• Home
  • /
  • Hal yang Perlu Diketahui Seputar Air Ketuban selama Kehamilan

Hal yang Perlu Diketahui Seputar Air Ketuban selama Kehamilan

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Hal yang Perlu Diketahui Seputar Air Ketuban selama Kehamilan

Halodoc, Jakarta – Air ketuban adalah cairan bening berwarna kekuningan yang disimpan dalam kantung  ketuban. Cairan ini terbentuk dalam kantung ketuban dalam 12 hari pertama setelah konsepsi. Air ketuban mengelilingi bayi yang tumbuh di rahim dan jumlahnya akan semakin banyak seiring bertambahnya usia kehamilan. 

Cairan ketuban memiliki banyak fungsi penting untuk perkembangan janin yang sehat. Namun, jika jumlah cairan ketuban di dalam rahim terlalu sedikit atau terlalu besar, komplikasi dapat terjadi. Berikut informasi seputar air ketuban yang perlu ibu ketahui. 

Baca juga: Ini Kiat Menjaga Kecukupan Air Ketuban

Fungsi Air Ketuban Selama Kehamilan

Melansir dari Medical News Today, cairan ketuban berfungsi untuk: 

  • Melindungi janin. Cairan ketuban melindungi bayi dari tekanan dan goncangan dari luar.

  • Kontrol suhu. Air ketuban menjaga bayi agar tetap hangat dan mempertahankan suhu normal.

  • Mencegah infeksi. Cairan ketuban mengandung antibodi, sehingga dapat melindungi bayi dari infeksi.

  • Membantu perkembangan paru-paru dan sistem pencernaan. Dengan bernapas dan menelan cairan ketuban, bayi berlatih menggunakan otot-otot sistem ini saat mereka tumbuh.

  • Membantu perkembangan otot dan tulang. Di dalam kantung ketuban, bayi bebas bergerak, sehingga memberi otot dan tulang kesempatan untuk berkembang dengan baik.

  • Sebagai pelumas. Cairan ketuban mencegah bagian-bagian tubuh seperti jari tangan dan kaki tumbuh bersama.

  • Melindungi tali pusat. Cairan ketuban juga mencegah tali pusat tertekan. Tali pusat ini mengangkut makanan dan oksigen dari plasenta ke janin yang sedang tumbuh.

Berapa Jumlah Air Ketuban yang Normal?

Jumlah cairan ketuban akan terus meningkat hingga sekitar usia 36 minggu kehamilan. Pada saat itu, jumlahnya bisa mencapai sekitar 1 liter. Setelah melewati minggu ke 36, jumlah cairan ketuban biasanya mulai berkurang.

Ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil memiliki terlalu sedikit atau terlalu banyak cairan ketuban. Cairan ketuban yang terlalu sedikit disebut oligohidramnion, sedangkan jika terlalu banyak disebut polihidramnion. Keduanya berisiko menimbulkan masalah pada ibu dan bayi, sehingga perlu mendapat perhatian khusus dari dokter. 

Baca juga: Air Ketuban Berlebihan, Ini Penyebab Polihidramnion

Seperti Apa Warna Air Ketuban yang Normal?

Air ketuban yang normal harus jernih atau berwarna kekuningan. Air ketuban yang terlihat hijau atau coklat menandakan bahwa bayi telah buang air besar pertama kalinya (mekonium) saat dalam kandungan. Normalnya, bayi mengalami buang air besar pertama setelah lahir. Mekonium berisiko dihirup oleh paru-paru bayi melalui cairan ketuban. Kondisi dapat menyebabkan masalah pernapasan serius, yang disebut sindrom aspirasi mekonium, terutama jika cairannya kental.

Beberapa bayi dengan mekonium dalam cairan ketuban mungkin memerlukan perawatan segera setelah lahir untuk mencegah masalah pernapasan. Bayi yang tampak sehat saat lahir mungkin tidak memerlukan perawatan, bahkan jika cairan ketuban mengandung mekonium.

Bagaimana Jika Air Ketuban Pecah Tiba-Tiba?

Sebelum atau selama persalinan, kantung ketuban bisa pecah dan cairan mengalir keluar melalui vagina. Ibu yang mengalami air ketuban pecah perlu menjalani persalinan sesegera mungkin. Ini karena, tanpa cairan ketuban, bayi tidak lagi terlindungi dan berisiko terinfeksi.

Baca juga: Menonton Video Persalinan sebelum Melahirkan, Boleh atau Tidak?

Apabila ibu mengalami masalah dengan air ketuban selama kehamilan, sebaiknya rutin kunjungi dokter agar bisa selalu dipantau. Jika ibu berencana mengunjungi rumah sakit, ibu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan ibu lewat aplikasi.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2020. What's to know about amniotic fluid?.
NHS. Diakses pada 2020. What is the amniotic sac?.
March of Dimes. Diakses pada 2020. Amniotic Fluid.