• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 4 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental

Ini 4 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini 4 Manfaat Puasa bagi Kesehatan Mental

Halodoc, Jakarta - Puasa di bulan Ramadan sebenarnya bukan cuma menyoal menahan nafsu, dahaga, dan lapar saja. Tahu kan kalau ibadah satu ini dapat memberikan manfaat bagi kesehatan fisik? Sebut saja dapat membantu menurunkan berat badan, mengontrol gula darah, hingga menyehatkan organ-organ di sistem pencernaan.

Menariknya lagi, puasa juga memiliki beberapa keistimewaan bagi kesehatan mental. Mau tahu apa saja manfaatnya? Berikut ulasan selengkapnya. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Siwak Bisa Mengurangi Bau Mulut saat Puasa

1.Mengurangi Stres

Melansir laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, ternyata puasa membantu menghilangkan stres. Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres. 

Menurutnya, saat berpuasa orang cenderung membuat jadwal makan yang lebih baik. Konsumsi makanan yang diatur juga memengaruhi cara berpikir menjadi lebih teratur.

Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa menurunkan tingkat makan, termasuk sejumlah karbohidrat, lemak, selama beberapa minggu, dapat meningkatkan kemampuan berpikir.

Nah menurut pakar di atas, jika kita berpikir dengan baik, emosi kita akan terkontrol dengan lebih baik. Nah, hal inilah yang dapat membantu mengurangi stres.

Di samping itu, puasa juga dapat menstabilkan hormon kortisol (hormon yang berhubungan dengan stres) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Sederhananya, hal ini dapat menurunkan tingkat stres dalam pikiran. 

2.Meningkatkan Suasana Hati

Selain mengurangi stres, puasa juga dapat meningkatkan suasana hati, lo. Penelitian di Journal of Nutrition Health & Aging, menemukan bahwa setelah 3 bulan puasa intermiten, peserta studi melaporkan suasana hati yang membaik. Tak cuma itu saja, mereka juga merasakan penurunan ketegangan, kemarahan, dan kebingungan. 

Di samping itu, ada pula studi lain pada 2018 yang menyelidiki strategi penurunan berat badan. Studi tersebut menemukan bahwa puasa intermiten dikaitkan dengan peningkatan signifikan dalam kesejahteraan emosional dan depresi.

Baca juga: Puasa Mematikan Sel Kanker, Benarkah?

Nah, bagi kamu yang memiliki masalah suasana hati seperti stres atau menunjukkan adanya gejala depresi, kamu bisa berdiskusi dengan psikolog atau psikiater melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

3.Meningkatkan Memori

Menurut sebuah penelitian di Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics, membatasi jam makan seperti puasa telah terbukti secara signifikan dapat meningkatkan daya ingat.

Dalam studi tersebut, setelah subjek penelitian melakukan empat minggu puasa intermiten, kinerja pada tugas perencanaan tata ruang dan memori kerja meningkat secara signifikan. Di samping itu, penelitian tambahan pada hewan telah menemukan bahwa puasa intermiten meningkatkan pembelajaran dan daya ingat.

4.Menjauhkan Diri dari Kebiasaan Negatif

Puasa di bulan Ramadan bertujuan untuk beribadah dan meningkatkan akhlak serta kebiasaan yang baik. Ibadah ini bukan cuma menahan diri dari rasa lapar dan haus saja. Puasa di bulan Ramadan juga dapat membantu untuk menjauhkan diri dari keburukan dan kebiasaan negatif. Contohnya seperti marah, berdebat, berkelahi, atau bernafsu.

Baca juga: Ini Penjelasan Kenapa Perut Cepat Kenyang Saat Berbuka Puasa

Selama menjalani puasa di bulan Ramadan, banyak orang yang berfokus untuk membangun pengendalian diri, dan mempelajari kembali kebiasaan positif yang mengubah hidup. Di sini mereka dapat memperoleh kesabaran, kemauan yang kuat, dan hidup disiplin. 

Itulah beberapa manfaat puasa di bulan Ramadan bagi kesehatan mental. Nah, agar tubuh tetap fit dan daya tahan tubuh tetap prima selama menjalani ibadah puasa, kamu bisa kok membeli vitamin atau suplemen di menggunakan aplikasi Halodoc. Sangat praktis, bukan? 



Referensi:
UGM. Diakses pada 2021. Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health
Amen Clinics. Diakses pada 2021. 7 Incredible Things Intermittent Fasting Does for Your Brain