivitas.
- Mengunyah makanan di sisi mulut yang berlawanan dari gigi yang sakit untuk mengurangi tekanan.
- Menggunakan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif yang dapat membantu meredakan ngilu.
- Berkumur dengan air garam hangat untuk membantu mengurangi peradangan dan membersihkan area mulut. Caranya, larutkan setengah sendok teh garam dalam segelas air hangat, lalu kumur selama 30 detik sebelum dibuang.
Kapan Harus Segera Memeriksakan Diri ke Dokter Gigi?
Penting untuk tidak menunda kunjungan ke dokter gigi jika mengalami kondisi-kondisi berikut ini:
- Rasa sakit pada gigi tambalan berlanjut lebih dari dua minggu dan tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.
- Nyeri terasa berdenyut, semakin intens, atau muncul secara spontan.
- Terdapat pembengkakan pada gusi, pipi, atau area wajah di sekitar gigi yang sakit.
- Gigi terasa sangat sensitif terhadap tekanan saat menggigit.
- Tambalan terasa goyang, retak, atau bahkan terlepas sepenuhnya.
- Demam atau gejala lain yang menyertai nyeri gigi.
Proses Penanganan Gigi Tambalan Sakit oleh Dokter Gigi
Setelah pemeriksaan menyeluruh, dokter gigi akan menentukan penyebab pasti nyeri dan melakukan penanganan yang sesuai.
-
Penyesuaian Tinggi Tambalan
Jika penyebabnya adalah tambalan yang terlalu tinggi, dokter gigi akan melakukan pengasahan ringan pada permukaan tambalan agar rata dengan gigi lainnya. Prosedur ini cepat dan biasanya dapat langsung meredakan nyeri akibat tekanan tidak seimbang.
-
Penggantian Tambalan
Apabila tambalan bocor, rusak, atau terlepas, dokter gigi kemungkinan akan menyarankan untuk mengganti tambalan baru. Tambalan lama akan dilepas dan diganti dengan material tambalan yang baru.
-
Perawatan Saluran Akar
Jika lubang gigi sangat dalam dan telah menyebabkan peradangan atau infeksi pada pulpa yang parah, dokter gigi mungkin merekomendasikan perawatan saluran akar. Prosedur ini melibatkan pengangkatan jaringan pulpa yang terinfeksi atau meradang, membersihkan saluran akar, dan mengisi kembali dengan bahan khusus.
-
Pemberian Obat
Dokter gigi juga dapat meresepkan antibiotik jika ada infeksi bakteri, atau obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan.
Pencegahan Masalah Gigi Tambalan
Beberapa langkah pencegahan dapat dilakukan untuk meminimalkan risiko gigi tambalan sakit:
- Menjaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi dua kali sehari dan menggunakan benang gigi.
- Melakukan pemeriksaan gigi rutin ke dokter gigi setidaknya setiap enam bulan sekali.
- Menghindari kebiasaan menggigit benda keras atau mengunyah es yang dapat merusak tambalan.
- Membatasi konsumsi makanan dan minuman manis atau asam.
Rekomendasi Medis dari Halodoc
Nyeri pada gigi tambalan merupakan kondisi yang memerlukan perhatian. Jika mengalami gejala nyeri atau ngilu yang tidak kunjung membaik setelah ditambal, atau jika tambalan terasa bermasalah, segera konsultasikan dengan dokter gigi. Melalui Halodoc, seseorang bisa dengan mudah menemukan dokter gigi terpercaya, membuat janji temu, dan mendapatkan saran medis akurat berbasis riset. Perawatan yang tepat waktu akan membantu menjaga kesehatan gigi dan mulut secara optimal serta mencegah komplikasi yang lebih serius.


