• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Indonesia Jadi Negara Penerima Vaksin Corona Pertama

Indonesia Jadi Negara Penerima Vaksin Corona Pertama

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Ada sekitar 40 vaksin virus corona berbeda yang masih dalam uji klinis. Virus menyebar dengan mudah, dan kebanyakan orang masih rentan terhadap virus ini. Vaksin akan memberikan perlindungan dengan melatih sistem kekebalan untuk melawan virus sehingga tidak jatuh sakit.

Dilansir dari BBC, sudah ada sekitar 240 vaksin yang sedang dalam pengembangan awal, dengan 40 vaksin dalam uji klinis, dan sembilan sudah dalam tahap akhir pengujian pada ribuan orang. Indonesia menjadi salah satu negara penerima vaksin corona pertama dari China, selain Brasil dan Turki. 

Indonesia akan Menerima Vaksin Sinovac

Sinovac Biotech sedang mengembangkan Coronavac, nama vaksin yang akan diterima Indonesia. Diperkirakan pendistribusian vaksin ini akan dilakukan pada awal 2021. Sinovac Biotech mulai melakukan penelitian pada vaksin yang tidak aktif terhadap COVID-19 pada Januari tahun ini bekerja sama dengan lembaga penelitian akademis di China.

Dalam studi praklinis, CoronaVac ditemukan aman dan memberikan perlindungan kepada monyet rhesus. Vaksin ini telah digunakan pada kelompok yang berisiko tinggi sejak Juli. Kandidat vaksin COVID-19 yang tidak aktif atau CoronaVac yang sedang dikembangkan Sinovac telah disetujui oleh National Medical Products Administration (NMPA) untuk uji klinis pada remaja dan anak-anak pada 10 Agustus 2020. 

Baca juga: Terjangkit Virus Corona, Kapan Gejalanya Akan Berakhir?

Dalam beberapa bulan terakhir, uji klinis fase I/II pada orang dewasa (18-59 tahun) dan sukarelawan lansia (60 tahun ke atas) sudah dilakukan pada April dan 22 Mei. Hasilnya, kandidat vaksin ini dapat ditoleransi dengan baik untuk dosis berbeda dan tidak ada efek samping serius. Pun pada relawan lansia menunjukkan keamanan yang signifikan. 

Terkait dengan Indonesia, rencananya Sinovac akan dikembangkan di Bandung di bawah naungan perusahaan farmasi Bio Farma. Setidaknya hasil dari kerja sama antara Sinovac dan Bio Farma akan menghasilkan 260 juta dosis vaksin.

Per November sampai Maret 2021, Indonesia akan mendapatkan 50 juta, menyusul April 2021 – Desember 2021 akan mendapatkan tambahan 210 juta lagi. Dengan ketentuan masing-masing orang akan menerima dua kali dosis/suntikan.

Informasi selengkapnya mengenai pengembangan vaksin corona bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya mudah, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Kenapa Kita Perlu Vaksin Corona?

Tanpa vaksin corona, akan selalu ada risiko munculnya wabah baru dari penyakit tersebut. Meskipun pengujian yang ketat, pelacakan kontak, dan prosedur karantina akan membantu mengendalikan penyebaran COVID-19, satu-satunya cara untuk mengurangi ancaman virus corona adalah dengan membuat populasi kebal terhadap virus, sehingga mereka tidak dapat menularkannya.

Baca juga: WHO Tetapkan Virus Corona Masuk Global Health Emergency, Ini 7 Faktanya

Agar ini berhasil, dibutuhkan sekitar 60 persen populasi yang kebal terhadap corona. Namun, saat ini diperkirakan hanya sekitar 2 – 14 persen orang yang kebal terhadap infeksi virus corona. Kekebalan komunitas yang meluas dapat dicapai melalui vaksinasi. 

Vaksin dapat dianggap sebagai “program pelatihan” untuk sistem kekebalan, yang mengajarkan sel-sel kekebalan di tubuh mengenali dan menghancurkan bakteri dan virus (patogen) yang menyerang dan menyebabkan penyakit.

Baca juga: Butuh Waktu 18 Bulan untuk Buat Vaksin COVID-19, Apa Alasannya?

Kebanyakan vaksin mengandung sebagian kecil mikroba yang menyebabkan penyakit, atau bentuk keseluruhan patogen yang tidak berbahaya. Ketika vaksin disuntikkan ke dalam tubuh, sistem kekebalan mulai merespons tanpa benar-benar membuat kamu sakit. Jadi, jika kamu mendapatkan serangan dari penyakit yang sebenarnya di kemudian hari, kamu akan terlindungi karena tubuh sudah tahu seperti apa bentuknya dan bagaimana menanganinya.


Referensi:
Pharmaceutical Technology. Diakses pada 2020. Sinovac’s Covid-19 vaccine gets emergency use approval in China
Sinovac. Diakses pada 2020. Sinovac’s Coronavac™, SARS-CoV-2 Vaccine (Vero Cell), Inactivated, Announces Approval for Phase I/II Clinical Trial in Adolescents and Children
BBC. Diakses pada 2020. Coronavirus vaccine: When will we have one?
CNBC Indonesia. Diakses pada 2020. Diam-diam Tim Sinovac ke Pabrik Bio Farma Bandung, Ada Apa?
Kompas.com. Diakses pada 2020. Indonesia Bakal Jadi Salah Satu Negara Pertama Penerima CoronaVac dari China