• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Harus Tahu, Ini Bahaya Konsumsi Raw Milk pada Anak Balita
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu Harus Tahu, Ini Bahaya Konsumsi Raw Milk pada Anak Balita

Ibu Harus Tahu, Ini Bahaya Konsumsi Raw Milk pada Anak Balita

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 23 November 2022

"Berbeda dengan susu pasteurisasi, susu mentah atau raw milk sebaiknya tidak boleh dikonsumsi langsung oleh bayi dan balita. Sebab, hal tersebut bisa memicu terjadinya keracunan makanan.”

Ibu Harus Tahu, Ini Bahaya Konsumsi Raw Milk pada Anak BalitaIbu Harus Tahu, Ini Bahaya Konsumsi Raw Milk pada Anak Balita

Halodoc, Jakarta – Susu menjadi minuman yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Sebab, ada banyak sekali nutrisi penting yang terkandung pada susu, mulai dari protein, lemak, fosfor, dan kalsium. Meski demikian, ibu tidak boleh memberikan susu untuk bayi dan balita secara asal, misalnya memberikan susu mentah alias raw milk.

Apa Itu Raw Milk?

Susu mentah atau raw milk merupakan susu yang didapat langsung dari hasil perah dan belum melalui pengolahan dengan proses apa pun.  Raw milk ini juga terkadang disebut dengan susu murni. Proses pengolahan yang dimaksud adalah pasteurisasi untuk mematikan bakteri yang berbahaya. 

Sebenarnya, susu sapi yang belum diperah masih steril dari kotoran atau bakteri. Hanya saja, ketika melalui proses pemerahan, susu bisa mengalami kontaminasi dari kuman maupun bakteri. Kontaminasi bisa terjadi dari banyak cara, termasuk: 

  • Mastitis atau infeksi pada ambing (kelenjar dalam payudara yang mengeluarkan air susu) hewan ternak.
  • Hewan pengerat, serangga, atau hewan lainnya.
  • Penyakit yang menyerang hewan ternak itu sendiri, misalnya tuberkulosis sapi.
  • Sanitas dan kondisi lingkungan yang tidak sehat.
  • Kotoran hewan yang berkontak langsung dengan susu.
  • Kontaminasi yang berasal dari petugas yang memerah susu. 

Inilah sebabnya, pasteurisasi menjadi cara terbaik yang bisa dilakukan untuk membunuh semua bakteri dan menghilangkan kontaminasi. Susu yang telah melalui proses tersebut akan memiliki ketahanan lebih lama dibandingkan dengan raw milk. Sebab, susu mentah akan lebih cepat basi apabila terkena kontak langsung dengan udara luar. 

Amankah Dikonsumsi Bayi dan Balita?

Tak sedikit orang memilih untuk mengonsumsi susu mentah karena dinilai lebih menyehatkan. Sayangnya, mengonsumsi raw milk justru bisa memberikan efek yang sebaliknya. 

Banyak sekali bakteri dan kuman yang terkandung dalam susu mentah yang tidak diolah. Ini termasuk bakteri Salmonella, E. coli, Listeria monocytogenes, dan Campylobacter. Bakteri ini sangat rentan menyerang bayi, balita, ibu hamil, lansia, dan kelompok orang dengan kondisi imunitas yang lemah. 

Infeksi bakteri tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya keracunan makanan. Gejalanya sangat beragam, mulai dari diare, mual dan muntah, demam, dehidrasi, dan nyeri pada perut. 

Keracunan makanan memang bisa membaik pada sebagian orang. Meski begitu, pada bayi dan balita, kondisi ini bisa meningkatkan risiko sindrom hemolitik uremik yang bisa menginfeksi organ ginjal, menyebabkan terjadinya peradangan, hingga berujung pada kematian. 

American Academy of Pediatrics juga mengimbau agar raw milk tidak dikonsumsi oleh bayi, balita, dan ibu hamil. Imbauan ini juga termasuk mengonsumsi makanan yang dibuat dari susu mentah. Oleh karena itu, sebaiknya susu mentah tidak diberikan pada bayi dan balita. 

Pilih Susu dan Produk Turunannya yang Sudah Dipasteurisasi

Sebagai gantinya, berikan susu yang sudah dipasteurisasi untuk balita. Sementara untuk bayi, pastikan ibu memasak kembali susu pasteurisasi sebelum diberikan. Lebih baik lagi jika ibu memberikannya dalam campuran makanan, tidak secara langsung. 

Selain itu, apabila ibu hendak memberikan produk turunan susu, seperti yoghurt atau keju, cek bahan-bahannya dan pastikan susu yang digunakan sudah melalui proses pasteurisasi. Tujuannya untuk mencegah infeksi bakteri dan keracunan makanan pada bayi dan balita. 

Apabila ibu mendapati gejala keracunan makanan pada sang buah hati, segera lakukan penanganan pertama sebelum membawa ke rumah sakit terdekat. Buat janji rumah sakit di Halodoc supaya ibu tidak lagi perlu mengantre. Cek dan download Halodoc di App Store dan Play Store secara gratis. 

Banner download aplikasi Halodoc
Referensi:
American Academy of Pediatrics. Diakses pada 2022. Consumption of Raw or Unpasteurized Milk and Milk Products by Pregnant Women and Children.
CDC. Diakses pada 2022. Raw Milk Questions and Answers.