02 August 2018

Hal yang Harus Dipertimbangkan Orangtua sebelum Anak Ikut Kursus

manfaat kursus untuk anak, hal yang harus dipertimbangkan orangtua sebelum anak ikut kursus

Halodoc, Jakarta - Anak berusia balita hingga memasuki SMP biasanya disebut dengan istilah golden age. Sebab rentang usia tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan minat dan mengasah bakat anak. Keahlian akan suatu bidang di luar urusan akademik pun dirasa penting, karena hal ini lah yang akan menolongnya di masa depan.

Memang pada prinsipnya sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memperkenalkan kepada anak akan beragam pengalaman untuk merangsang multiple intelligences anak. Namun ketika orangtua punya rencana untuk mengikutsertakan anak ke dalam program khusus, maka akan banyak sekali pertimbangan yang harus orangtua pikirkan secara matang.

Mengingat kemampuan setiap anak berbeda-beda, sebaiknya orangtua pertimbangkan dahulu baik-baik sebelum memilih tempat kursus untuk anak. Jika orangtua tidak mempertimbangkannya baik-baik, bisa jadi ini malah hanya membuang waktu. Orangtua harus memastikan minat dan bakat anak, supaya hasilnya lebih maksimal.

Nah, selagi belum terlambat, berikut ini adalah beberapa hal yang harus dipertimbangkan orangtua sebelum anak ikut kursus:

  1. Karakter Anak

Seiring berkembangnya kemampuan anak, seharusnya orangtua memahami betul karakter anak yang sudah terbentuk sekarang. Jika terdapat kekurangan dalam diri anak pun, orang tua sebaiknya membantu anak memperbaiki kekurangan tersebut.

Misalnya anak yang penakut, orangtua bisa mengajarkannya untuk berani dengan mendaftarkannya kursus beladiri. Sementara untuk anak yang pemalu, orangtua sebaiknya mengikutsertakan anak dalam kursus yang membuatnya bertemu dengan banyak anak lainnya, seperti sepakbola atau menari.

Baca juga: Manfaat Memberi Anak Latihan Musik

  1. Waktu Kursus

Kita semua sepakat bahwa kursus akan membuat kemampuan anak menjadi bertambah. Namun pastikan agar waktu kursus tersebut tidak mengganggu jam belajar atau waktu istirahatnya. Karena jika hal seperti ini dibiarkan, manfaat kursus untuk anak menjadi tidak terasa dengan maksimal.

  1. Tanyakan Pendapat Anak dan Minta Ia Berkomitmen

Luangkanlah waktu kamu untuk membicarakan pemilihan kursus dengan anak. Jika sudah mengetahui minatnya, langsung tanyakan keseriusannya untuk menekuni bidang tersebut. Apabila Si Kecil merasa antusias, segera daftarkan ke kelas tersebut dan minta ia berjanji bahwa ia akan rajin mengikuti kursus tersebut.

Jika orangtua hendak mendaftarkan kursus tertentu, tetapi respon anak tidak terlalu antusias, coba cari lagi kursus yang ia inginkan. Sebab, dengan memaksakan anak mengikuti kursus yang ia tidak minati, hanya akan membuatnya malas datang ke kursus tersebut dan selalu mencari cara untuk bisa bolos.

  1. Reputasi Tempat Kursus

Sebelum memilih sebuah tempat kursus, jangan langsung tergoda karena biaya yang rendah. Orang tua wajib mengumpulkan informasi mengenai tempat kursus yang kelak akan menjadi tempat anak kursus. Orangtua dapat menanyakan hal seperti prestasi apa saja yang pernah diraih siswa atau mantan siswa lembaga kursus tersebut, latar belakang pengajar, metode belajar yang digunakan, pendiri atau pemilik lembaga kursus, dan lainnya. Orangtua juga dapat mencari informasi tersebut lewat internet agar lebih mudah.

Baca juga: 5 Tips Memilih Kegiatan Ekstrakulikuler untuk Anak

Nah, selagi anak menjalankan aktivitas yang segudang tersebut, pastikan juga agar orangtua selalu menjaga kesehatannya. Untuk bicara dengan dokter, kini kamu tidak perlu repot datang ke rumah sakit. Kamu bisa bicara dengan dokter anak menggunakan aplikasi Halodoc. Bicarakan dan temukan saran terbaik dari dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!