• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ibu, Ketahui Gejala Gangguan OCD yang Bisa Dialami Anak

Ibu, Ketahui Gejala Gangguan OCD yang Bisa Dialami Anak

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Cemas dan ingin melakukan yang terbaik adalah naluri yang wajar dimiliki setiap manusia. Namun, jika sudah berlebihan, kamu perlu hati-hati. Gangguan kecemasan yang ditandai dengan sikap perfeksionis dan terobsesi pada sesuatu secara berlebihan, adalah obsessive compulsive disorder (OCD). Gangguan OCD ini bisa dialami oleh anak juga, lho. 

Mengutip American Psychiatric Association, OCD dijelaskan sebagai gangguan kecemasan yang dapat membuat seseorang memiliki pikiran atau sensasi kuat yang tidak diinginkan, sehingga membuatnya merasa harus melakukan sesuatu secara berulang-ulang. Gangguan OCD pada anak pada dasarnya memiliki gejala yang sama dengan orang dewasa.

Baca juga: Benarkah Trauma pada Masa Lalu Dapat Sebabkan OCD?

Gejala Gangguan OCD pada Anak

Dari deskripsi yang dijelaskan tadi, dapat diketahui bahwa gangguan OCD pada anak ditandai dengan dua karakter atau perilaku yang tidak terpisahkan, yaitu obsesif dan kompulsif. Perilaku obsesif dalam gangguan OCD pada anak dapat berupa rasa cemas dan takut yang berlebihan dan tidak bisa dikendalikan, akan sesuatu yang mungkin saja tidak masuk akal.

Untuk bisa meredakan cemas dan takut tersebut, mereka merasa perlu melakukan sesuatu secara terus-menerus, atau disebut juga dengan istilah kompulsif. Jika tidak dilakukan, pengidap gangguan OCD akan selalu merasa cemas. Akhirnya, mereka jadi terus-menerus melakukan hal yang sama untuk meredakan kecemasan. Namun masalahnya, kecemasan tersebut selalu datang, sehingga membentuk suatu siklus yang tak berkesudahan.

Mengenai gangguan OCD pada anak, International OCD Foundation mengungkapkan bahwa gangguan ini bisa terjadi pada anak dari segala usia. Meski begitu, gejalanya sering muncul untuk pertama kalinya ketika anak berusia 8-12 tahun. 

Baca juga: 3 Ciri Obsessive Compulsive Disorder, Jadi Salah Satunya?

Lalu, apakah gejala gangguan OCD pada anak sama? Tentu saja, tidak. Sama halnya seperti orang dewasa, gangguan OCD pada anak juga bisa memiliki gejala yang berbeda-beda. Ada yang cemas akan kotor, sehingga bolak-balik cuci tangan. Ada pula yang takut terlupa akan sesuatu, sehingga berulang kali mengecek isi tas sebelum berangkat ke mana pun. 

Apapun bentuk gejalanya, gangguan OCD pada anak perlu dikonsultasikan ke dokter atau psikolog anak. Terutama jika sudah mulai mengganggu aktivitasnya sehari-hari, membuat anak sulit bersenang-senang, atau telah terjadi selama berbulan-bulan. Agar lebih mudah, ibu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter atau psikolog anak di rumah sakit, dan ajak anak melakukan konseling. 

Bagaimana Penanganan Gangguan OCD pada Anak?

Jika anak didiagnosis gangguan OCD, dokter biasanya akan meresepkan obat jenis selective serotonin reuptake inhibitors untuk diminum secara rutin, atau melakukan terapi perilaku kognitif.

Melalui sesi terapi ini, anak diajarkan cara melawan rasa cemas dan takut, serta bagaimana menahan diri untuk tidak melakukan sesuatu secara kompulsif. 

Baca juga: Kenali 4 Gejala yang Dialami Pengidap OCD

Tujuan dilakukannya terapi perilaku kognitif untuk anak dengan gangguan OCD tentu saja untuk melemahkan siklus obsesif-kompulsif yang dimiliki anak. Dalam hal ini, peran serta dan dukungan penuh dari orangtua sangat penting, guna mendukung keberhasilan terapi. 

Itulah sebabnya, orangtua biasanya akan diminta untuk memberi semangat, dukungan, dan kasih sayang pada anak, perbanyak sabar dan memahami kecemasan yang dirasakan anak, dan melakukan hal yang direkomendasikan oleh dokter untuk menunjang penyembuhan. Dokter atau terapis juga biasanya akan mengajarkan teknik pernapasan dan meditasi untuk menenangkan diri. Orangtua bisa membantu anak melakukan ini di rumah. 

Referensi:
American Psychiatry Association. Help With Obsessive-Compulsive Disorder.
International OCD Foundation. Diakses pada 2020. Signs & Symptoms of Pediatric OCD.
Kids Health. Diakses pada 2020. Obsessive-Compulsive Disorder.
Beyond OCD. Diakses pada 2020. Helping A Child Who Has OCD.