15 November 2017

Ingin Beri MPASI Ikuti Dulu Tips Ini

Ingin Beri MPASI Ikuti Dulu Tips Ini

Halodoc, Jakarta – Setelah bayi berumur 6 bulan, ibu dapat mulai memberikannya makanan lain selain ASI, yang disebut juga makanan pendamping ASI atau MPASI. Bukan berarti ibu berhenti menyusui si kecil. Ibu masih tetap harus memberikan ASI kepada bayi, karena MPASI hanya berperan sebagai makanan pendamping. Ibu juga disarankan untuk memberikan MPASI dengan hati-hati dan secara bertahap.

Waktu yang Tepat untuk Memberikan MPASI kepada Bayi

Sejak lahir sampai berusia 6 bulan, bayi hanya memerlukan ASI sebagai makanan utama, karena ASI sudah mencakup semua kandungan gizi yang dibutuhkan bayi. Sebaiknya ibu tidak memberikan makanan padat lain selain ASI sebelum bayi berusia 6 bulan, untuk menghidari risiko bayi terkena alergi. Baru setelah berusia 6 bulan, ibu boleh memberikan makanan pendamping ASI. Pada usia tersebut, bayi akan menunjukkan ciri-ciri umum berikut yang menandakan ia sudah siap menerima makanan padat:

  • Bayi sudah bisa duduk sendiri dan sudah bisa menahan kepalanya dalam posisi tegak tanpa dibantu.
  • Cobalah memberi makanan padat kepada si kecil. Perhatikan, jika bayi mengeluarkan kembali makanan tersebut keluar dari mulutnya, artinya ia belum bisa menelan dengan baik. Tapi jika ia berhasil menelannya, itu berarti bayi dapat mulai diberikan MPASI.
  • Bila bayi mulai tertarik dengan makanan yang ibu makan.
  • Bayi sudah bisa mengambil makanan sendiri dan memasukkannya ke dalam mulut. Hal itu berarti sudah ada koordinasi yang baik antara mata, tangan, dan keinginannya.

Manfaat Memberi MPASI

Mengenalkan makanan atau minuman lain selain ASI penting bagi bayi agar sistem pencernaannya dapat berkembang lebih matang. Sistem pencernaan bayi usia 6 bulan sudah hampir sempurna dan dapat menerima makanan baru selain ASI. Nutrisi yang diperlukan bayi pun bertambah, sehingga hanya asupan ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya. Selain itu, tubuh bayi pada usia tersebut juga sudah menghasilkan beberapa enzim pemecah protein seperti asam lambung, pepsin, lipase dan sebagainya. Memberikan MPASI juga dapat melatih gigi si kecil agar lebih kuat dan bisa beradaptasi dengan makanan padat.

Tips Memberi MPASI

Walaupun MPASI sama seperti makanan orang dewasa pada umumnya, namun pemberiannya tetap harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Ikuti tips-tips berikut ketika ingin memberikan MPASI kepada si kecil:

  • Pada tahap awal pengenalan MPASI, ibu bisa memberikan dalam jumlah yang sedikit dulu, sekitar 2-3 sendok teh makanan dalam sehari, agar bayi terbiasa dengan teksturnya. Baru setelah itu, ibu bisa menambahkan porsinya secara bertahap seiring perkembangan bayi.
  • Ibu bisa mengenalkan bayi kepada jenis makanan yang berbeda setiap hari. Tapi pertama-tama, berilah makanan yang rasanya mirip seperti ASI, seperti bubur beras. Dan hindari memberi makanan yang dapat menyebabkan alergi, seperti telur, kacang, susu dan gandum.
  • Hindari menambahkan garam, gula atau MSG pada MPASI. Bila perlu, tambahkan hanya sedikit saja. Karena memberi penambah rasa terlalu dini, dapat berisiko mengganggu perkembangan anak dan membuatnya menginginkan kadar yang lebih tinggi saat ia dewasa nanti.  
  • Bayi harus duduk saat makan agar makanan bisa turun dengan lancar. Dudukkan si kecil di kursi makan khusus bayi dan ajak ia untuk makan bersama-sama dengan anggota keluarga yang lain di meja makan.  Cara itu bisa medorong bayi untuk makan dengan tertib, karena ia akan memperhatikan orang-orang di sekelilingnya juga makan dengan tertib. 
  • Jangan memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya, karena bayi butuh waktu untuk dapat terbiasa mengonsumsi makanan padat. Ibu bisa mencoba lagi keesokan harinya.
  • Hindari terlalu banyak memberikan jus pada bayi, karena akan menyebabkan diare. Jika bayi mengemut jus terlalu lama, juga dapat membuat giginya berlubang. Daripada jus, ibu bisa  memberikan buah potong yang kandungan serat dan nutrisinya lebih tinggi kepada si kecil.
  • Bayi di bawah satu tahun sebaiknya tidak diberikan susu sapi dan madu. Susu sapi belum cocok untuk kebutuhan nutrisi bayi dan malah akan meningkatkan risiko kekurangan zat besi. Sedangkan madu dapat memicu timbulnya botulisme.

Untuk mengetahui lebih jauh seputar pemberian MPASI kepada bayi, atau jika bayi mengalami gangguan kesehatan saat diberi MPASI, ibu bisa membicarakannya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter dan ceritakan keluhan ibu melalui Video/Voice Call dan Chat. Halodoc juga memudahkan ibu untuk membeli produk kesehatan dan vitamin yang diperlukan. Ibu hanya tinggal order dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.