06 March 2019

Harus Tahu Cara Diagnosis Syok Hipovolemik

Harus Tahu Cara Diagnosis Syok Hipovolemik

Halodoc, Jakarta - Syok hipovolemik adalah kondisi yang sangat berbahaya dan mengancam nyawa. Ini terjadi ketika tubuh kehilangan lebih dari 20 persen darah atau cairan. Hilangnya darah maupun cairan ini membuat jantung tidak mampu bekerja dengan baik. Akibatnya, pasokan darah ke anggota tubuh lainnya menjadi tidak terpenuhi.

Berikut penyebab yang memicu terjadinya tubuh kehilangan darah, yaitu:

  • Perdarahan dari luka atau terjadinya luka serius.

  • Perdarahan akibat cedera traumatis karena kecelakaan.

  • Perdarahan internal dari perut atau kehamilan ektopik yang mengalami pecah.

  • Perdarahan dari saluran pencernaan.

  • Perdarahan Miss V yang signifikan.

Lalu, bagaimana dengan hilang cairan tubuh? Cairan tubuh yang semakin berkurang turut memberikan pengaruh terhadap volume darah. Ini terjadi pada kasus berikut:

  • Diare berlebihan atau berkepanjangan.

  • Luka bakar yang parah.

  • Muntah berkepanjangan.

  • Keringat berlebihan.

Baca juga: Gejala Syok Hipovolemik yang Tidak Disadari

Pada dasarnya, darah membawa oksigen dan zat penting lainnya menuju ke semua organ dalam tubuh. Ketika terjadi perdarahan hebat, tidak ada cukup darah dalam sirkulasi untuk jantung bisa memompanya dengan optimal. Begitu tubuh kehilangan zat ini lebih cepat daripada biasanya, organ dalam tubuh mulai mati dan terjadilah gejala syok.

Bagaimana Cara Diagnosisnya?

Sering kali, tidak ada gejala khusus pada syok hipovolemik. Sebaliknya, gejala cenderung timbul ketika kamu sudah mengalaminya. Biasanya, dilakukan pemeriksaan fisik untuk mengetahui gejalanya, seperti tekanan darah rendah dan detak jantung yang berubah cepat. Seseorang yang mengalami syok bisa kurang responsif.

Perdarahan hebat tentu akan mudah dikenali, tetapi perdarahan yang terjadi di dalam tubuh atau internal terkadang akan sangat sulit ditemukan. Biasanya, perdarahan internal baru teridentifikasi setelah kamu mengalami syok hemoragik.

Baca juga: Enggak Banyak yang Tahu, Syok Hipovolemik Berbahaya Kalau Pingsan

Selain gejala fisik, dokter dapat menggunakan berbagai pemeriksaan kesehatan untuk diagnosis apakah kamu benar-benar mengalami syok hipovolemik. Tes kesehatan ini termasuk:

  • Pemeriksaan darah untuk mengetahui adanya ketidakseimbangan elektrolit, fungsi ginjal, dan hati.

  • Pemeriksaan CT Scan atau USG untuk mengetahui bagian dalam tubuh.

  • Echocardiogram untuk memeriksa bagian jantung.

  • Elektrokardiogram untuk memeriksa irama atau detak jantung.

  • Endoskopi untuk memeriksa bagian kerongkongan dan organ pencernaan lainnya.

  • Kateterisasi jantung untuk mengetahui seberapa efektif jantung dalam memompa darah.

  • Kateter kemih untuk mengukur jumlah urine yang masuk dalam kandung kemih.

Jangan anggap remeh syok hipovolemik. Terlambat penanganan akan sangat memicu terjadinya komplikasi serius yang berujung pada kematian. Kekurangan darah dan cairan dalam tubuh dapat menyebabkan terjadinya kondisi berikut:

  • Kerusakan pada organ tubuh, seperti ginjal atau otak.

  • Gangrene pada tangan maupun kaki.

  • Serangan jantung.

Dampak dari syok hipovolemik tergantung dari seberapa cepat tubuh kekurangan darah atau cairan. Kondisi medis kronis seperti diabetes, riwayat stroke, jantung, paru-paru, penyakit ginjal, atau konsumsi obat pengencer darah memicu terjadinya komplikasi yang serius.

Baca juga: Ketahui Penanganan Sementara Ketika Mengalami Syok Hipovolemik

Kamu bisa bertanya pada dokter bagaimana cara mengatasi dan tindakan pertolongan pertama terhadap syok hipovolemik. Tidak perlu ke klinik, kamu hanya perlu menggunakan aplikasi Halodoc. Bagaimana caranya? Mudah, kok, cukup download aplikasi Halodoc ini di ponsel kamu, bisa kamu cari di Play Store atau App Store. Lalu, daftar dan pilih layanan Tanya Dokter. Pilih dokter ahli yang ingin kamu tanyakan. Mudah, kan?