• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hepatitis B Bisa Ditularkan Melalui Persalinan, Benarkah?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hepatitis B Bisa Ditularkan Melalui Persalinan, Benarkah?

Hepatitis B Bisa Ditularkan Melalui Persalinan, Benarkah?

2 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 17 Juni 2022

“Benarkah penularan hepatitis B bisa terjadi saat persalinan? Hepatitis B adalah salah satu penyakit infeksi yang bisa terjadi pada bayi yang ditularkan oleh ibu."

Hepatitis B Bisa Ditularkan Melalui Persalinan, Benarkah?

Halodoc, Jakarta – Salah satu penularan hepatitis B dapat terjadi melalui persalinan. Kondisi ini ditemukan karena beberapa faktor: Bisa terjadi karena Si Ibu sudah mengidapnya terlebih dahulu saat tengah hamil, bisa Si Bayi yang mendapatkannya kemudian hari. Yang pasti peluang untuk terserang virus ini amat besar.

Hepatitis B adalah penyakit hati serius yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini perlu dihindari, terutama pada bayi. Sebab, risiko untuk berkembang sangat besar menjadi infeksi kronis yang mengganggu seumur hidup. Oleh karenanya, bayi yang terinfeksi perlu mendapatkan penanganan segera agar masalah yang serius dapat dihindari.

Penularan Hepatitis B saat Persalinan Bisa Terjadi

Faktanya, hepatitis B adalah penyakit yang dapat ditularkan dari sang ibu kepada bayi saat dilahirkan. Kondisi ini tak pandang bulu meski persalinan dilakukan normal atau operasi sesar. 

Jika bayi yang lahir dari ibu yang pengidap hepatitis B, ia memiliki peluang lebih dari 90 persen untuk mengalami penyakit yang sama, bahkan dengan jenis kronis. Guna mengantisipasinya, setiap ibu hamil perlu memastikan agar dokter tahu jika dia mengidap hepatitis B. Dengan begitu, langkah pengobatan dini bisa dilakukan. 

Oleh karena itu, setiap ibu hamil  perlu awas terkait penyakit hepatitis B. Sebab, sumber datangnya penyakit ini bisa berasal dari orang-orang terdekat seperti anggota keluarga. Cara penularannya juga beragam. Bisa dari kontak darah, air mani, atau cairan tubuh lainnya. 

Ada baiknya saat merencanakan kehamilan untuk memeriksakan diri. Tak hanya wanita saja, pria juga sebaiknya turut serta karena bisa saja mereka yang mengidap penyakit hepatitis.

Kapan, sih, Bayi Mendapatkan Vaksinasi Hepatitis B?

Jika bayi sudah terinfeksi, langkah yang bisa dilakukan oleh dokter agar bayi tetap sehat adalah memberikan vaksin hepatitis B dan suntikan HBIG saat lahir. Hanya saja, kabar buruknya, tubuh bayi belum cukup kuat untuk menahan serangan virus hepatitis B.

Tapi, semua bayi wajib mendapatkan vaksin hepatitis B. Umumnya, dokter akan memberikan dosis vaksin pertama sebelum meninggalkan tempat persalinan jika sang ibu tidak terserang penyakit ini. Alternatifnya, vaksin awal diberikan saat bayi berusia 2 bulan. Setelah itu, dosis lanjutannya diberikan di usia 6 hingga 18 bulan.

Itulah pembahasan mengenai penularan hepatitis B saat persalinan yang perlu diketahui. Sangat penting untuk melakukan tindak pencegahan sebelum masalah ini terjadi dan membahayakan janin. Pemeriksaan dan vaksinasi adalah hal yang paling penting untuk mencegah penularan dari hepatitis B.

Ibu juga bisa lho melakukan pemeriksaan dan vaksinasi hepatitis B di beberapa rumah sakit rekanan Halodoc melalui fitur janji medis. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan untuk pemesanan tindakan medis dan hal lainnya terkait kesehatan bisa dilakukan melalui smartphone di tangan!

Referensi:
CDC. Diakses pada 2021. When a Pregnant Woman has Hepatitis B.
ACOG. Diakses pada 2021. Hepatitis B and Hepatitis C in Pregnancy.
Medical News Today. Diakses pada 2021. 14 myths about pregnancy.
Hepatitis B Foundation. Diakses pada 2022. Pregnancy and Hepatitis B.