Ad Placeholder Image

Ibu Hamil Boleh Makan Nastar? Ini Batas Amannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Ibu Hamil Boleh Makan Nastar? Ini Porsi Amannya!

Ibu Hamil Boleh Makan Nastar? Ini Batas Amannya!Ibu Hamil Boleh Makan Nastar? Ini Batas Amannya!

Saat masa kehamilan, banyak calon ibu mungkin penasaran tentang makanan tertentu, termasuk kue nastar. Nastar, kue kering populer dengan isian selai nanas, seringkali menjadi godaan. Namun, penting untuk memahami batasan dan pertimbangan kesehatan sebelum mengonsumsinya.

Apa Itu Kue Nastar?

Nastar adalah jenis kue kering yang terbuat dari adonan tepung terigu, mentega, telur, dan gula, kemudian diisi dengan selai nanas. Kue ini dikenal dengan rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut. Umumnya, nastar tinggi akan kandungan gula, kalori, dan lemak.

Ibu Hamil Boleh Makan Nastar? Ini Penjelasannya

Ibu hamil boleh mengonsumsi nastar, namun harus dalam jumlah yang sangat terbatas. Konsumsi nastar perlu dibatasi karena kandungan nutrisinya yang didominasi oleh gula, kalori, dan lemak. Asupan berlebihan dari jenis makanan ini tidak disarankan selama kehamilan.

Penting untuk mengutamakan asupan gizi seimbang dan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin. Makanan tinggi gula dan lemak sebaiknya hanya dikonsumsi sesekali dan dalam porsi kecil.

Risiko Konsumsi Nastar Berlebihan pada Kehamilan

Mengonsumsi nastar dalam jumlah banyak selama kehamilan dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan. Risiko ini berkaitan dengan tingginya kandungan gula dan kalori dalam nastar.

  • Diabetes Gestasional
    Asupan gula berlebih meningkatkan risiko terjadinya diabetes gestasional, yaitu kondisi kadar gula darah tinggi yang muncul selama kehamilan. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.
  • Kenaikan Berat Badan Berlebihan
    Nastar yang tinggi kalori dapat memicu kenaikan berat badan berlebihan pada ibu hamil. Kenaikan berat badan yang tidak terkontrol bisa meningkatkan risiko komplikasi seperti preeklampsia atau kesulitan saat persalinan.
  • Kurangnya Asupan Nutrisi Esensial
    Jika ibu hamil terlalu sering mengonsumsi nastar atau camilan tidak sehat lainnya, ada kemungkinan asupan nutrisi penting dari makanan sehat menjadi terabaikan. Hal ini bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.

Porsi Aman Konsumsi Nastar bagi Ibu Hamil

Untuk meminimalkan risiko, ibu hamil disarankan untuk membatasi konsumsi nastar. Idealnya, konsumsi 1 hingga 3 buah nastar per hari sesekali sudah cukup. Jumlah ini perlu disesuaikan dengan total asupan kalori harian dan kondisi kesehatan masing-masing.

Setelah mengonsumsi nastar, sebaiknya selingi dengan camilan sehat. Pilihan camilan sehat seperti buah-buahan segar, yoghurt tawar, atau segenggam kacang-kacangan dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tanpa menambah asupan gula dan lemak berlebih.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Ibu Hamil Makan Nastar

Selain membatasi porsi, ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil saat ingin menikmati nastar. Perhatian terhadap detail ini membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan.

  • Kebersihan Mulut
    Setelah mengonsumsi nastar yang manis, segera bersihkan mulut dengan menyikat gigi atau berkumur. Hal ini penting untuk mencegah masalah gigi dan mulut yang rentan terjadi selama kehamilan.
  • Kondisi Kesehatan Khusus
    Ibu hamil dengan riwayat diabetes atau yang telah didiagnosis diabetes gestasional harus sangat berhati-hati. Dalam kondisi ini, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi nastar atau makanan manis lainnya.
  • Kualitas Nastar
    Pastikan nastar yang dikonsumsi dibuat dengan bahan-bahan berkualitas dan higienis. Hindari nastar yang terlihat sudah lama atau tidak disimpan dengan baik untuk mencegah risiko keracunan makanan.

Alternatif Camilan Sehat untuk Ibu Hamil

Demi kesehatan ibu dan janin, prioritaskan camilan yang kaya nutrisi. Banyak pilihan camilan sehat yang dapat dinikmati tanpa kekhawatiran berlebihan.

  • Buah-buahan Segar
    Apel, pir, pisang, jeruk, atau buah beri adalah sumber vitamin, mineral, dan serat yang baik.
  • Yoghurt Tawar
    Mengandung kalsium dan probiotik yang bermanfaat untuk pencernaan. Bisa ditambahkan buah-buahan sebagai pemanis alami.
  • Kacang-kacangan
    Almond, kenari, atau kacang tanah panggang tanpa garam merupakan sumber protein, serat, dan lemak sehat.
  • Sayuran Stik
    Wortel atau timun yang dicocol hummus bisa menjadi pilihan camilan renyah dan bergizi.

Pilihan camilan ini tidak hanya lezat tetapi juga mendukung kebutuhan nutrisi ibu hamil.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Nastar dapat menjadi bagian kecil dari diet ibu hamil, asalkan dikonsumsi secara moderat dan penuh kesadaran. Prioritaskan diet yang kaya akan nutrisi dari buah-buahan, sayuran, protein tanpa lemak, dan biji-bijian. Selalu perhatikan respons tubuh dan hindari konsumsi berlebihan.

Jika memiliki kekhawatiran tentang diet selama kehamilan atau kondisi kesehatan tertentu, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Halodoc menyediakan layanan konsultasi medis yang dapat diakses dengan mudah untuk mendapatkan saran kesehatan yang akurat dan personal.