29 June 2018

Hati-Hati, Konsumsi Antidepresan Bisa Pengaruhi Tekanan Darah

antidepresan pengaruhi tekanan darah

Halodoc, Jakarta – Enggak sedikit orang yang mencoba untuk mengatasi gangguan kecemasan dan depresi melalui obat-obatan. Bagi kamu yang ingin menggunakan cara ini, rasanya perlu ekstra hati-hati. Pasalnya, obat antidepresan termasuk obat keras sehingga penggunaan mesti di bawah pengawasan dokter. Kata ahli, salah satu dampak antidepresan ini bisa pengaruhi tekanan darah seseorang.

Butuh Waktu Lama

Mengatasi gangguan kecemasan, depresi, dan masalah mental lainnya melalui obat-obatan memang terbilang ampuh. Untuk kasus depresi sendiri, biasanya dokter akan meresepkan jenis obat antidepresan golongan serotonin selective reuptake inhibitor (SSRI) dan serotonin norephineprine reuptake inhibitor (SNRI).

Yang perlu diketahui, obat antidepresan ini enggak bekerja dalam sekejap. Kata ahli, pengidap gangguan mental baru akan merasakan perbaikan atau perubahan pada kondisi psikisnya, paling cepat satu bulan setelah memulai pengobatan dengan antidepresan. Namun, dalam beberapa kasus, obat ini juga baru bisa bekerja setelah empat atau enam bulan bila pengidap gangguan mental memiliki gaya hidup yang kurang mendukung proses penyembuhan.

Baca juga: Ini Sebabnya Perempuan Lebih Sering Depresi

Andaikan sudah merasakan perubahan yang lebih baik, mereka pun tak langsung dianjurkan untuk menghentikan pengobatan. Mungkin mereka akan dianjurkan untuk mengonsuminya selama beberapa bulan ke depan, tergantung kondisi dan tingkat gangguan mentalnya.

Memicu Hipertensi dan Gangguan Jantung

Nah, masalahnya konsumsi obat antidepresan dalam jangka waktu lama atau tanpa kontrol dokter bisa berakibat negatif bagi kondisi fisik. Kok bisa? Nah, menurut sebuah penelitian konsumsi obat-obatan ini dalam jangka panjang cenderung meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi. Kata ahli, efek samping antidepresan ini lebih rentan dialami oleh seseorang yang sebelumnya punya riwayat penyakit jantung.

Cara kerja obat antidepresan ini akan mengubah respon tubuh seseorang terhadap bahan kimia di otak. Contohnya, serotonin, norepinefrin, dan dopamin yang juga dapat meningkatkan tekanan darah. Menurut penelitian VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda, sebenarnya depresi itu sendiri enggak memicu meningkanya tekanan darah tubuh. Namun, obat yang digunakan untuk mengobati depresi ini yang justru dapat menyebabkan hal sebaliknya, alias meningkatkan tekanan darah.

Kata ahli, sebenarnya depresi ini berkaitan dengan tekanan darah rendah. Namun, ketika pengidap depresi mengonsumsi antidepresan seperti antidepresan trisiklik, efeknya justru cenderung meningkatkan tekanan darah dan risiko hipertensi.

Baca juga: Hal yang Perlu Diketahui Tentang Depresi Pada Remaja Perempuan

Enggak cuma itu saja, efek samping dari obat antidepresan ini juga bisa membuat memicu rasa mual, pusing, gemetar, dan berkeringat. Untungnya efek samping ini akan hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari. Selain itu, obat ini juga bisa membuatmu mengalami insomnia, panik, gelisah, meningkatkan berat badan, hingga kehilangan gairah seksual.

Dari Stroke Hingga Kematian

Saking kerasnya obat ini, para ahli sering menghimbau agar seseorang tak mengonsumsi obat antidepresan sembarangan. Berdasarkan riset yang dipublikasikan  dalam  jurnal Psychotherapy and Psychosomatics,  seseorang yang mengonsumsi antidepresan 14 persen lebih berisiko memiliki masalah kardiovaskular. Contohnya, seperti stroke dan serangan jantung.

Selain itu, ada pula riset dari  McMaster University, Kanada, yang akan membuatmu berpikir dua kali bila ingin mengonsumsi obat ini tanpa pengawasan dokter. Berdasarkan riset tersebut, kata ahli konsumsi antidepresan bisa meningkatkan risiko kematian sampai 33 persen. Kok bisa?

Ternyata konsumsi obat ini bisa mencegah sejumlah organ utama berfungsi dengan baik dan semestinya. Misalnya, obat ini bisa menghambat penyerapan serotonin, bahan kimia yang sangat vital yang digunakan jantung, paru-paru, hati, dan ginjal dari aliran darah tubuh.

Baca juga: 5 Makanan Penyebab Depresi Makin Parah

Namun, ada juga studi yang membantah hal tersebut. Di lain tempat, ada juga ahli yang mengatakan bahwa antidepresan sebenarnya bisa menyelamatkan jiwa dengan mengurangi gejala depresi. Kata ahli, antidepresan enggak berbahaya kok bagi orang yang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular dan diabetes.

Nah, meskipun begitu, bagi kamu yang ingin mengonsumsi obat-obatan antidepresan, seharusnya perlu berdiskusi dulu dengan dokter. Tujuannya agar masalah gangguan mental bisa teratasi dengan baik tanpa menimbulkan efek samping yang merugikan tubuh.

Kamu juga bisa lho mendiskusikan masalah di atas dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!