Idap Tukak Lambung, Bolehkah Berpuasa?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Idap Tukak Lambung, Bolehkah Berpuasa?

Halodoc Jakarta – Tukak lambung adalah penyakit yang disebabkan karena adanya robekan pada dinding lambung. Iritasi lambung terjadi akibat beberapa faktor, meliputi efek samping konsumsi obat nyeri atau maag kronis yang dibiarkan tanpa penanganan. Biasanya gejala tukak lambung lebih parah ketimbang maag biasa. Hal ini dikarenakan tukak lambung menyebabkan perdarahan pada organ lambung.

Baca Juga: Jangan Khawatir Sakit, 6 Manfaat Berpuasa

Mengingat bulan Ramadan hanya datang setahun sekali, banyak pengidap tukak lambung yang ingin menjalani ibadah puasa. Sayangnya, mereka khawatir gejala tukak lambung kambuh ketika menjalani puasa. Lantas sebenarnya, bolehkah pengidap tukak lambung berpuasa? Jawabannya boleh, asalkan pengidap mempersiapkan kesehatannya terlebih dulu sebelum berpuasa. Berikut beberapa kiat berpuasa bagi pengidap tukak lambung.

1. Konsultasi ke Dokter Sebelum Berpuasa

Apabila tukak lambung sering kambuh, pengidap disarankan untuk tidak berpuasa terlebih dulu hingga gejalanya membaik. Pengidap yang mengalami perdarahan lambung, seperti BAB hitam, sudah pasti tidak bisa berpuasa. Jika tidak mengalami gejala kekambuhan, pengidap diperbolehkan berpuasa asal menerapkan pola makan yang benar.

2. Konsumsi Obat Secara Teratur

Minum obat sesuai anjuran dokter. Biasanya obat yang disarankan dokter adalah golongan antasida, proton pump inhibitor (PPI), atau H2 antagonis. Obat lambung yang dikonsumsi membantu mengurangi produksi asam lambung, menetralisir asam lambung, dan melindungi mukosa lambung. Dengan rutin konsumsi obat, pengidap tukak lambung bisa terhindar dari risiko kekambuhan.

3. Wajib Makan Sahur

Makan sahur memang sunnah, tapi bagi pengidap, sahur harus dilakukan untuk mencegah kekambuhan tukak lambung. Saat berpuasa, lambung mengalami kekosongan selama hampir 14 jam, sementara asam lambung tetap diproduksi tubuh seperti biasanya. Maka itu, pastikan pengidap makan sahur dengan beberapa ketentuan:

  • Pilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks atau lambat dicerna, sehingga tubuh tidak mudah lapar dan lemas pada siang hari. Misalnya beras merah, roti gandum, oatmeal, dan kentang.
  • Hindari makanan yang memicu kekambuhan tukak lambung, seperti makanan pedas, asam, berlemak, dan bersantan.
  • Minum minimal dua gelas air putih saat sahur untuk mencegah dehidrasi selama berpuasa.
  • Hindari minuman berkafein atau mengandung asam saat sahur maupun berbuka puasa.

Baca Juga: Sahur Hanya Minum Susu atau Sereal, Apa Akibatnya?

4. Segera Berbuka

Segeralah berbuka dan mulai dengan porsi makan kecil. Beri jeda sekitar 30 menit sebelum kamu makan porsi besar. Minum air hangat ketika berbuka dan hindari konsumsi minuman berkafein, bersoda, maupun beralkohol.

Minuman dingin juga tidak dianjurkan karena berpotensi merangsang iritasi lambung. Sebaiknya berbuka dengan makanan ringan dan manis, seperti kurma, untuk mengganti kebutuhan glukosa.

Baca Juga: 5 Manfaat Mengonsumsi Kurma saat Berbuka Puasa

5. Makan Secukupnya

Aturan sederhana yang perlu dipatuhi. Saat sahur maupun berbuka, sebaiknya makan secukupnya. Pasalnya saat berpuasa, kondisi lambung dipenuhi oleh gas dan asam lambung. Jika kamu langsung makan dalam jumlah berlebih saat berbuka, udara dan asam lambung berpotensi menekan sisi-sisi lambung, sehingga lambung meregang. Kondisi ini menyebabkan nyeri perut, begah, dan mual saat berbuka.

Jadi, pengidap tukak lambung boleh berpuasa selama menjalaninya dengan benar. Kalau tukak lambung yang kamu idap kambuh, jangan ragu berbicara dengan dokter Halodoc. Kamu bisa menggunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!