Ad Placeholder Image

Hodgkin Lymphoma: Kanker yang Bisa Disembuhkan!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   05 Mei 2026

Hodgkin's Lymphoma: Kenali Gejala, Tingkatkan Peluang Sembuh

Hodgkin Lymphoma: Kanker yang Bisa Disembuhkan!Hodgkin Lymphoma: Kanker yang Bisa Disembuhkan!

Limfoma Hodgkin, atau yang juga dikenal sebagai Hodgkin’s Lymphoma (HL), adalah jenis kanker yang berasal dari sistem limfatik, bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Kanker ini ditandai dengan pertumbuhan sel darah putih (limfosit) yang abnormal dan cepat, membentuk sel kanker besar yang disebut sel Reed-Sternberg. Penyakit ini sering menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri di leher, dada, atau ketiak, disertai gejala sistemik seperti demam, keringat malam, dan penurunan berat badan. Kabar baiknya, limfoma Hodgkin sangat dapat diobati, dengan sebagian besar penderita mencapai kesembuhan, terutama jika didiagnosis lebih awal.

Apa Itu Limfoma Hodgkin (Hodgkin’s Lymphoma)?

Limfoma Hodgkin adalah kanker darah yang menyerang limfosit, sel-sel kekebalan tubuh yang berperan melawan infeksi. Sel-sel abnormal ini, yang dikenal sebagai sel Reed-Sternberg, adalah ciri khas dari limfoma Hodgkin. Kanker ini umumnya bermula di kelenjar getah bening, yaitu bagian dari sistem limfatik yang tersebar di seluruh tubuh.

Sistem limfatik mencakup kelenjar getah bening, limpa, timus, dan sumsum tulang. Ketika limfosit menjadi ganas, mereka mulai berkembang biak secara tidak terkontrol. Kondisi ini dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening dan, jika tidak ditangani, dapat menyebar ke organ lain.

Ada dua jenis utama limfoma Hodgkin:

  • Limfoma Hodgkin Klasik (Classic Hodgkin Lymphoma – cHL): Ini adalah jenis yang paling umum, mencakup sekitar 95% dari semua kasus.
  • Limfoma Hodgkin dengan Predominansi Limfosit Nodular (Nodular Lymphocyte-Predominant Hodgkin Lymphoma – NLPHL): Jenis ini lebih jarang terjadi.

Gejala Limfoma Hodgkin (Hodgkin’s Lymphoma) yang Perlu Diwaspadai

Gejala paling umum dari limfoma Hodgkin adalah pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri. Pembengkakan ini paling sering ditemukan di leher, dada (seringkali terdeteksi melalui rontgen dada), atau ketiak. Pembengkakan ini umumnya terasa kenyal dan tidak menyebabkan rasa sakit.

Selain itu, terdapat sejumlah gejala sistemik yang dikenal sebagai “Gejala B”. Gejala-gejala ini merupakan indikator penting dalam diagnosis dan penentuan stadium penyakit. Gejala B meliputi:

  • Demam yang tidak jelas penyebabnya, terutama yang berulang.
  • Keringat malam yang berlebihan, yang membasahi pakaian dan seprai.
  • Penurunan berat badan yang tidak disengaja lebih dari 10% dari berat badan tubuh dalam enam bulan.

Gejala lain yang mungkin timbul termasuk gatal-gatal hebat (pruritus), kelelahan ekstrem, batuk, sesak napas, atau nyeri dada jika kelenjar getah bening di dada membesar dan menekan organ lain.

Penyebab dan Faktor Risiko Limfoma Hodgkin

Penyebab pasti limfoma Hodgkin masih belum sepenuhnya dipahami. Namun, para peneliti mengetahui bahwa penyakit ini dimulai ketika ada kesalahan genetik pada limfosit. Kesalahan ini menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh dan membelah secara tidak terkontrol, membentuk sel Reed-Sternberg yang abnormal.

Beberapa faktor risiko yang diketahui dapat meningkatkan kemungkinan seseorang terkena limfoma Hodgkin meliputi:

  • Infeksi virus Epstein-Barr (EBV): Virus ini dikaitkan dengan beberapa kasus limfoma Hodgkin, meskipun tidak semua orang yang terinfeksi EBV akan mengembangkan penyakit ini.
  • Usia: Limfoma Hodgkin paling sering didiagnosis pada dua kelompok usia, yaitu dewasa muda (usia 20-30an) dan orang dewasa yang lebih tua (usia di atas 55 tahun).
  • Sistem kekebalan tubuh yang melemah: Orang dengan kondisi yang menekan sistem kekebalan, seperti HIV/AIDS atau yang menerima obat imunosupresan setelah transplantasi organ, memiliki risiko lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga: Memiliki anggota keluarga dekat yang pernah menderita limfoma Hodgkin dapat sedikit meningkatkan risiko.

Diagnosis dan Pengobatan Limfoma Hodgkin

Diagnosis limfoma Hodgkin ditegakkan melalui biopsi, yaitu pengambilan sampel jaringan dari kelenjar getah bening yang membesar. Sampel ini kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari keberadaan sel Reed-Sternberg.

Setelah diagnosis, serangkaian tes tambahan akan dilakukan untuk menentukan stadium kanker. Penentuan stadium ini sangat penting untuk merencanakan pengobatan yang paling efektif.

Limfoma Hodgkin adalah salah satu jenis kanker yang sangat dapat diobati, dengan tingkat kesembuhan yang tinggi, terutama jika didiagnosis pada stadium awal. Pilihan pengobatan utama meliputi:

  • Kemoterapi: Menggunakan obat-obatan yang kuat untuk membunuh sel kanker.
  • Terapi Radiasi: Menggunakan sinar energi tinggi untuk membunuh sel kanker di area tertentu.
  • Imunoterapi: Menggunakan sistem kekebalan tubuh pasien sendiri untuk melawan sel kanker.
  • Terapi Target: Menggunakan obat-obatan yang menargetkan sel kanker secara spesifik dengan mengganggu fungsi yang esensial untuk pertumbuhannya.

Rencana pengobatan akan disesuaikan dengan jenis limfoma Hodgkin, stadium penyakit, usia, kondisi kesehatan umum, dan preferensi pasien.

Bisakah Limfoma Hodgkin Dicegah?

Karena penyebab pasti limfoma Hodgkin belum diketahui, tidak ada cara yang pasti untuk mencegahnya. Namun, menjaga gaya hidup sehat dan sistem kekebalan tubuh yang kuat secara umum dapat mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Deteksi dini adalah kunci penting dalam penanganan limfoma Hodgkin. Mengenali gejala dan segera mencari pertolongan medis dapat meningkatkan peluang kesembuhan secara signifikan.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika mengalami pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak nyeri, terutama jika disertai dengan demam yang tidak dapat dijelaskan, keringat malam, atau penurunan berat badan yang drastis, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan medis dapat membantu menyingkirkan kondisi lain atau mendiagnosis limfoma Hodgkin pada tahap awal.

Pertanyaan Umum tentang Limfoma Hodgkin

Apakah limfoma Hodgkin bisa sembuh total?
Ya, limfoma Hodgkin memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi, terutama jika terdeteksi dan diobati pada stadium awal. Banyak pasien mencapai remisi jangka panjang atau kesembuhan total.

Apa perbedaan antara limfoma Hodgkin dan non-Hodgkin?
Perbedaan utama terletak pada jenis sel kanker yang terlibat. Limfoma Hodgkin ditandai dengan keberadaan sel Reed-Sternberg, sedangkan limfoma non-Hodgkin tidak memiliki sel tersebut. Kedua jenis ini memiliki karakteristik, penanganan, dan prognosis yang berbeda.

Penting untuk diingat bahwa informasi ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat medis profesional. Apabila ada kekhawatiran terkait kesehatan, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah menghubungi dokter umum atau spesialis untuk mendapatkan saran medis yang akurat dan terpercaya.