• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Alami Penyakit Tifus

Hal yang Perlu Diperhatikan setelah Alami Penyakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Ternyata setelah mengalami penyakit tifus, tubuh orang yang pernah mengidap tifus akan mengembangkan bentuk penyakit yang lebih ringan bertahun-tahun kemudian yang disebut penyakit Brill-Zinsser.

Kondisi ini cenderung terjadi ketika bakteri tidak dimatikan dengan benar. Bakteri bisa aktif kembali di kemudian hari ketika sistem kekebalan tubuh seseorang lemah. Penyakit Brill-Zinsser perlu diobati lagi dengan antibiotik. Informasi selengkapnya mengenai hal yang perlu diperhatikan setelah alami penyakit tifus bisa dibaca di sini!

Penanganan saat Alami Penyakit Tifus

Setelah didiagnosis mengidap tifus, pengobatan untuk kondisi ini adalah mengonsumsi antibiotik doksisiklin supaya menyingkirkan infeksi dan mencegah penyakit atau infeksi kronis di kemudian hari. 

Kemudian hal yang harus diperhatikan lainnya setelah alami penyakit tifus adalah menghindari gigitan serangga serta menjaga kebersihan tempat tinggal. Untuk tifus yang ditularkan melalui kutu, pastikan hewan peliharaan dirawat secara teratur dengan penangkal kutu, gunakan penolak kutu pada diri sendiri saat berada di luar, dan batasi kontak dengan hewan peliharaan terutama hewan liar. 

Baca juga: 5 Pengobatan Gejala Tifus yang Perlu Dicoba

Praktikkan kebersihan yang baik dan jangan berbagi pakaian, handuk, atau perlengkapan tempat tidur dengan orang lain. Jika tifus tidak didiagnosis dan diobati dengan segera, ada risiko komplikasi, termasuk:

1. Gangguan pendengaran jangka panjang atau tinnitus.

2. Tekanan darah rendah.

3. Kerusakan organ dan gagal ginjal.

4. Infeksi bakteri sekunder, seperti pneumonia.

5. Kejang.

6. Kebingungan.

7. Kantuk.

Orang yang pernah mengalami tifus perlu melakukan check up lanjutan di rumah sakit setelah beberapa bulan pulih dari serangan tifus. Informasi selengkapnya mengenai penyakit tifus dan penanganan setelah terinfeksi tifus bisa ditanyakan langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Fakta tentang Penyakit Tifus

Tifus adalah penyakit bakteri yang ditularkan melalui hewan dan dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu endemik dan epidemi. Bakteri penyebab tifus; Rickettsia prowazekii menyebabkan epidemi tifus. Rickettsia typhi dan, kadang-kadang, R. felis menyebabkan tifus endemik dan ditularkan ke manusia melalui hewan seperti kutu (terutama epidemi) dan kutu (terutama endemik).

Faktor yang dapat meningkatkan risiko penyebaran tifus adalah mengunjungi atau tinggal di daerah di tempat tikus atau hewan lain memiliki populasi tinggi. Misalnya daerah bencana, daerah yang dilanda kemiskinan, kamp pengungsi, atau penjara.

Baca juga: Ramuan Cacing Tanah untuk Tifus, Ini Menurut Medis

Gejala tifus endemik dapat berupa ruam di tubuh yang menyebar, demam tinggi, mual, malaise, diare, dan muntah. Tifus epidemik memiliki gejala yang serupa tetapi lebih parah, termasuk pendarahan pada kulit, mengigau, hipotensi, dan kematian.

Kebersihan yang baik dan kondisi hidup bersih dapat mencegah atau mengurangi risiko seseorang untuk kedua jenis tifus tersebut. Sejauh ini tidak ada vaksin yang dapat menangkal tifus endemik atau epidemi.

Makanya tindakan pencegahan dan diagnosis dini sangat penting untuk proses penyembuhan yang lebih baik. Penanganan tifus yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi. Jika pasien tidak meninggal pun, komplikasi yang dapat terjadi adalah masalah ginjal, pneumonia, dan gangguan sistem saraf pusat.

Baca juga: Sanitasi Kurang, Awas Penyakit Ini Mengancam

Meskipun tifus masuk ke tubuh melalui luka atau goresan pada kulit, ini bukanlah kondisi penyakit dermatologis. Tifus sejatinya tidak hanya memicu gangguan kulit tetapi lebih dari itu dapat menyebabkan gejala sistemik, termasuk demam, menggigil, nyeri tubuh, sakit kepala, nyeri otot, dan ruam. Tifus bisa jadi sulit untuk didiagnosis karena gejalanya tidak spesifik dan meniru banyak kondisi gangguan lain. Nah, untuk lebih jelasnya ada baiknya kamu tanyakan langsung ke Halodoc!

Referensi:
Health.com. Diakses pada 2020. What Is Typhus? Everything You Need to Know About the Flea-Borne Disease
Your.MD. Diakses pada 2020. Typhus
Medicine Net. Diakses pada 2020. Typhus
Centers for Disease Control and prevention. Diakses pada 2020. Epidemic Typhus