11 April 2018

Hati-hati, 5 Tanda Stres pada Fisik Berikut Bisa Ganggu Kesehatan Kamu

Hati-hati, 5 Tanda Stres pada Fisik Berikut Bisa Ganggu Kesehatan Kamu

Halodoc, Jakarta – Ada masanya dalam hidup, kamu akan mengalami stres baik karena masalah pekerjaan, keluarga, keuangan, bahkan masalah kecil karena kemacetan di jalan. Dalam hidup ini, stres tidak dapat dihindari. Meskipun demikian, kamu sebaiknya bisa mengelola stres sebaik mungkin agar stres yang kamu alami tidak berdampak pada kesehatan kamu. Stres bisa terjadi karena adanya perubahan lingkungan di sekitar dan berdampak pada tubuh sehingga bereaksi dan meresponnya sebagai salah satu bentuk perlindungan. Tubuh bereaksi terhadap stres dengan memberi respon fisik, mental, dan emosional.

Tubuh memiliki kemampuan bereaksi terhadap segala hal yang dianggapnya sebagai bahaya. Saat tubuh merasakan bahaya, maka di dalam tubuh akan terjadi reaksi kimia yang memungkinkan kamu untuk mencegah cedera. Reaksi ini sering disebut sebagai “fight-or-flight” atau respon stres. Ketika tubuh sering merespon stres, kamu bisa merasakan denyut jantung meningkat, tekanan darah kamu naik, otot menegang, dan pernapasan lebih cepat.

Perlu diketahui, stres yang dialami setiap orang berbeda-beda. Stres yang dialami seseorang bergantung pada cara kamu melihat sesuatu masalah dan cara kamu menangani stres tersebut. Stres ringan bisa membantu kamu untuk menyelesaikan tugas. Namun, stres berat bisa berpengaruh pada kesehatan kamu.

Tanda Stres pada Fisik

Semua sistem dalam tubuh kamu akan meresponnya dengan cara yang berbeda-beda ketika kamu akan merasa stres. Stres kronis bisa berpengaruh pada kesehatan kamu secara keseluruhan. Berikut lima tanda stres pada fisik yang biasanya terjadi.

Pada Sistem Pernapasan

Stres bisa membuat pernapasan kamu lebih cepat karena untuk mengalirkan oksigen ke seluruh tubuh. Bagi kamu yang bukan pengidap asma, hal ini tidak masalah. Bagi pengidap asma hal ini bisa menyebabkan pengidap asma bernapas cepat atau hiperventilasi. Bahkan, bisa menyebabkan serangan panik.

Pada Sistem Kardiovaskular

Ketika seseorang mengalami stres akut (stres dalam waktu singkat, seperti karena terjebak macet di jalan), biasanya kamu akan mengalami detak jantung yang meningkat dan pembuluh darah yang menuju ke otot besar dan jantung akan melebar. Hal ini bisa meningkatkan volume darah yang dipompa ke seluruh tubuh dan meningkatkan tekanan darah. Pada saat stres, darah perlu dialirkan dengan cepat ke seluruh tubuh (terutama otak dan hati) untuk membantu menyediakan energi bagi tubuh.

Sementara, bila kamu mengalami stres kronis (stres dalam jangka waktu lama), secara konsisten detak jantung kamu akan meningkat, tekanan darah dan kadar hormon stres juga akan meningkat. Yang perlu diingat, stres kronis bisa meningkatkan risiko pengidapnya mengalami serangan jantung, hipertensi, atau stroke.

Pada Sistem Otot Rangka

Ketika stres, otot-otot kamu akan menegang dan akan kembali normal lagi ketika kamu sudah merasa tenang. Namun, bila kamu terus mengalami stres, bisa menyebabkan otot kamu tidak memiliki waktu untuk rileks sehingga akan mengakibatkan kamu mengalami sakit kepala, nyeri punggung, serta nyeri di seluruh tubuh.

Pada Sistem Pencernaan

Tanda stres pada fisik juga berpengaruh pada sistem pencernaan. Secara tidak langsung, adanya peningkatan detak jantung dan pernapasan bisa mengganggu sistem pencernaan kamu. Saat stres kamu bisa saja makan lebih banyak atau lebih sedikit dari biasanya dan bisa memicu timbulnya refluks asam, mual, muntah, atau sakit perut juga meningkat. Stres juga bisa memengaruhi pergerakan makanan dalam usus kamu, sehingga kamu bisa mengalami diare atau sembelit.

Pada Sistem Reproduksi

Untuk wanita, salah satu tanda stres pada fisik yang dialami wanita bisa memengaruhi siklus menstruasi. Saat stres, kamu mungkin mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, tidak mengalami menstruasi sama sekali, atau mengalami menstruasi yang lebih berat. Tanda stres pada fisik juga berpengaruh pada gairah seksual kamu.

Pengidap stres kronis bisa membuat gairah seksual kamu menurun. Namun, pria lebih banyak menghasilkan hormon testosteron selama stres, yang bisa meningkatkan gairah seksual dalam jangka pendek. Bila stres berlangsung dalam waktu lama, bisa menurunkan kadar hormon testosteron pria. Hal ini tentu akan mengganggu produksi sperma, yang akan menyebabkan impotensi.

5 tanda stres pada fisik di atas perlu kamu waspadai agar tidak membahayakan kesehatan kamu. Bagi kamu yang merasa stres sudah terlalu parah dan benar-benar mengganggu kesehatan, sebaiknya segera tanyakan pada dokter yang ada di Halodoc.

Untuk berkomunikasi dengan dokter kapan saja dan di mana saja, kamu bisa menggunakan aplikasi kesehatan yang ada di Halodoc melalui pilihan komunikasi chat, voice, atau video call melalui layanan Contact Doctor. Kamu juga bisa membeli keperluan medis seperti obat atau vitamin melalui layanan Pharmacy Delivery yang akan mengantarkan pesananmu tidak lebih dari satu jam.

Selain itu, kamu bisa melakukan pemeriksaan darah dan juga menentukan jadwal, lokasi, dan petugas lab yang akan datang ke lokasi tujuan melalui layanan Lab Service. Hasil lab bisa dilihat langsung pada aplikasi layanan kesehatan Halodoc. Ayo download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga.

Baca juga: Mudah Stres Begini Cara Mengatasinya