06 August 2018

Ibu Perlu Tahu Manfaat Mengelus dan Mengobrol dengan Janin

janin, ikatan emosional dengan janin, manfaat mengelus janin, ibu hamil

Halodoc, Jakarta – Kehamilan yang sehat adalah kunci ibu dan janin yang sehat juga. Sejatinya kesehatan yang dimaksud tidak hanya kesehatan fisik saja, tetapi juga kesehatan emosional. Sekitar 10 persen ibu hamil kurang begitu sadar mengenai manfaat mengelus dan mengobrol dengan janin selama masih berada dalam kandungan.

Padahal, kebiasaan ini bisa membangun ikatan emosional dengan anak dan mengurangi depresi serta kegugupan sebelum melahirkan. Bahkan, kebiasaan mengelus dan mengobrol dengan janin ini bisa mengurangi gejala baby blues pasca melahirkan.

Menurut Patricia K. Kuhl, Ph.D., dari Bezos Family Foundation mengatakan janin sudah mulai menyerap bahasa sejak usia 10 minggu terakhir kehamilan dan bisa merasakan elusan ibu di tiga minggu awal kehamilan. Makanya, lonjakan atau pun tendangan janin saat ibu mengelus perut dan mengatakan “I love you,” bukanlah sekadar reaksi biologis karena hormonal. Namun, memang respon dari janin karena ibu memberikan stimulan berupa elusan dan verbal. Baca juga: Waktu yang Tepat Menurunkan Berat Badan setelah Kehamilan

Lebih lanjut Patricia mengatakan, tahap terakhir kehamilan adalah masa ketika bayi mendengarkan dan belajar mengingat serta menyerap informasi bahasa di luar rahim ibunya. Bahkan, penelitian lebih lanjut mengatakan kalau sebenarnya manusia punya memori mengenai ingatan ketika berada di dalam rahim ibunya.

Sejatinya suara yang diserap janin dalam kandungan tidak hanya bahasa yang terjadi di sekelilingnya, tetapi juga termasuk desah napas dan denyut jantung ibu. Kondisi tersebut memang membuat hubungan ibu dan anak menjadi lebih dekat dan intim selama masa kehamilan.

Para ahli tidak menyarankan ibu untuk mendekatkan earphone ke perut karena ini hanya akan menambah suara-suara yang didengar janin dalam kandungan. Cukup dengan memasang earphone ke telinga sendiri lalu menikmati secara total musik yang didengar. Pastinya, mood baik tersebut akan tersampaikan ke janin. Baca juga: Supaya Sehat dan Aman, Begini Cara Menyimpan ASI yang Benar

Menjaga lingkungan ibu hamil tidak berisik juga salah satu upaya untuk melahirkan bayi yang sehat secara emosional. Selain itu, tindakan tersebut merupakan upaya agar bayi tidak mendengar hal-hal yang sebaiknya tidak dia dengarkan. Kebiasaan ini adalah langkah awal memfasilitasi perkembangan bahasa pada anak sejak dalam masa kandungan.

Untuk ibu hamil yang masih merasa ngobrol dengan “perut sendiri” itu aneh, ada beberapa tips sederhana untuk memulai ikatan emosional selama masa kehamilan. Di antaranya adalah:

  • Mulai membiasakan menyapa dan mengelus janin setiap bangun pagi. Supaya ikatan lebih intim lagi, ajak pasangan untuk turut serta dalam momen emosional ini.
  • Libatkan janin dalam kandungan untuk setiap diskusi atau obrolan bersama pasangan, keluarga, atau teman. Membiasakan hal ini sedini mungkin akan membuat anak merasa disayangi, diakui, dan lebih terikat secara emosional dengan keluarganya.
  • Bisikkan hal-hal manis yang mengungkapkan betapa bersyukurnya ibu memiliki si mungil tersebut dan betapa ibu sangat menikmati masa-masa anak berada dalam kandungan.
  • Jangan mengeluh atau mengatakan betapa beratnya kehamilan ini. Walaupun sebenarnya iya, tapi sebaiknya ibu hamil lebih bisa mengerem kata-kata yang dikeluarkannya. Soalnya bayi di dalam kandungan bisa merasakannya dan ini akan membuatnya sedih. Palingan ibu bisa curhat seperti, “Aduh, Nak kamu kok rewel ya!” atau “Ibu capek tapi ibu senang karena kamu sehat di dalam perut ibu.”

Bila ibu hamil ingin tahu lebih banyak mengenai manfaat mengelus dan berbicara dengan janin di dalam kandungan atau tips kehamilan sehat lainnya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.