04 December 2016

Harus Apa Kalau Gatal Menyerang karena Pruritus?

Harus Apa Kalau Gatal Menyerang karena Pruritus?

Halodoc, Jakarta - Semua orang pasti pernah merasakan sensasi gatal pada kulit yang kadang juga disertai dengan ruam. Sensasi gatal ini bisa terjadi dalam waktu singkat atau bahkan berlangsung lama sehingga mengganggu aktivitas. Dalam istilah medis, gatal ini disebut juga pruritus. Pruritus bukan suatu jenis penyakit, melainkan merupakan gejala dari berbagai macam penyakit yang lain yang terjadi lebih dulu. Keluhan ini bisa terjadi akibat kelainan kulit, atau akibat penyakit di organ dalam tubuh seperti gagal ginjal. Tapi tidak menutup kemungkinan juga kondisi ini terjadi akibat gigitan serangga.

Gatal yang muncul tersebut umumnya muncul di area tertentu, seperti tangan atau kaki. Gatal juga dapat muncul dengan berbagai gejala tergantung pada penyebabnya. Gatal tersebut dapat berbentuk benjolan yang kemerahan, kulit kering yang pecah-pecah, dan tekstur yang menyerupai kapalan atau bersisik.

Penyebab Pruritus

Beberapa hal di bawah ini dapat menyebabkan kamu mengalami gatal-gatal, yakni:

  • Alergi. Kontak fisik dengan benda-benda tertentu seperti perhiasan yang mengandung nikel atau kobalt dapat memicu reaksi alergi gatal pada kulit. Selain itu, karet, lateks, bahan tekstil, wewangian, cat rambut, tanaman seperti serbuk bunga juga dapat menjadi pemicu pruritus. Obat-obatan yang bisa menyebabkan kondisi ini seperti aspirin, bahkan paparan sinar ultraviolet yang berlebihan serta cuaca yang lembap atau panas juga dapat menimbulkan alergi yang berujung gatal.

  • Infeksi. Pruritus dapat menjadi gejala yang mengindikasikan bahwa tubuhmu mengalami infeksi. Infeksi tersebut antara lain infeksi karena jamur kurap atau cacar air. Infeksi jamur pada kaki atau kutu air, infeksi jamur pada alat kelamin pria dan wanita juga dapat menyebabkan pruritus.

  • Kondisi kulit. Ada beberapa gangguan kulit yang dapat berdampak kepada kondisi kulit dan menimbulkan gatal, seperti eksim, urtikaria atau biduran, dermatitis kontak alergi, psoriasis, folikulitis, ketombe, prurigo, dan inflamasi pada mukosa mulut atau lichen planus.

  • Gigitan serangga dan parasit. Serangga dan parasit seperti kutu rambut, cacing kremi, ngengat, kutu loncat, nyamuk, lebah, tawon, kutu busuk, dan parasit trikomoniasis adalah hal yang dapat memicu pruritus.

  • Penyakit dalam. Pruritus dapat menjadi  gejala dari penyakit-penyakit tertentu, yaitu hipertiroid, hipotiroid, hemorrhoid, polisitemia, anemia, hepatitis, gagal ginjal kronis, primary biliary cirrhosis atau peradangan saluran empedu, serta kanker jenis tertentu. Kondisi psikologis, seperti gangguan kecemasan atau depresi, dapat memicu pruritus.

Penanganan Terhadap Pruritus

Krim corticosteroid dapat digunakan untuk mengobati pruritus. Krim ini dioleskan ke area yang gatal kemudian ditutupi dengan bahan katun yang basah. Dengan kelembapan dari kain basah, kulit mampu menyerap krim dengan lebih baik.

Selain itu, obat-obatan tertentu, misalnya tacrolimus dan pimecrolimus, adalah penghambat calcineurin yang diberikan dalam beberapa kasus, terlebih jika area yang gatal tidak terlalu besar. Terapi cahaya atau fototerapi adalah metode untuk mengobati pruritus, termasuk memaparkan kulit terhadap sinar ultraviolet dengan panjang gelombang tertentu. Beberapa sesi biasanya dijadwalkan sampai penyakit mampu terkontrol.

Selain itu, untuk mengatasi pruritus yang terjadi akibat penyakit dalam, maka dengan mengobati penyakit dalam tersebut maka gatal-gatal akan bisa hilang seiring membaiknya kondisi kesehatan.

Pencegahan Pruritus

Beberapa cara ini juga dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya gatal, antara lain:

  • Menghindari penyebab alergi.

  • Menghindari menggaruk karena dengan begini kondisi ini bisa menjadi semakin parah.

  • Mengompres dengan air dingin adalah hal yang disarankan untuk mencegah kamu menggaruknya.

  • Mandi dengan air hangat.

  • Memotong kuku agar saat tidak sengaja menggaruk tidak terjadi luka.

  • Menggunakan sabun berbahan ringan.

  • Mengeringkan badan dengan cara menepuk bukan menggosok terlalu keras.

Kini kamu bisa berdiskusi terkait gatal kulit yang kamu alami dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Aplikasi ini merupakan media untuk berkomunikasi langsung dengan ribuan dokter ahli terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat melalui menu Contact Doctor. Kamu bisa menanyakan hal-hal terkait kesehatan kapan saja dan di mana saja. Ayo, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Baca juga: