• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • 6 Hal yang Harus Diperhatikan Usai Terkena Penyakit Tifus

6 Hal yang Harus Diperhatikan Usai Terkena Penyakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Penyakit ini terjadi ketika bakteri Salmonella menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi atau berkontak dekat dengan seseorang yang terinfeksi bakteri tersebut. Setelah masuk ke dalam tubuh manusia, bakteri mulai menginfeksi dan menimbulkan demam tinggi, sakit kepala, sakit perut dan sembelit atau diare.

Tifus jarang menimbulkan komplikasi, penyakit ini biasanya mudah membaik dalam beberapa hari setelah pengidapnya menerima pengobatan antibiotik. Meskipun begitu, ada beberapa hal yang harus seseorang perhatikan usai terkena penyakit tifus agar penyakit ini tidak kambuh kembali.

Baca juga: 2 Penularan Penyakit Tifus yang Harus Diwaspadai

Hal yang Perlu Diperhatikan Usai Terkena Tifus

Beberapa orang yang telah pulih dari tifus masih menyimpan bakteri di dalam usus atau kantong empedu hingga bertahun-tahun. Walaupun tidak mengalami gejala, seseorang yang pernah mengidap tifus tetap bisa menularkannya ke orang lain. Melansir dari Mayo Clinic, beberapa hal ini perlu diperhatikan untuk mencegah penularan tifus ke orang lain atau mencegah penyakit kambuh kembali, yaitu:

1. Jangan lewatkan antibiotik

Selalu ikuti instruksi dokter untuk minum antibiotik yang telah diresepkan dan pastikan untuk menghabiskan seluruhnya. 

2. Rutin mencuci tangan

Cuci tangan penting untuk mencegah penyebaran infeksi kepada orang lain. Gunakan air mengalir dan sabun serta gosok tangan dengan seksama setidaknya selama 30 detik. Pastikan kamu mencuci tangan sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

3. Hindari menyiapkan makanan

Hindari menyiapkan makanan untuk orang lain sampai dokter mengatakan kalau tifus yang kamu idap tidak lagi menular. 

Baca juga: Ini Alasan Jika Terkena Tifus Harus Bed Rest

4. Hindari minum air mentah

Air juga bisa menjadi sarana penularan bakteri tifus, terutama di lingkungan yang sanitasinya buruk. Karena alasan tersebut, sebaiknya hanya minum air botolan atau minuman kaleng dan air yang telah direbus.

5. Hindari buah dan sayuran mentah

Produk mentah mungkin telah dicuci dalam air yang telah terkontaminasi. Maka dari itu, kamu mungkin juga harus menghindari buah-buahan dan sayuran mentah atau yang tidak dikupas.

6. Pilih makanan panas

Hindari makanan yang disimpan atau disajikan pada suhu kamar. Mengonsumsi makanan panas adalah yang pilihan yang paling aman. Meskipun tidak ada jaminan bahwa makanan yang disajikan di restoran sudah bersih dan aman, tapi ini menjadi pilihan yang lebih aman daripada membeli makanan yang dijual di pinggir jalan. 

Baca juga: Kenali Vaksin yang Bisa Mencegah Tifus

Itulah hal yang perlu kamu perhatikan setelah terserang penyakit tifus. Jika gejala-gejala tifus datang kembali, sebaiknya kunjungi dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Apabila kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid fever.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Typhoid Fever: Prevention.