• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 2 Dampak Mendidik Anak dengan Berbohong

Ini 2 Dampak Mendidik Anak dengan Berbohong

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Saat mendidik anak, orangtua tanpa sadar sering berbohong pada anak. Misalnya, banyak orangtua berpura-pura akan meninggalkan anaknya ketika mereka tidak mau meninggalkan tempat bermain. Atau orangtua mungkin pernah berbohong dengan mengatakan “tempat bermainnya tutup hari ini,” untuk mencegah anak yang ingin pergi ke tempat bermain

Banyak orangtua yang berbohong, karena nyatanya cara tersebut seringkali berhasil untuk membuat anak melakukan apa yang mereka inginkan. Namun, mendidik anak dengan berbohong juga dapat mengakibatkan sejumlah dampak buruk bagi anak kedepannya lho. Simak penjelasannya lebih lanjut di bawah ini.

Baca juga: Mythomania Jadi Penyakit Suka Bohong yang Perlu Orangtua Tahu

Dampak Mendidik Anak dengan Berbohong

Anak-anak kecil yang masih polos dan belum tahu apa-apa memang sering menjadi korban kebohongan orang dewasa, bahkan oleh orangtua mereka sendiri. Banyak orangtua yang berdalih bahwa kebohongan yang mereka lakukan adalah “kebohongan putih”, kebohongan yang dikatakan demi kebaikan sang anak. Namun nyatanya, kebohongan tetaplah kebohongan, meskipun itu demi kebaikan. 

Orangtua mungkin juga berpikir bahwa bila berbohong pada anak hanya sesekali, hal itu tidak masalah dan tidak akan memberikan dampak yang terlalu signifikan pada anak. Namun nyatanya, anak-anak belajar dengan cara melihat dan meniru perilaku dari orangtua mereka. Berbohong tentunya menjadi salah satu hal yang orangtua tidak inginkan anaknya untuk meniru. Karena itu, saat mengajarkan anak untuk tidak berbohong, sebaiknya orangtua juga ikut melakukan ajaran tersebut.

Berikut ini 2 dampak mendidik anak dengan berbohong:

1.Anak Jadi Sering Berbohong Juga

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berbohong pada anak-anak, bahkan kebohongan putih yang kecil sekalipun, dapat membuat anak-anak lebih cenderung untuk menyembunyikan kebenaran ketika mereka besar nanti. 

Para peneliti di Singapura menemukan bahwa partisipan studi yang sering dibohongi saat masih anak-anak, lebih mungkin untuk berbohong pada orangtuanya saat mereka sudah dewasa.  

Dampak tersebut bisa terjadi karena anak-anak lebih banyak belajar dengan cara melihat dan merasakan daripada mendengar apa yang orangtua mereka katakan. Bila ibu juga melakukan apa yang ibu ajarkan atau katakan pada anak, maka anak akan lebih cenderung melakukan ajaran ibu. Namun, bila kata-kata dan perilaku ibu tidak sesuai, maka anak tidak akan percaya pada ibu dan cenderung tidak melakukan didikan ibu.

Baca juga: Jangan Sakit Hati, Ada Alasan Anak Berbohong

2.Tidak Percaya Dengan Orang Dewasa

Penelitian yang dirilis oleh Massachusetts Institute of Technology (MIT), menunjukkan bahwa mendidik anak dengan berbohong akan mengakibatkan anak menjadi tidak percaya dengan orang dewasa. Pada akhirnya, cara mendidik orangtua yang seperti itu akan membangun landasan ketidakpercayaan pada anak yang bisa dibawa sepanjang hidup mereka. Hubungan yang dibangun di atas ketidakpercayaan akan menghasilkan fondasi kecemasan!

Cara Mendidik Anak yang Baik Tanpa Berbohong

Ibu mungkin bertanya-tanya, lantas apa yang harus ibu lakukan untuk mengendalikan situasi saat anak sulit diatur?

Alih-alih berbohong, cobalah katakan yang sebenarnya pada anak disertai dengan penjelasan, karena cara ini akan membuat ia lebih mau menerima dan mengerti. Selain itu, gunakan juga frasa yang positif, seperti “Ya, ibu janji kita akan naik sepeda besok, tetapi hari ini kita kerjakan dulu ya pekerjaan rumah kamu.”

Bila Si Kecil pada akhirnya tidak menerima keputusan ibu dan tetap ngambek, biarkan saja. Protes kecil dari anak bukanlah akhir dunia. Justru mendidik anak dengan berbohonglah yang dapat merusak kepribadian anak sampai ia dewasa nanti. Karena itu, usahakanlah untuk menanamkan kepercayaan dan keterbukaan pada anak mulai dari sekarang, agar ia dapat bertumbuh menjadi pribadi yang memiliki integritas. 

Baca juga: Anak Kena Prank Orangtua, Ini Dampak Negatifnya

Bila ayah atau ibu ingin bertanya seputar pola asuh anak, coba tanyakan saja pada ahlinya dengan menggunakan aplikasi Halodoc. Ayah atau ibu bisa menghubungi dokter ahli dan terpercaya melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Family Education. Diakses pada 2020. How Lying To Your Kids Can Impact Them As Adults.
Fabic. Diakses pada 2020. Does lying to our children impact on their development?