Ini 4 Jenis Candidiasis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini 4 Jenis Candidiasis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta - Candidiasis adalah infeksi yang disebabkan oleh jamur dalam genus Candida. Terdapat lebih dari dua puluh jenis jamur Candida yang dapat menyebabkan infeksi, tetapi yang paling umum adalah Candida albicans. Jamur ini biasanya hidup dalam jumlah kecil di tempat-tempat seperti mulut, perut, atau di area kulit tanpa menyebabkan masalah. Ketika jamur ini berada di lingkungan yang cocok, jamur dapat berkembang biak dan tumbuh di luar kendali. Candidiasis memiliki beberapa jenis, dan sebagian besar dapat dengan mudah diobati dengan obat bebas atau resep. Berikut jenis candidiasi yang perlu kamu ketahui.

  • Sariawan (Kandidiasis Orofaring/Kandidiasi Oral)

Ketika jamur candida menyebar di area mulut dan tenggorokan, hal ini dapat menyebabkan infeksi yang disebut sariawan. Hal ini paling umum terjadi pada bayi baru lahir, orang tua dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain itu, beberapa orang orang dewasa yang memiliki kondisi seperti di bawah ini juga rentan mengalaminya. Kondisi tersebut antara lain:

  • Sedang dirawat karena kanker.

  • Minum obat-obatan seperti kortikosteroid dan antibiotik spektrum luas.

  • Menggunakan gigi palsu.

  • Mengidap diabetes.

Gejalanya antara lain:

  • Bercak putih atau kuning di lidah, bibir, gusi, atap mulut, dan pipi bagian dalam.

  • Kemerahan atau pegal di mulut dan tenggorokan.

  • Terlihat seperti retakan di sudut mulut.

  • Nyeri saat menelan, jika menyebar ke tenggorokan.

Obat kandidiasis oral yang bisa digunakan adalah obat antijamur seperti nistatin, clotrimazole, dan fluconazole. Membilas mulut dengan obat kumur chlorhexidine (CHX) membantu mencegah infeksi pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Baca Juga: Waspada, Ini Penyakit di Balik Sariawan di Bibir

  • Candidiasis Genital

Tiga dari empat wanita dewasa mendapatkan setidaknya satu infeksi jamur selama hidup mereka. Ini terjadi ketika terlalu banyak jamur tumbuh di Miss V. Pria bisa mendapatkan infeksi ini, tetapi jauh lebih jarang terjadi.

Infeksi ragi biasanya terjadi ketika keseimbangan dalam Miss V berubah. Ini dapat disebabkan oleh kehamilan, diabetes, penggunaan beberapa obat-obatan, pelumas, atau karan sistem kekebalan yang melemah. Kadang-kadang, infeksi dapat ditularkan dari orang ke orang saat berhubungan intim. Gejalanya meliputi:

  • Gatal ekstrim pada Miss V.

  • Kemerahan dan pembengkakan pada Miss V dan vulva.

  • Nyeri dan terbakar saat buang air kecil.

  • Ketidaknyamanan saat berhubungan intim.

  • Keluarnya cairan putih yang tebal dari Miss V.

  • Seorang pria yang terkena penyakit ini memiliki ruam gatal pada alat kelamin.

Sering kali tablet atau krim antijamur dapat membunuh infeksi jamur ini, pastikan untuk menghubungi dokter untuk mencegah infeksi berulang.

Baca Juga: 6 Penyebab Miss V Gatal

  • Candidiasis Ruam Popok

Kondisi ini disebabkan karena terlalu sering membiarkan popok bayi dalam kondisi basah atau kotor hingga akhirnya kulit bayi terinfeksi. Ib dapat mendeteksinya dengan cara melihat apakah ruam popoknya tidak hilang. Jika tidak, periksa juga area pantatnya apakah kemerahan dan sensitif atau tidak. Jika iya, maka wajib membawa bayi ke dokter untuk memeriksakannya. Menjaga agar popok bayi tetap bersih dan kering adalah langkah yang baik untuk membantu mencegah ruam popok dan kandidiasis.

  • Candidiasis Invasif

Jika jamur kecil candida telah memasuki aliran darah melalui peralatan atau perangkat medis, maka jamur dapat menyebar ke jantung, otak, darah, mata, dan tulang. Hal ini menyebabkan infeksi serius yang mengancam jiwa. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang yang baru saja dirawat di rumah sakit atau tinggal di fasilitas perawatan kesehatan, seperti panti jompo. Seperti jenis infeksi jamur lainnya, jika kamu menderita diabetes, memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, gagal ginjal, atau menggunakan antibiotik, peluang terkena jamur ini akan menjadi lebih besar. Gejalanya meliputi demam dan kedinginan. Kemungkinan seseorang dengan infeksi ini sudah sakit dengan kondisi lain, mungkin akan sulit untuk didiagnosis. Kandidiasis invasif dapat diobati dengan dosis obat antijamur oral atau intravena.

Baca Juga: Infeksi Jamur Candidiasis Bisa Sebabkan Kematian, Benarkah?

Jika kamu memiliki pertanyaan lain seputar jamur candidiasis atau informasi tentang obat kandidiasis oral, pakai aplikasi Halodoc yang memiliki layanan Tanya Dokter. Layanan ini akan langsung menghubungkan kamu dengan dokter terbaik tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu. Namun, sebelum memakainya, kamu harus download aplikasi Halodoc terlebih dahulu.