16 March 2018

Ibu Baru Jangan Takut Menyusui, Ikuti Langkah Ini

Ibu Baru Jangan Takut Menyusui, Ikuti Langkah Ini

Halodoc, Jakarta – Buah hati yang sudah lama dinanti-nantikan akhirnya lahir juga. Nah, kini saatnya ibu memasuki tahap menyusui. Pengalaman menyusui pertama kali bagi ibu baru mungkin tidak selalu berjalan mulus seperti yang diharapkan. Kebanyakan ibu baru juga mencemaskan beberapa hal seperti takut cara menyusuinya salah, khawatir bayi tidak bisa menyusui dengan lancar atau jika air susu ibu (ASI) tidak keluar. Tapi, ibu enggak perlu khawatir, karena pada dasarnya menyusui itu sederhana, kok.

Ibu enggak perlu cemas kalau ASI tidak langsung keluar setelah melahirkan, karena itu adalah hal yang normal. Produksi ASI setiap ibu berbeda-beda. Ada ibu yang ASI-nya langsung keluar setelah melahirkan, tapi beberapa ibu lainnya mungkin harus menunggu beberapa hari setelah melahirkan sampai ASI-nya keluar. Beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk merangsang agar ASI cepat keluar adalah dengan memijat payudara dan mengonsumsi makanan yang bergizi (Baca juga: Makanan Wajib Agar ASI Berlimpah).

Nah, ibu dianjurkan untuk mulai menyusui bayi segera setelah proses melahirkan selesai, karena ASI pertama yang keluar mengandung kolostrum yang dapat meningkatkan imunitas Si Kecil. Pertama kalinya bayi menyusui pada ibu disebut dengan inisiasi menyusui dini, disingkat IMD. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa ibu ikuti agar dapat menyusui dengan baik dan benar:

  1. Pertama-tama, posisikanlah diri senyaman mungkin dan rileks. Ibu bisa duduk bersandar atau menggunakan bantal sebagai ganjalan.
  2. Setelah ibu sudah duduk dengan nyaman, gendong dan pegang kepala bayi dengan satu tangan dan pegang payudara ibu dengan tangan ibu yang lain. Lalu, dekatkan muka bayi ke payudara ibu. Pastikan tubuh Si Kecil sudah menempel dengan benar dengan tubuh ibu.
  3. Beri rangsangan pada daerah bibir bawah bayi dengan menggunakan puting ibu, agar Si Kecil mau membuka mulutnya dengan lebar. Biarkan bayi memasukkan sendiri areola (seluruh bagian gelap di sekitar puting payudara ibu) ke dalam mulutnya.
  4. Kemudian bayi akan menggunakan lidahnya untuk mengisap ASI. Ibu tinggal ikuti irama menghisap bayi saja.
  5. Ketika ibu ingin menyudahi atau memindahkannya ke payudara lain, jangan langsung tiba-tiba melepas mulut bayi dan menggeser payudara. Hal ini bisa membuat bayi rewel dan sulit menyusui lagi nantinya. Jadi, ibu sebaiknya meletakkan satu jari ibu ke sudut bibir bayi untuk pelan-pelan melepaskan hisapannya.
  6. Biarkan bayi menikmati proses menyusu ini selama yang ia perlukan. Ingat, tidak ada batasan waktu pasti untuk menyusui.
  7. Ibu juga dianjurkan untuk berganti payudara saat menyusui bayi untuk mencegah payudara yang belum disusui menjadi nyeri. Ibu bisa berpindah payudara ketika ibu mulai merasakan payudara yang sedang diisap bayi sudah mengempes.
  8. Sebelum berhenti menyusui, perhatikan apakah bayi masih ingin menyusu atau tidak. Ketika bayi masih ingin menyusu, ia akan memasukkan aerola ke dalam mulutnya dan kembali mengisap.Tapi kalau bayi sudah kenyang, ia akan berhenti dengan sendirinya.
  9. Setelah bayi kenyang, posisikan kepala bayi lebih tinggi, dan tepuklah punggungnya pelan-pelan agar bayi bisa bersendawa.

Itulah langkah-langkah menyusui yang baik dan benar. Ibu dianjurkan untuk memberikan ASI pada bayi dengan cara menyusuinya langsung. Dengan begitu, ikatan antara ibu dan anak akan lebih dekat, karena saat menyusui, bayi berkontak langsung dengan kulit ibu. Jika Si Kecil sakit, jangan panik, ibu bisa bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Bicarakan masalah kesehatan yang dialami Si Kecil dan minta rekomendasi obat dari dokter Halodoc melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google.