• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hernia pada Bayi, Haruskah Menjalani Prosedur Operasi?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Hernia pada Bayi, Haruskah Menjalani Prosedur Operasi?

Hernia pada Bayi, Haruskah Menjalani Prosedur Operasi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 07 Juli 2021
Hernia pada Bayi, Haruskah Menjalani Prosedur Operasi?

“Ada beberapa jenis hernia yang bisa dialami bayi, salah satunya hernia umbilikalis. Hernia ini ditandai dengan pembengkakan atau penonjolan lunak di sekitar pusarnya. Meski hernia ini bisa sembuh dengan sendiri, tapi ada pula beberapa jenis hernia yang mesti diatasi melalui prosedur operasi.”

Halodoc, Jakarta – Apakah ibu pernah melihat adanya tonjolan di sekitar perut atau alat kelamin Si Kecil? Kondisi tersebut dapat menjadi tanda adanya hernia pada tubuhnya. Hernia terjadi ketika organ dalam tubuh menekan dan mencuat melalui jaringan otot atau ikat di sekitarnya. 

Bayi yang mengalami hernia bisa mengalami berbagai gejala berdasarkan jenis hernia yang diidapnya. Kabar baiknya, bila diketahui sejak dini hernia bisa segera ditangani agar tidak memicu komplikasi pada dirinya. Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi hernia pada bayi? Apakah harus selalu melalui prosedur operasi?

Baca juga: Hernia Diafragma Bisa Ganggu Tumbuh Kembang pada Bayi

Tanpa dan Dengan Prosedur Operasi

Cara mengatasi hernia pada bayi akan disesuaikan dengan jenis hernia yang diidap. Contohnya hernia umbilikalis. Ketika dialami Si Kecil, hernia umbilikalis biasanya menghilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Kira-kira setelah bayi berumur satu atau dua tahun. Namun, adakalanya kondisi usus yang keluar ini tidak kunjung sembuh hingga anak berusia empat tahun, dan menyebabkan rasa sakit. 

Nah, cara mengatasi kondisi tersebut dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan prosedur operasi. Menurut National Health Services UK, sebelum melakukan operasi dokter akan memberikan anestesi lokal pada bayi. Tujuannya untuk membuat area yang terdampak mati rasa. Si Kecil mungkin akan banyak menangis dan menuntut perhatian ekstra setelah operasi. Kondisi ini terbilang normal dan akan berlalu.

Namun, bayi yang mengidap hernia inguinalis hanya bisa diatasi dengan prosedur operasi. Prosedur ini bertujuan untuk menghindari tonjolan bertambah besar, menghitam, dan mengeras. Jika dibiarkan tanpa penanganan, maka hernia inguinalis bisa merusak jaringan tubuh secara permanen.  

Perlu diingat, jangan sekali-kali mengurut atau menekan tonjolan yang muncul pada tubuh bayi. Sebab, tindakan tersebut dapat memperburuk kondisi Si Kecil. 

Nah, agar hernia tak menimbulkan komplikasi, segera temui dokter bila ibu melihat adanya gejala hernia pada Si Kecil. Ibu bisa mengamati gejalanya dengan seksama setiap kali memandikan atau mengganti pakaiannya. 

Untuk lebih jelasnya lagi, ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Baca juga: Cari Tahu 4 Gejala Hernia Berdasarkan Jenisnya

Jenis-Jenis Hernia pada Bayi

Terdapat beberapa jenis hernia pada bayi, tapi hernia umbilikalis dan hernia inguinalis merupakan jenis yang paling sering ditemui. Ketika bayi mengidap hernia umbilikalis, ia akan mengalami pembengkakan atau penonjolan lunak di sekitar pusarnya.

Ibu bisa melihat tonjolan ini pada bayi ketika dirinya menangis, tertawa atau batuk. Tonjolan ini akan hilang ketika Si Kecil sudah tenang atau berbaring pada punggung. 

Untungnya, hernia umbilikalis pada bayi tidak menimbulkan rasa sakit. Lain ceritanya bila dialami oleh orang dewasa, hernia ini bisa menimbulkan nyeri hebat pada perut. Meski begitu, ibu harus waspada terhadap hernia jenis ini. Segera temui dokter bila hernia tersebut membesar, berubah warna, atau menyebabkan bayi muntah-muntah dan terlihat kesakitan. 

Sementara itu, hernia inguinalis ditandai dengan sebagian usus masuk ke rongga perut bawah, dan mencuat ke selangkangan. Kondisi ini disebabkan oleh kelainan atau cacat pada dinding perut. Umumnya, jenis hernia ini sering dijumpai pada bayi laki-laki yang terlahir secara prematur. 

Baca juga: Hati-Hati, Hernia Diafragma Bisa Ancam Nyawa Si Kecil

Hernia inguinalis pada bayi bisa diletak dengan memerhatikan area sekitar alat kelaminnya. Hernia ini ditandai dengan benjolan sebesar ibu jari pada selangkangan atau buah zakar bayi.

Tonjolan ini akan terlihat menonjol saat dirinya aktif bergerak atau menangis, dan mengempis saat dirinya berbaring. Pada bayi perempuan hernia inguinalis ditandai dengan benjolan berbentuk lonjong di selangkangan atau labia (bibir kemaluan). 

Nah, andaikan Si Kecil mengidap hernia atau memiliki masalah kesehatan lainnya, ibu bisa kok memeriksakan dirinya ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.

Referensi:
National Health Services UK. Diakses pada 2021. Health A to Z. Umbilical Hernia Repair.
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Inguinal Hernia.
Healthy Children. Diakses pada 2021. Inguinal Hernia in Infants & Children.
WebMD. Diakses pada 2021. Umbilical Hernia in Children.