23 October 2017

Ibu Hamil, Wajib Pahami Fakta dan Penyebab Kelahiran Prematur

Ibu Hamil, Wajib Pahami Fakta dan Penyebab Kelahiran Prematur

Halodoc, Jakarta – Kelahiran prematur merupakan kelahiran yang terjadi pada tiga minggu atau lebih sebelum waktu kelahiran normal. Pada kondisi normal, kelahiran akan terjadi setelah kandungan berusia 40 minggu. Dengan kata lain, kelahiran prematur terjadi pada minggu ke-37 kehamilan atau lebih awal.

Pada tahun 2012, berdasarkan data yang dirilis WHO, ada lebih dari 15 juta bayi di dunia lahir prematur setiap tahun. Ada sekitar 60 persen dari kasus kelahiran prematur terjadi di Afrika dan Asia Selatan, termasuk Indonesia. Bahkan dari 10 negara, Indonesia menduduki posisi kelima dengan kasus kelahiran prematur tertinggi dengan jumlah 675.700 kasus. Jumlah rata-rata kelahiran prematur di Indonesia pun cukup tinggi, yakni sebanyak 15 kasus dari setiap 100 kelahiran.

Pada proses kehamilan  diminggu-minggu terakhir kehamilan, menjadi saat yang paling penting untuk proses pertumbuhan janin, khususnya otak dan paru-paru. Maka dari itu, bayi yang lahir prematur cenderung rentan mengalami gangguan medis lebih serius dan biasanya dirawat di rumah sakit lebih lama dari bayi yang lahir normal. Selain itu, berikut ini masih ada 9 fakta lain mengenai bayi yang lahir prematur yang perlu kamu perhatikan:

1.  Secara fisik, bayi dengan kelahiran prematur terlihat berbeda dari bayi yang lahir normal. Perbedaannya bisa terlihat dari tubuh bayi prematur yang kecil dengan ukuran kepala yang agak besar. Ukuran badan dan kepalanya terlihat tidak proporsional.
2.  Kurang memiliki refleks untuk mengisap dan menelan, sehingga menyebabkan mereka susah makan.
3.  Tubuhnya diselimuti bulu halus (lanugo) yang tumbuh lebat di sekujur tubuh.
4.  Biasanya sorot matanya tajam dan bentuk matanya tidak sebulat bayi normal karena kekurangan lemak tubuh.
5.  Pernapasan terganggu dan suhu tubuh rendah saat dilahirkan.
6.  Janin yang lahir sebelum usia kehamilan mencapai 23 minggu tidak akan bisa bertahan hidup di luar rahim sang ibu.
7.  Bila bayi yang lahir saat usia kehamilan belum mencapai 25 minggu, biasanya akan memiliki risiko penyakit jangka panjang, seperti gangguan neurologis, kesulitan belajar, bahkan mengalami cacat fisik.
8.  Sebagian besar bayi yang lahir ketika usia kehamilan belum mencapai 28 minggu mengalami gangguan pada sistem pernapasan.
9.  Apabila bayi lahir setelah minggu ke-37, risiko komplikasi yang mungkin dialami semakin kecil. Namun meski risikonya kecil, potensi untuk timbulnya komplikasi tetap ada.

Faktor Penyebab Kelahiran Prematur
Pada dasarnya kelahiran prematur disebabkan oleh banyak faktor. Pada kebanyakan kasus, kelahiran prematur terjadi secara spontan tanpa diketahui penyebabnya secara jelas. Namun diduga ada empat kondisi medis yang menyebabkan terjadinya kelahiran prematur antara lain pecah ketuban pecah dini, pendarahan pada kehamilan, hipertensi pada saat hamil, dan serviks yang lemah.

Selain itu, kelahiran prematur pada ibu hamil bisa meningkat karena sejumlah faktor yang memicu terjadinya kondisi bayi lahir prematur, seperti:

1.  Kekurangan atau kelebihan berat badan sebelum hamil
2.  Gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
3.  Sering merokok baik sebelum maupun saat hamil
4.  Persiapan kehamilan yang kurang baik atau kurang nutrisi
5.  Mengonsumsi alkohol atau menggunakan narkoba selama masa kehamilan
6.  Stres akibat banyak pikiran
7.  Jeda kehamilan yang sangat singkat dari kehamilan sebelumnya
8.  Mengandung bayi kembar dua, tiga, atau kelipatannya
9.  Pernah melahirkan prematur, keguguran, atau melakukan aborsi
10.  Memiliki masalah pada rahim, serviks, atau plasenta
11.  Mengalami infeksi cairan ketuban atau sistem reproduksi

Itulah beberapa informasi penting terkait fakta dan faktor penyebab melahirkan prematur yang perlu diketahui oleh ibu hamil. Salah satu tindakan preventif yang bisa kamu lakukan untuk meminimalisir kemungkinan  kamu melahirkan bayi prematur adalah dengan rutin memeriksakan kondisi kehamilan pada dokter kandungan. Salah satu cara praktis untuk berdiskusi dengan dokter adalah dengan menggunakan aplikasi Halodoc.

Aplikasi Halodoc merupakan penghubung komunikasi antara pengguna dengan dokter baik dokter kandungan maupun spesialis lainnya di mana dan kapan saja dan kamu bisa memilih dokter yang kamu inginkan melalui menu Contact Doctor dan membeli segala keperluan medis baik obat atau vitamin pada menu Pharmacy Delivery. Untuk memanfaatkan 2 fitur Halodoc ini kamu harus mengunduh aplikasi-nya di App Store atau Google Play.  

BACA JUGA: 4 Risiko Diabetes Pada Wanita Hamil