05 December 2018

Glomerulonefritis Gangguan Kesehatan pada Ginjal

Glomerulonefritis Gangguan Kesehatan pada Ginjal

Halodoc, Jakarta - Ginjal adalah organ tubuh yang berfungsi untuk menyaring zat-zat limbah yang berasal dari makanan, obat-obatan, atau paparan racun lainnya yang sudah tidak dibutuhkan tubuh. Dalam satu hari, ginjal harus menyaring 200 liter darah. Setelah menyaring sekian banyak darah, ia menyisakan 2 liter zat buangan yang akan dikeluarkan lewat urine. Begitu pentingnya ginjal bagi tubuh manusia, maka sedikit gangguan saja bisa mengganggu kesehatan.

Selama ini kebanyakan orang hanya mengetahui gagal ginjal adalah masalah yang akan muncul pada ginjal, padahal masih terdapat jenis gangguan lain yang juga tidak kalah berbahaya. Gangguan tersebut adalah glomerulonefritis, yakni kondisi saat terjadi peradangan pada glomerulus. Glomerulus adalah merupakan bagian ginjal yang berfungsi sebagai penyaring dan membuang cairan serta elektrolit berlebih, juga zat sisa dari aliran darah. Kerusakan pada daerah tersebut dapat menyebabkan terbuangnya darah serta protein melalui urine.

Orang yang mengidap penyakit ini dapat mengalami tingkat keparahan yang berbeda. Ada orang yang merasakannya dalam waktu singkat, ada juga yang mengalaminya dalam jangka panjang. Glomerulonefritis akut umumnya adalah respons tubuh terhadap infeksi yang sedang terjadi pada tubuh. Sedangkan glomerulonefritis kronis seringkali tidak diketahui penyebabnya dan tidak bergejala, sehingga dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen. Namun, glomerulonefritis kronis yang ditemukan gejalanya sejak awal, dapat dicegah perkembangannya.

Gejala Glomerulonefritis

Berikut ini merupakan gejala yang akan dirasakan oleh pengidap glomerulonefritis:

  • Urine berwarna merah muda atau seperti kecoklatan karena sel-sel darah merah terbawa ke dalam urine.

  • Urine berbusa karena kelebihan protein.

  • Tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi.

  • Retensi cairan yang ditandai dengan pembengkakan di wajah, tangan, kaki, dan perut.

  • Kelelahan akibat anemia atau gagal ginjal.

  • Obesitas.

  • Cacat lahir pada ginjal.

  • Sering mimisan

  • Sering buang air kecil pada malam hari.

Sementara itu glomerulonefritis menjadi berbahaya dan menyebabkan pengidapnya mengalami gagal ginjal dan menunjukkan gejala sebagai berikut:

  • Kelelahan.

  • Kurang nafsu makan.

  • Mual dan muntah.

  • Insomnia.

  • Kulit kering dan gatal.

  • Kram otot pada malam hari.

Penyebab Glomerulonefritis

Meskipun terkadang penyebabnya tidak diketahui, tapi beberapa hal disinyalir dapat menyebabkan kondisi ini, di antaranya:

  • Strep throat (radang tenggorokan).

  • Lupus eritematosus sistemik (LES), yang dikenal sebagai lupus.

  • Sindrom goodpasture.

  • Amiloidosis, terjadi ketika protein abnormal menumpuk dalam organ dan jaringan.

  • Granulomatosis wegener menyebabkan peradangan pada pembuluh darah.

  • Poliarteritis nodosa, kondisi saat sel-sel menyerang arteri.

Pengobatan Glomerulonefritis

Cara untuk mengatasi glomerulonefritis akut yang disebabkan oleh infeksi, maka biasanya tidak diperlukan pengobatan yang khusus, pemberian antibiotik membuat kondisinya cepat pulih. Sementara, dalam kasus kronis, pasien memerlukan pengobatan yang berfokus untuk menangani penyebab gejala untuk mencegah kerusakan pada ginjal. Pengobatan dapat berbeda tiap pasien, bergantung pada hal yang memicu kondisi tersebut. Pengobatan tersebut mungkin melibatkan:

  • Pengelolaan diabetes dan hipertensi yang tepat dengan obat-obatan, modifikasi gaya hidup, dan olahraga teratur.

  • Jika pasien mengalami obesitas, maka penurunan berat badan dan operasi bariatrik akan dibutuhkan.

  • Pengobatan anemia dengan suplemen zat besi dan modifikasi diet.

  • Pengobatan hiperlipidemia dengan statin dan modifikasi gaya hidup.

  • Penekanan sistem kekebalan tubuh jika kondisinya disebabkan oleh kelainan autoimun.

  • Penggunaan diuretik untuk membantu ginjal mengeluarkan kelebihan sodium dan air.

  • Prognosis untuk pasien dengan glomerulonefritis kronis bergantung pada tingkat keparahan gejala, usia seseorang, dan penyebab, seperti diabetes dan hipertensi, dapat diobati. Fungsi ginjal umumnya dapat dipertahankan, jika pasien yang mendapat diagnosis dan pengobatan segera. Jika pengobatan terlambat, gagal ginjal mungkin terjadi. Kondisi ini mewajibkan pasien untuk melakukan cuci darah seumur hidup atau transplantasi ginjal.

Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal glomerulonefritis  atau masalah kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: