Idap Infeksi HIV, Waspada Limfogranuloma Venereum

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Idap Infeksi HIV, Waspada Limfogranuloma Venereum

Halodoc, Jakarta – Limfogranuloma venereum adalah penyakit menular seksual yang seringnya dapat meningkatkan risiko seseorang tertular HIV. Limfogranuloma venereum atau yang biasa disebut dengan LGV merupakan jenis bakteri klamidia yang menyerang kelenjar getah bening, yang menjadi bagian penting dari pertahanan tubuh terhadap infeksi.

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan di US National Library of Medicine, disebutkan kalau gejala terjangkitnya LGV ditandai oleh peradangan yang menyakitkan di rektum yang disertai perdarahan, nanah, konstipasi atau bisul. Selengkapnya, mengenai LGV bisa dibaca di bawah ini!

Waspadai Gejala Limfogranuloma Venereum

Selain tanda-tanda yang disebutkan tadi, gejala lainnya adalah demam, ruam, dan bengkak di selangkangan, ketiak, atau leher. Luka kecil mungkin muncul ketika bakteri masuk ke tubuh, di mana kebanyakan orang tidak memperhatikannya.

Jika tidak diobati, LGV dapat menyebabkan kerusakan yang berlangsung lama pada dubur yang mungkin memerlukan pembedahan. LGV pada penis dapat mengakibatkan keluarnya cairan dan nyeri saat buang air kecil yang disertai dengan pembengkakan kelenjar di pangkal paha.

LGV yang muncul di mulut atau tenggorokan jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar di leher. Informasi selengkapnya mengenai Limfogranuloma venereum bisa diperoleh di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Ada tiga tahapan dari infeksi LGV, yaitu:

  1. Tahap Pertama: Gejala biasanya berkembang antara tiga hari dan tiga minggu setelah paparan. Lepuh kecil atau tanpa rasa sakit muncul di tempat infeksi pertama kali memasuki tubuh. Ini mungkin tidak diketahui. 

Akan ada kemunculan kelompok-kelompok kecil yang terlihat sedikit seperti infeksi herpes. Mungkin juga ada lepuh di bagian tubuh lain, misalnya di sekitar anus, atau di bibir atau di mulut, serta gejala sistemik seperti demam dan kelelahan. 

  1. Tahap Kedua: Biasanya antara 10 dan 30 hari setelah paparan, kelenjar getah bening akan meradang dan bengkak di area selangkangan, ketiak, atau leher. Infeksi anal dapat menyebabkan keluarnya cairan dan pendarahan di dubur.

  2. Tahap tiga: Kebanyakan orang pulih setelah LGV tahap kedua jika mereka mendapatkan perawatan yang tepat. Jika tidak diobati, gejalanya bisa menjadi lebih parah, menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening, pembengkakan ekstrem pada alat kelamin, dengan borok, dan kerusakan di dalam rektum atau vagina yang sifatnya bisa permanen. Perlu diketahui kalau penularan masih bisa terjadi meski tidak ada gejala. 

Penularan Limfogranuloma Venereum

Bakteri LGV biasanya masuk ke dalam tubuh melalui kulit rektum dan penis yang lembut dan lembap. Perempuan juga bisa terinfeksi melalui vagina. Infeksi melalui mulut dan tenggorokan mungkin terjadi, tetapi sangat jarang.

Melakukan seks anal tanpa kondom termasuk juga aktivitas seks seperti memasukkan tangan ke dalam dubur dapat menjadi salah satu jalan penularan bakteri ini. Termasuk juga berganti-ganti pasangan serta alat bantu seks. 

Perawatan untuk LGV adalah dengan pemberian antibiotik yang diberikan sedini mungkin untuk kesembuhan maksimal. Disarankan untuk tidak melakukan hubungan seks sampai perawatan selesai karena dapat menularkan infeksi.

Masalah kesehatan yang mungkin timbul dari infeksi LGV meliputi:

  1. Koneksi abnormal antara rektum dan vagina (fistula).

  2. Peradangan otak (ensefalitis).

  3. Infeksi pada sendi, mata, jantung, atau hati.

  4. Peradangan jangka panjang dan pembengkakan pada alat kelamin.

  5. Jaringan parut dan penyempitan rektum serta perlu diketahui kalau komplikasi dapat terjadi bertahun-tahun setelah pertama kali terinfeksi.

Bisa dibilang LGV adalah infeksi sistem limfatik jangka panjang (kronis), karena disebabkan oleh salah satu dari tiga jenis bakteri Chlamydia trachomatis. Bakteri disebarkan melalui kontak seksual. Infeksi ini tidak disebabkan oleh bakteri yang sama yang mengakibatkan klamidia genital.

Menyadari dampak dan komplikasi yang bisa diperoleh dari penyebaran LGV, orang yang aktif secara seksual disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara teratur, dan untuk menguji risiko berbagai infeksi menular seksual. 

Referensi:

Terrence Higgins Trust. Diakses pada 2020. LGV (lymphogranuloma venereum).
US Department of Health and Human Services. Diakses pada 2020. Lymphogranuloma Venereum (LGV).
MedlinePlus. Diakses pada 2020. Lymphogranuloma venereum.