Hati-Hati, Ini Efek dari Terlalu Sering Masturbasi pada Pria

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Hati-Hati, Ini 5 Efek dari Terlalu Sering Masturbasi pada Pria

Halodoc, Jakarta - Masturbasi merupakan salah satu cara yang dilakukan, baik pria maupun wanita untuk memuaskan hasrat seksualnya. Meski dulu dianggap tabu, kini masturbasi sepertinya mulai dipahami oleh sebagian orang, alasannya sebagai pilihan yang bersifat pribadi dan tergolong normal.

Dampak Negatif Masturbasi Terlalu Sering

Namun, masturbasi ini menyimpan dampak negatif bila dilakukan dalam frekuensi yang terlampau sering. Dampaknya tak hanya menyoal fisik saja, tetapi juga psikis. Lantas, apa dampak keseringan masturbasi pada pria?

  1. Bisa Mencederai Mr P

Masturbasi memang bisa bisa membuat seseorang mencapai orgasme, seperti halnya hubungan intim, tetapi keseringan masturbasi juga bisa menimbulkan masalah pada kulit Mr P. Enggak percaya? Menurut urolog dari Southern Illinois University, Amerika Serikat, pria yang sering masturbasi bisa mengalami cedera pada beberapa titik di bagian Mr P-nya.

Cedera ini bisa berupa luka ringan pada kulit, hingga cedera yang lebih serius. Misalnya, menimbulkan penyakit peyronie. Penyakit ini merupakan kondisi penumpukan plak pada Mr P karena tekanan yang ditimbulkan (terlalu menekan) ketika masturbasi, yang bisa menyebabkan Mr P bengkok saat ereksi.

Selain itu, menekuk Mr P dengan paksa ketika sedang ereksi juga bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika pembuluh darah pecah, nantinya Mr P tampak berwarna ungu dan bengkak. Hmm, seram kan?

Bila kamu memiliki masalah pada Mr P atau keluhan seksual lainnya, bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!

Baca juga: Terkuak Ini Beberapa Penyebab Kebiasaan Masturbasi

  1. Memicu Depresi

Terlalu sering masturbasi justru bisa menimbulkan masalah psikis. Menurut ahli dalam penelitian yang dimuat The American Journal of Psychiatry, pria yang sering melakukan masturbasi memiliki risiko terserang depresi. Hal tersebut dikarenakan kondisi psikologis memburuk karena adanya perasaan bersalah setelah masturbasi.

  1. Kehidupan Sosial Terganggu

Menurut penelitian, pria yang belum menikah dan terlalu sering masturbasi bisa mengidap kompulsif masturbasi. Nah, hal ini ujung-ujungnya bisa mengganggu kehidupan sehari-hari. Kok bisa? Pasalnya, ketidakseimbangan antara hasrat dan kebutuhan pribadi ini bisa menimbulkan rasa pusing dan ingin marah, jika dirinya belum melakukan masturbasi. Nah, inilah yang akan mengganggu hubungan sosial dengan orang lain.

  1. Bengkak dan Linu

Terlalu sering masturbasi juga bisa menimbulkan rasa linu pada Mr P. Enggak cuma itu, masturbasi yang dilakukan terus-menerus juga bisa menyebabkan kondisi pembengkakan pada Mr P. Dalam dunia medis, disebut sebagai edema yang disebabkan oleh penumpukan cairan. Meski pembengkakan ini umumnya bisa mereda satu atau dua hari, tapi kamu mesti waspada terhadap kondisi ini.

  1. Nutrisi Tubuh Terbuang

Cairan seksual pada pria dan wanita terbentuk dari selenium dan zinc. Nah, bila seorang pria sering bermasturbasi, otomatis cairan tubuh tersebut akan semakin banyak terbuang. Imbasnya tubuh bisa kekurangan zat penting tersebut, sehingga berdampak pada kesehatan tubuh. Selain dari selenium dan zink, terlalu sering masturbasi juga menyebabkan tubuh kekurangan vitamin B-kompleks.

  1. Kehidupan Seksual Terganggu

Terlalu sering masturbasi menyebabkan seseorang terlanjur nyaman dengan aktivitas seksual yang dilakukan secara mandiri. Hal tersebut dipengarui faktor psikologis dan terjadinya gangguan pada sensitivitas seksual seseorang. Masturbasi terlalu sering juga menimbulkan gangguan “kebahagiaan” pada pasangan bagi yang sudah menikah. Jika dilanjutkan, kemungkinan risiko hasrat seksual seseorang hanya bisa diatasi dengan melakukan masturbasi, bisa terjadi.

Baca juga: Ketahui Manfaat Masturbasi Untuk Wanita

Referensi:

Medicalnewstoday.com. Diakses pada 2019. Are there side effects to masturbation?

 

Diperbarui pada 27 Agustus 2019