17 January 2018

Hati-hati, Jarang Sikat Gigi bisa Bikin Susah Hamil

Hati-hati, Jarang Sikat Gigi bisa Bikin Susah Hamil

Halodoc, Jakarta – Menyikat gigi secara rutin dua kali dalam satu hari penting dilakukan untuk menjaga mulut tetap sehat. Namun sayangnya tidak banyak yang menyadari akan hal tersebut. Padahal, jarang menyikat gigi bisa mendatangkan beragam dampak buruk, lho!

Sering melewatkan sikat gigi nyatanya dapat membuat bakteri dan plak menumpuk di rongga mulut. Jika hal ini terjadi, risiko terjadinya kerusakan gigi dan gusi akan semakin meningkat dan sulit dihindari. Jarang sikat gigi bisa menyebabkan gigi rusak,  berlubang hingga peradangan di seputar gusi.

Dan yang paling parah jika hal ini terus berlanjut, besar kemungkinan gusi akan menjadi kendur, berdarah hingga mengeluarkan nanah. Hal ini pun dapat memicu terjadinya gingivitis. Yaitu penyakit pada rongga mulut yang membuat gigi menjadi sangat sensitif dan mudah copot alias longgar.   

Tak berhenti pada penyakit pada mulut, jarang sikat gigi ternyata juga dapat membuat pasangan sulit untuk memiliki keturunan. Kok bisa?

Dampak Jarang Sikat Gigi pada Pria

Jarang menyikat gigi dapat berdampak pada kesuburan pria. Pasalnya berbagai penyakit gigi dan gusi yang terjadi karena jarang sikat gigi bisa menyebabkan menurunnya kualitas sperma seseorang. Sejumlah ahli menyebut bahwa kebiasaan tidak sikat gigi dapat menurunkan peluang pria untuk membuahi pasangannya. Sebab kesehatan gigi dan gusi nyatanya sangat berpengaruh dengan hal itu.

Selain itu, pria yang tidak menjaga kesehatan mulut lebih mungkin mengalami “pelemahan” sehingga sulit memiliki keturunan. Karena bakteri yang bertumpuk di dalam mulut akibat jarang sikat gigi akan ikut menyebar ke seluruh tubuh. Dan akhirnya, bakteri tersebut mungkin akan berakhir dan ditemukan pada air mani. Dampaknya adalah terjadi penurunan jumlah sperma, bentuk sperma yang tidak sempurna serta pergerakan yang lambat.

Sayangnya jarang sikat gigi bukanlah satu-satunya penyebab terjadi penyakit di rongga mulut pada pria. Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol juga meningkatkan risiko pria mengalami masalah mulut. Apalagi, banyak penelitian yang telah menemukan bahwa rokok dan minuman keras berhubungan langsung dengan tingkat kesuburan pada pria.

Dampak Jarang Sikat Gigi pada Wanita

Mengutip Sciencedaily, kebiasaan tidak menyikat gigi dan penurunan kemungkinan hamil juga berlaku pada wanita. Bakteri dan plak yang menumpuk juga berperan dalam menciptakan kondisi tersebut.

Pada wanita, peradangan gusi yang terjadi dapat menyababkan peredaran darah terutama yang ada di sekitar rongga mulut menjadi rentan terkontaminasi. Kontaminasi bakteri inilah yang kemudian menyebabkan “waktu tunggu” wanita untuk hamil semakin panjang.

Jika dibandingkan dengan wanita yang rutin sikat gigi, waktu tunggu hamil wanita yang tidak menjaga kebersihan mulut akan menjadi lebih panjang. Para peneliti menemukan bahwa wanita yang memiliki masalah pada gusi membutuhkan waktu hingga tujuh bulan sampai satu tahun untuk bisa memiliki anak. Padahal rata-rata wanita umumnya hanya membutuhkan sekitar lima bulan untuk sukses dibuahi dan mulai menjalani proses menuju kehamilan.

Nah, sudah tahu kan kenapa jarang sikat gigi itu bisa berdampak buruk pada tubuh. Supaya kamu enggak perlu mengalami hal tersebut, jangan malas sikat gigi, ya. Apalagi kalau kamu dan pasangan sedang merencanakan untuk memiliki momongan.

Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut kamu perlu menjaga kebersihan gigi. Selain itu, kalau kamu punya masalah tenggorokan dan gusi bengkak atau berdarah kamu perlu segera mengatasinya. Supaya terbebas dari masalah mulut dan penyakit lain, pastikan untuk rutin sikat gigi setidaknya dua kali dalam satu hari. Supaya lebih lengkap, jangan lupa pakai Betadine Obat Kumur untuk menjaga kesehatan rongga mulut.

Kamu bisa membeli Betadine Obat Kumur lewat aplikasi Halodoc. Pesanan akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Di Halodoc, kamu juga bisa bicara dengan dokter untuk mendapat saran seputar kesehatan melalui Video/Voice Call dan Chat. Mudah bukan? Yuk, download Halodoc di App Store dan Google Play sekarang!