11 January 2018

Hati-Hati DBD yang Bisa Diketahui Lewat Air Liur

Hati-Hati DBD yang Bisa Diketahui Lewat Air Liur

Halodoc, Jakarta – Perubahan cuaca yang tidak menentu bisa menyebabkan timbulnya beberapa wabah penyakit. Salah satu yang paling umum muncul adalah demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aeges aegypti  dan aedes albopictus ini bisa berakibat fatal jika tidak diatasi dengan tepat. Umumnya, penyakit demam berdarah ini bisa diketahu dari pemeriksaan darah. Namun, teknologi terbaru saat ini telah ditemukan oleh para peneliti dari Singapura. Tak lagi melalui pemeriksaan darah, kini DBD ini bisa diketahui dari pemeriksaan air liur.

Gejala & Penyebab Umum DBD

Mitos mengenai DBD sudah berkembang di masyarakat sejak dulu. Sehingga tidak sedikit orang yang salah kaprah dan menganggap penyakit ini sebagai sesuatu yang biasa. Nyatanya, DBD merupakan penyakit yang cukup berbahaya.

Pada DBD ringan, gejala yang muncul adalah demam, sakit atau nyeri sendi, ruam, sakit kepala, mual, hingga diare. Namun pada gejala yang parah maka pengidapnya bisa mengalami pendarahan, sesak nafas, gagal hati, hingga penurunan tekanan darah. Sehingga penanganan medis yang tepat sangat penting untuk terhindar dari akibat yang fatal.

Salah satu yang seringkali dianggap sebagai indikasi DBD adalah jumlah trombosit yang rendah. Namun faktanya, tidak hanya DBD penyakit yang mengakibatkan turunnya trombosit. Ada penyakit lain seperti HIV, hepatitis B dan C, chikungunya, tifus, dan leptospirosis.

Perlu diketahui juga jika DBD memeliki empat serotipe yang berbeda, yaitu DEN-1, 2, 3, 4. Setiap serotipe membeirkan perlindungan seumur hidup terhadap serotipe yang sama bukan untuk yang lain. Jadi DBD tidak terjadi sekali seumur hidup, tapi orang bisa terkena DBD hingga empat kali seumur hidup. Umumnya risiko DBD lebih berat bisa terjadi pada seseorang jika ia terinfeksi kedua kalinya. Namun, bisa jadi infeksi berat terjadi pertama kali dan selanjutnya adalah infeksi ringan.

Teknologi Baru di Singapura

Para peneliti dari Institute of Bioengineering and Nanotechnology (IBN) mengembangkan sebuah teknologi pemeriksaan berbasis kertas untuk memeriksa air liur. Kertas yang digunakan sekali pakai ini dapat membantu mendeteksi DBD dan diaplikasikan selama 20 menit. Jadi pemeriksaan DBD pun dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan harus melakukan pemeriksaan darah.

Menurut Direktur Eksekutif IBN, Profesor Jackie Ying, dikutip Timesofindia, dengan teknologi ini, maka dapat membedakan antara infeksi primer dan sekunder. Sehingga pasien yang mengidap sakit ini dapat didiagnosis lebih cepat dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Kecanggihan perangkat berbasis kertas ini adalah dapat mendeteksi IgG, yakni antibody dengue yang umumnya ditemukan pada awal infeksi sekunder dengan pemeriksaan air liur. Tentu tidak menggunakan sembarang kertas, para peneliti ini menggunakan teknologi desain yang sama seperti yang digunakan pada alat tes kehamilan. Pasien dengan infeksi sekunder lebih berisiko terkena DBD atau dengue shock syndrome.

Bahkan selain DBD, teknologi baru ini pun dapat mendeteksi infeksi virus HIV dan juga sifilis pada diri seseorang. Uniknya, meski menggunakan digagas untuk pemeriksaan air liur, alat ini pun bisa digunakan dengan sampel darah, serum, serta urin dengan hasil yang akurat, lho.

Ingat juga untuk selalu jaga kondisi kesehatan dimana pun berada. Sedia selalu aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan saran dokter jika diperlukan. Jika butuh obat, vitamin, atau suplemen, kamu juga bisa membelinya di Halodoc, lho. Pesanan akan diantar dalam satu jam ke tempat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.