Ibu Hamil Terserang Batuk, Amankah Meminum Obat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ibu Hamil Terserang Batuk, Amankah Meminum Obat?

Halodoc, Jakarta – Perubahan fisik dan hormonal selama kehamilan, membuat ibu harus menjaga daya tahan tubuh agar tidak terserang penyakit. Namun, ada kalanya ibu juga bisa jatuh sakit akibat faktor lain, seperti cuaca atau konsumsi makanan yang tidak sehat. Batuk adalah penyakit yang rentan dialami ibu hamil. Meskipun batuk sering dianggap sepele, namun beda kasusnya ketika ibu hamil yang mengidapnya.

Selama masa kehamilan, ada beberapa obat yang pantang dikonsumsi oleh ibu hamil. Alasan praktisnya, segala sesuatu yang dikonsumsi oleh ibu memengaruhi sang jabang bayi. Itulah mengapa, mengobati batuk pada ibu hamil jauh lebih sulit ketimbang biasanya. Lantas, apakah ibu hamil tidak dianjurkan minum obat sama sekali? Atau, adakah obat-obatan yang aman dikonsumsi oleh ibu hamil? Berikut ulasannya. 

Baca Juga: 5 Penyakit yang Biasa Diidap Ibu Hamil

Bolehkah Ibu Hamil Minum Obat Batuk?

Menurut University of Michigan Health System, wanita yang memiliki usia kehamilan 12 minggu harus menghindari semua jenis obat. Pasalnya, 12 minggu pertama kehamilan adalah saat yang kritis untuk perkembangan organ vital bayi. Setelah melewati usia 12 minggu, ada obat yang bisa ibu konsumsi untuk meredakan batuk dan meringankan gejalanya.

Dikutip dari Healthline, beberapa contoh obat yang digunakan setelah 12 minggu kehamilan, contohnya balsam yang bisa dioleskan ke dada, pelipis, dan di bawah hidung, obat batuk atau tablet hisap, acetaminophen untuk meredakan nyeri, dan demam, penekan batuk di malam hari, ekspektoran pada siang hari, atau sirup obat batuk biasa. Meskipun dianggap aman, ibu perlu berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Kalau ibu butuh menanyakan seputar hal ini, ibu bisa langsung menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc.

Baca Juga: Sering Sakit Kepala saat Hamil? Ini Penyebabnya

Hindari obat all in one yang menggabungkan bahan untuk mengatasi banyak gejala. Sebaliknya, pilih obat tunggal untuk gejala yang ibu alami. Adapun jenis obat yang dihindari kecuali disarankan oleh dokter. Beberapa obat-obatan yang perlu dihindari yaitu aspirin, ibuprofen, naproxen, kodein, dan antibiotik. 

Pengobatan Rumahan yang Bisa Dilakukan

Apabila ibu mengalami batuk dan disertai dengan tidak enak badan, ada sejumlah tips pengobatan rumahan yang dikutip dari American Pregnancy Association, yaitu :

  • Istirahat yang cukup. Coba untuk mendapatkan tidur malam setidaknya delapan jam sehari. Ibu perlu mendapatkan tidur siang dan tidak beraktivitas terlalu banyak. 
  • Minum banyak cairan. Jangan lupa untuk minum air putih minimal delapan gelas sehari. Ibu juga bisa memilih jus atau kaldu untuk menambah nutrisi Si Kecil. 
  • Makan secara teratur.  Batuk terkadang membuat ibu malas untuk makan. Tetapi, jangan sampai ibu melewatkan makan karena dapat memperlambat penyembuhan. Cobalah makan dalam porsi kecil sesering mungkin.
  • Meringankan sakit tenggorokan. Kalau batuk yang ibu alami dibarengi dengan sakit tenggorokan, ibu bisa meringankan dengan minum es, minum teh hangat, atau berkumur dengan air garam hangat.

Baca Juga: 6 Tips Agar Ibu dan Janin Tetap Sehat Saat Hamil Trimester Kedua

Mengingat pengobatan batuk pada ibu hamil lebih sulit, sebaiknya lakukan langkah-langkah pencegahan sebelumnya. Langkah terpenting yaitu mempertahankan gaya hidup sehat. Pastikan ibu konsumsi makan bergizi, banyak beristirahat dan berolahraga secara teratur. Selain itu, penting untuk mengonsumsi vitamin prenatal, serta probiotik. Jangan lupa untuk mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum makan dan setelah menggunakan toilet.

Referensi :
Healthline. Diakses pada 2020. How to Treat a Cold or Flu When You’re Pregnant.
American Pregnancy Association. Diakses pada 2020. Cough And Cold During Pregnancy.