Ikuti Tips Ini untuk Menangani Keguguran 

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Ikuti Tips Ini untuk Menangani Keguguran 

Halodoc, Jakarta – Setiap ibu hamil memiliki risiko mengalami keguguran. Meski begitu, tidak semua wanita hamil memiliki risiko yang sama besar, sebab ada beberapa faktor yang bisa membuat risiko keguguran lebih tinggi pada satu wanita dibanding wanita hamil lainnya. Keguguran adalah kondisi yang menyebabkan berhentinya kehamilan dan berujung pada kematian janin yang masih berada di dalam kandungan. 

Umumnya, keguguran terjadi saat seorang wanita masih hamil muda alias usia kehamilan belum mencapai 20 minggu. Ada berbagai kondisi yang bisa menyebabkan keguguran, misalnya gangguan perkembangan janin atau kondisi kesehatan ibu saat tengah hamil. Pada beberapa kasus, risiko keguguran bisa dicegah, tetapi ada beberapa faktor yang bisa membuat kondisi ini tidak terelakkan. Lantas, apa saja cara penanganan yang bisa dilakukan terhadap keguguran yang tidak bisa dihindari? 

Baca juga: Begini Cara Pemeriksaan Keguguran yang Perlu Diketahui

Tips Menangani Keguguran yang Perlu Diketahui

Keguguran sering ditandai dengan keluarnya darah dari vagina, tetapi perlu diingat tidak semua perdarahan berarti keguguran. Kondisi ini biasanya juga disertai dengan nyeri atau kram di perut serta pada punggung bagian bawah. Segera hubungi dokter jika ibu hamil menemukan gejala-gejala tersebut. Penanganan segera diharapkan bisa menurunkan risiko keguguran terjadi, atau menghindari dampak buruk dari keguguran. 

Sayangnya, tidak ada langkah spesifik yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya keguguran. Namun, ibu hamil bisa menurunkan risikonya dengan selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh dan kandungan serta rutin melakukan pemeriksaan ke dokter. Dengan begitu, risiko-risiko gangguan selama kehamilan bisa segera dideteksi dan dicegah. 

Cara menangani keguguran bisa berbeda-beda, tergantung pada kondisi yang dialami ibu hamil. Berikut ini beberapa cara penanganan keguguran yang perlu diketahui: 

  • Cukup Istirahat 

Cara penanganan ini dilakukan pada tahap awal, biasanya setelah ada “ancaman”, tetapi keguguran belum terjadi. Ibu hamil yang dinyatakan berisiko tinggi mengalami keguguran harus beristirahat total di tempat tidur dan menghindari aktivitas berat atau yang bisa memicu stres. Pada beberapa kondisi, istirahat mungkin akan dibarengi dengan pemberian obat tertentu oleh dokter untuk menguatkan kandungan. 

Baca juga: 3 Jenis Keguguran yang Perlu Diwaspadai

  • Konsumsi Obat dan Operasi 

Cara penanganan ini dilakukan saat ibu hamil sudah dinyatakan mengalami keguguran, tetapi janin belum keluar sama sekali atau belum keluar sepenuhnya. Proses keluarnya janin membutuhkan waktu sekitar 1–2 minggu. Pada beberapa kasus, ibu hamil tidak sanggup menunggu sampai proses itu selesai maka cara penanganan berupa konsumsi obat atau operasi yang disebut dengan kuret sering dijadikan pilihan. Konsumsi obat-obatan juga diberikan pada wanita yang sudah melewati proses keguguran lengkap alias janin sudah sepenuhnya keluar. Pemberian obat bertujuan untuk menghindari efek samping setelah keguguran. 

  • Dukungan Orang Terdekat 

Selain penanganan medis, dukungan orang terdekat juga dibutuhkan saat ibu hamil mengalami keguguran. Seorang ibu yang mengalami keguguran umumnya membutuhkan waktu beberapa minggu hingga bulan untuk kembali pulih. Selama proses itulah dibutuhkan dukungan dari pasangan dan keluarga agar guncangan secara emosional akibat keguguran bisa segera dilalui dengan baik. 

  • Cuti Keguguran 

Wanita hamil yang bekerja boleh memanfaatkan cuti keguguran. Untuk mendapatkannya, sertakan surat keterangan dari dokter yang menerangkan kondisi keguguran. Wanita perlu beristirahat dan memanfaatkan waktu hingga kondisi fisik dan emosionalnya pulih dan siap kembali bekerja. 

Baca juga: 5 Fakta tentang Keguguran yang Wajib Diketahui

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Medscape. Diakses pada 2019. Evaluation of Fetal Death. 
WebMD. Diakses pada 2019. Bleeding During Pregnancy.
WebMD. Diakses pada 2019. Pregnancy and Miscarriage.