09 July 2018

Hati-Hati, Ini Bahayanya Flu Australia

bahaya flu Australia

Halodoc, Jakarta – Pada awal tahun ini, masyarakat Australia sempat dibuat khawatir dengan adanya virus flu yang mewabah di negeri mereka. Pasalnya, dilaporkan jumlah warga Australia yang terkena jenis virus influenza A (H3N2) ini semakin meningkat, bahkan sudah menelan tidak sedikit korban jiwa. Virus flu yang akhirnya dijuluki juga sebagai flu Australia ini belakangan dikabarkan sudah menyebar ke Inggris dan Amerika.

Dilansir dari Vox, 80 persen kasus flu di Amerika Serikat didominasi oleh flu Australia. Jernigan, kepala divisi flu Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Amerika Serikat melaporkan ada 22,7 persen dari 100 ribu orang yang dilarikan ke rumah sakit dalam jangka waktu seminggu. Begitu juga dengan kondisi di Inggris. Pada minggu pertama sejak kabar tersebarnya virus tersebut, dilaporkan sekitar 22 ribu warga Inggris harus melakukan pemeriksaan ke dokter umum dan 114 di antaranya perlu dirawat secara intensif.  

Melihat kondisi di beberapa negara tersebut, pemerintah Indonesia melalui Kemenkes akhirnya mengaktifkan sistem siaga baik di bandara maupun pelabuhan. Sebenarnya apa itu flu Australia? Seberapa bahayanya kah virus flu tersebut? Serta bagaimana pencegahannya? Simak penjelasannya di bawah ini, yuk!

Baca juga: Jauh dari Timur Tengah, Kenali Flu Unta yang Mengincar

Sekilas tentang Flu Australia

Virus flu Australia dikatakan lebih berbahaya daripada virus flu pada umumnya, karena sudah mengakibatkan angka kematian yang cukup tinggi. Pada tahun 1968, flu Australia bahkan sempat menjadi wabah yang menyebabkan 1 juta jiwa di seluruh dunia meninggal dunia. Virus influenza (H3N2) ini bersirkulasi di belahan bumi utara dan selatan. Kebanyakan korban yang terserang flu ini berusia 65 tahun ke atas. Namun demikian, flu Australia bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali anak-anak.

Gejala Flu Australia

Dilansir dari CNN Indonesia, virus flu Australia merupakan sekelompok virus yang menempel pada lapisan paru-paru. Gejala yang dialami pengidap flu Australia juga kurang lebih mirip seperti flu biasa, tapi bisa lebih parah. Gejalanya antara lain demam tiba-tiba, badan terasa nyeri, kelelahan, batuk kering, sakit kepala, radang tenggorokan, mual, muntah, diare dan susah tidur. Sedangkan pada anak-anak, gejala flu Australia sering ditunjukkan dengan nyeri pada telinga. Hidung dan tenggorokan menjadi terasa tidak enak adalah gejala yang wajar terjadi saat mengidap flu biasa. Namun, flu Australia bisa menimbulkan komplikasi yang lebih parah seperti pneumonia.

Baca juga: Pneumonia, Sakit Radang Paru-Paru yang Luput dari Perhatian

Cara Mencegah Serangan Flu Australia

Penyebaran flu Australia sangat cepat dan dapat menular ke orang lain melalui udara saat pengidapnya batuk atau bersin. Flu ini bahkan dapat menempel di tangan atau permukaan lain selama 24 jam. Sayangnya, virus (H3N2) sulit dicegah walaupun menggunakan vaksin flu sekalipun. Edward Belongia, ahli epidemi senior di Marshfield Clinic Research Institute di Wisconsin mempelajari efektivitas vaksin flu. Hasilnya, vaksin flu hanya efektif mencegah flu Australia sebanyak 33 persen. Namun, mendapatkan vaksin flu tetap merupakan cara pencegahan flu Australia yang dianjurkan karena bagaimanapun juga, lebih baik terlindungi sebanyak 33 persen daripada tidak sama sekali.

Selain itu, saat bepergian, selalu siapkan obat-obatan seperti paracetamol atau ibuprofen. Saat cuaca sedang dingin, usahakan untuk menjaga tubuh tetap hangat dengan mengenakan jaket atau baju yang tebal. Jangan lupa juga untuk selalu menjaga kebersihan dengan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan. Serta perhatikan etika saat batuk dan bersin, seperti menutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin, buang tisu bekas bersin, dan gunakan masker.

Baca juga: Sudah Tahu Perbedaan dari Pilek dan Flu? Cari Tahu Di sini!

Kamu juga bisa membeli obat flu di aplikasi Halodoc, lho. Enggak perlu keluar rumah, tinggal pesan obat lewat fitur Apotik Antar saja, dan pesananmu akan diantar dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.