• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini 5 Hal Baru yang Perlu Diketahui tentang Antraks

Ini 5 Hal Baru yang Perlu Diketahui tentang Antraks

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Antraks merupakan penyakit menular yang serius. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri berbentuk batang gram positif yang dikenal sebagai Bacillus anthracis. Antraks dapat ditemukan secara alami di tanah dan biasanya menyerang hewan peliharaan dan liar di seluruh dunia. 

Seseorang bisa mengalami penyakit antraks jika bersentuhan dengan hewan yang terinfeksi atau produk hewan yang terkontaminasi. Kontak dengan antraks dapat menyebabkan penyakit parah pada manusia dan hewan. Perlu kamu ketahui bahwa antraks tidak menular. Hewan peliharaan dan liar seperti sapi, domba, dan kambing dapat terinfeksi jika mereka menghirup atau menelan spora di tanaman atau air yang terkontaminasi. 

Baca juga: Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Terkena Antraks

Hal yang Perlu Diketahui tentang Antraks

Tanda dan gejala antraks tergantung pada bagaimana seseorang terinfeksi. Pengobatan segera dengan antibiotik dapat menyembuhkan sebagian besar infeksi antraks. Namun, antraks yang dihirup lebih sulit diobati dan dapat berakibat fatal. Inilah yang perlu kamu ketahui mengenai antraks:

1. Antraks Menginfeksi Manusia dalam Tiga Cara

Cara penularan antraks yang paling umum adalah infeksi melalui kulit, yang menyebabkan kulit menjadi gelap. Manusia dan hewan dapat menelan antraks dari bangkai hewan mati yang telah terkontaminasi antraks. Menelan antraks dapat menyebabkan penyakit serius yang dapat berakibat fatal. 

Bentuk paling mematikan dari penyakit ini adalah anthrax inhalasi. Jika spora antraks terhirup, mereka bermigrasi ke kelenjar getah bening di dada tempat mereka berkembang biak, menyebar, dan menghasilkan racun yang menyebabkan kematian. 

2. Berisiko saat Kontak Langsung dengan Antraks

Untuk terjangkit infeksi antraks, seseorang harus melakukan kontak langsung dengan spora antraks. Ini mungkin terjadi jika:

  • Berada di zona militer dengan risiko tinggi terkena antraks.
  • Bekerja langsung saat meneliti antraks di laboratorium.
  • Mengolah langsung dengan tangan kulit binatang, bulu, atau wol di daerah yang berpotensi banyak kehidupan antraks. 
  • Bekerja sebagai dokter hewan, terutama jika seseorang sering berurusan dengan hewan ternak. 
  • Menangani binatang buruan.
  • Produsen dan petani ternak.
  • Wisatawan ke daerah terjadinya antraks endemik.

Baca juga: Suka Makan Daging, Perlu Waspada Antraks

3. Menimbulkan Komplikasi Serius

Komplikasi antraks yang paling serius di antaranya:

  • Tubuh tidak dapat merespon infeksi secara normal yang menyebabkan kerusakan beberapa sistem organ (sepsis).
  • Radang selaput dan cairan yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang, menyebabkan perdarahan masif (meningitis hemoragik) dan kematian. 

4. Pencegahan dengan Vaksin

Vaksin antraks tersedia untuk kelompok orang tertentu. Vaksin tidak mengandung bakteri hidup dan tidak dapat menyebabkan infeksi. Namun, vaksin dapat menyebabkan efek samping, mulai dari rasa sakit di tempat suntikan hingga reaksi alergi yang lebih serius. 

Sementara ini vaksin tidak ditujukan untuk masyarakat umum. Melainkan untuk personel militer, ilmuwan yang bekerja dengan antraks, dan orang-orang dengan profesi berisiko lainnya. 

5. Harus Segera Didiagnosis

Jika dokter mencurigai adanya antraks dalam tubuh, kamu perlu mendapatkan tes untuk mendiagnosis apakah kamu memiliki antibodi antraks atau racun dalam darah. Kamu juga mungkin mendapatkan tes lain, tergantung pada bagian tubuh mana yang terjangkit. 

Jika kamu mengalami gejalanya di kulit, dokter mungkin mengambil sampel kecil dari kulit yang terkena untuk diuji di laboratorium. Kamu juga akan melewati prosedur rontgen dada atau CT Scan jika dokter mencurigai adanya antraks. Setelah itu pemeriksaan tinja juga perlu dilakukan untuk mencari tanda keberadan bakteri antraks untuk mendiagnosis antraks di saluran cerna. 

Baca juga: Begini Penularan Antraks dari Hewan ke Manusia

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai antraks. Jika kamu salah satu orang yang berisiko, sebaiknya periksakan diri kamu pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Anthrax
CDC. Diakses pada 2020. What is anthrax?
WebMD. Diakses pada 2020. What Is Anthrax?