Harus Tahu, Cara Mendiagnosis Crohn's Disease

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Harus Tahu, Cara Mendiagnosis Crohn's Disease

Halodoc, Jakarta - Crohn's disease adalah sebuah penyakit yang menyebabkan usus meradang. Hal ini menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, sehingga dapat menyebabkan sakit perut, diare parah, kelelahan, penurunan berat badan, dan kekurangan gizi.

Peradangan yang disebabkan oleh Crohn's disease dapat memengaruhi berbagai area saluran pencernaan pada orang yang berbeda. Peradangan yang disebabkan oleh Crohn's disease sering kali menyebar hingga ke dalam lapisan-lapisan jaringan usus yang terkena. Crohn's disease dapat sangat menyakitkan dan melemahkan. Terkadang, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa.

Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit tersebut, gejala yang timbul dapat dicegah dengan melakukan terapi agar penyakit tersebut tidak bertambah parah dengan cepat. Dengan pengobatan, banyak orang yang mengidap Crohn's disease dapat berfungsi dengan baik.

Baca Juga: Bukan Cuma Diare, Ini 6 Gejala Crohn’s Disease

Apa Saja Gejalanya?

Gejala penyakit Crohn yang terjadi dapat muncul secara konstan atau mungkin datang dan pergi setiap beberapa minggu atau bulan. Ketika gejalanya kembali, hal tersebut disebut dengan flare-up atau kambuh. Lalu, periode yang terjadi di antara kambuh disebut dengan remisi.

Gejala utama Crohn's disease adalah:

  • Diare, yang mungkin dapat terjadi secara tiba-tiba.
  • Sakit perut dan kram. Hal ini paling sering terjadi di bagian kanan bawah perut.
  • Terdapat darah pada kotoran kamu.
  • Mengalami kelelahan.
  • Mengalami penurunan berat badan.

Gejala lainnya yang dapat terjadi pada beberapa orang yang mengidap gangguan tersebut, antara lain:

  • Suhu tinggi atau demam.
  • Nyeri sendi.
  • Mata terasa sakit dan memerah.
  • Bercak kulit yang menimbulkan sakit, berwarna merah, dan terjadi bengkak. Umumnya gejala ini terjadi di kaki.
  • Sariawan.

Baca Juga: Hati-hati, Crohn’s Disease Bisa Sebabkan 5 Komplikasi Ini

Hal yang Bisa dilakukan untuk Mendiagnosis Crohn's Disease

Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis Crohn's disease yang terjadi. Prosedur yang dilakukan dapat beragam, mulai dari tes darah hingga rontgen barium dan kolonoskopi. Prosedur diagnosis inu memerlukan persiapan sehari sebelum tes. Diagnosis tersebut dilakukan untuk memastikan penyakit yang terjadi, seberapa parah penyakitnya, dan komplikasi yang dapat terjadi.

Sebelum dilakukan pemeriksaan, dokter akan melakukan wawancara terkait aktivitas yang dilakukan sehari-hari. Selain itu, dokter juga akan melihat gejala yang terjadi untuk lebih memastikan penyakit yang terjadi. Berikut adalah beberapa hal yang dilakukan dokter setelah dilakukan wawancara:

  1. Pemeriksaan dengan Sinar-X

Pemeriksaan dengan menggunakan sinar-X dapat berguna untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh. Terdapat dua jenis rontgen yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Pemancaran sinar-X pada perut adalah cara cepat, mudah, dan murah untuk menunjukkan terjadinya penyempitan usus atau penyumbatan usus. Hal tersebut mungkin dari peradangan atau jaringan parut.
  • Kontras x-ray, yang berfungsi untuk melacak pergerakan cairan tebal yang disebut barium melalui usus. Jika kamu mengalami kontras x-ray dari usus kecil, kamu akan diminta untuk minum barium ketika tiba untuk tes. Jika kamu akan mendapat pemeriksaan x-ray kontras pada usus besar, barium akan dimasukkan melalui dubur kamu. Barium tidak boleh diberikan jika kamu tiba-tiba mengalami obstruksi usus atau jika kamu memiliki lubang pada usus kamu. Barium dapat menyebabkan konstipasi, jadi pastikan untuk minum banyak cairan setelah tes.
  1. Tomografi Komputerisasi (CT)

CT scan atau tomografi komputerisasi adalah dilakukannya rontgen simultan dari beberapa sudut yang berbeda untuk membuat gambar cross-sectional dari area tubuh tertentu. CT scan terutama digunakan untuk mendeteksi komplikasi penyakit, termasuk abses, fistula, dan penyumbatan usus.

CT scan juga dapat membantu menyingkirkan kondisi lain yang menyebabkan gejala yang mirip dengan yang terkait dengan Crohn's disease, seperti radang usus buntu. Kamu akan diminta untuk minum kontras oral ketika tiba untuk CT scan, yang dapat menyebabkan diare.

Baca Juga: Waspadai Crohn’s Disease yang Dapat Sebabkan Komplikasi

Itulah beberapa cara untuk mendiagnosis Crohn’s disease. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan pada usus tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!