Hati-Hati, Kleptomania pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hati-Hati, Kleptomania pada Anak

Halodoc, Jakarta - Kleptomania adalah tindakan mengambil barang orang lain karena dorongan yang tidak terkendali. Tindakan ini umumnya berlangsung secara spontan dan dilakukan tanpa niat untuk mencari keuntungan. Sebab, kebanyakan yang diambil adalah barang yang tidak memiliki nilai tinggi (murah) dan mampu dibeli oleh pengidap kleptomania sendiri. (Baca juga: Harus Tahu, 6 Tanda Kecemasan Pada Anak)

Tidak hanya orang dewasa, kleptomania juga bisa terjadi pada anak-anak. Oleh sebab itu, para orangtua perlu jeli dengan perilaku yang ditunjukkan anak. Sehingga jika ditemukan perilaku yang mencurigakan, para orangtua bisa segera melakukan penanganan yang tepat.

Gejala Kleptomania pada Anak

Jika Si Kecil selalu membawa barang-barang yang bukan miliknya ke rumah, ibu perlu bertanya tentang asal-usul barang tersebut. Tanyakan padanya tentang siapa pemilik barang, dimana ia mendapatkan barang tersebut, kenapa barang tersebut bisa berada di tangannya, dan pertanyaan lain yang ingin ibu tanyakan. Jika ia tidak bisa menjelaskan tentang asal-usul kepemilikan barang, ibu perlu mencurigainya. Sebagai gambaran, berikut adalah beberapa gejala yang umum dimiliki oleh pengidap kleptomania (baik pada anak ataupun orang dewasa):

  • Memiliki hasrat atau dorongan kuat untuk mengambil barang yang belum tentu diperlukan.
  • Muncul perasaan tegang dan antusias sebelum dan saat mengambil barang milik orang lain.
  • Merasa senang, lega, dan puas setelah mengambil barang milik orang lain.
  • Merasa bersalah, malu, atau takut tertangkap sebagai pencuri. Namun pada beberapa kasus, ada juga pengidap kleptomania yang merasa bersalah dan menyesal setelah mencuri.

(Baca juga: 5 Tanda Gangguan Kepribadian, Hati-Hati Terkena Salah Satunya)

Penyebab Kleptomania pada Anak

Penyebab kleptomania memang belum diketahui secara pasti. Namun, ada beberapa penelitian yang menyebutkan bahwa penyebab kleptomania adalah sebagai berikut:

  • Kelainan Zat Kimia pada Otak

Menurut beberapa penelitian, pengidap kleptomania diduga memiliki serotonin yang rendah sehingga memiliki keinginan kuat untuk mencuri tanpa dapat menahan diri. Ia akan mengalami ketegangan saat muncul keinginan untuk mencuri. Setelah ia mencuri, ketegangan tersebut akan mereda dan berganti dengan perasaan senang, lega, dan puas. Perasaan tersebutlah yang akhirnya mendorong seseorang untuk melakukan kleptomania berulang kali.

  • Pernah Mengalami Luka di Kepala

Meskipun harus diteliti lebih lanjut, menurut sebuah penelitian, kleptomania juga bisa dialami oleh seseorang yang mengalami luka di kepala. Luka tersebut diduga bisa memicu perubahan kinerja otak dan zat-zat yang bekerja di dalamnya, sehingga bisa memengaruhi tindakan seseorang untuk mencuri.

Penanganan Kleptomania pada Anak

Berikut adalah beberapa hal yang bisa ibu lakukan jika Si Kecil menunjukkan gejala kleptomania:

  • Bicara pada dokter

Bicara pada dokter adalah langkah pertama yang bisa ibu lakukan untuk membantu menangani kleptomania pada Si Kecil. Biasanya, beberapa dokter akan menyarankan Si Kecil untuk melakukan terapi Behavior Modification. Terapi ini dilakukan untuk menentukan alasan yang tepat dibalik perilaku kleptomania Si Kecil dan melakukan perawatan untuk memperbaiki perilaku Si Kecil.

  • Berikan anak perhatian dan kasih sayang

Agar Si Kecil tidak merasa cemas dan kehilangan kepercayaan diri, ibu perlu selalu berada disisinya untuk memberikan dukungan. Usahakan pula untuk tidak bertindak secara keras karena itu bisa menambah beban emosional Si Kecil.

  • Libatkan anak dalam kegiatan fisik

Untuk mengalihkan perhatian Si Kecil dari keinginan untuk mencuri, ibu bisa mengajaknya untuk berkegiatan fisik untuk seperti dengan berolahraga, berkebun, bersepeda, dan sebagainya.

(Baca juga: Kecemasan Anak Diwarisi Orang Tua, Kok Bisa?)

Untuk bicara pada dokter, ibu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc. Ibu hanya perlu download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play, lalu ibu bisa bicara pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk gunakan aplikasi Halodoc sekarang juga untuk mendapatkan rekomendasi saran dari dokter terpercaya.