12 October 2017

Ini Alasan Harus Kurangi Minum Kopi di Pagi Hari

Buat Semangat, Kopi Pagi Hari Justru Bikin Gemuk

Halodoc, Jakata – Menikmati secangkir kopi hangat untuk memulai hari bisa jadi rutinitas yang menyenangkan untuk kamu. Namun, tahukah jika ternyata kebiasaan ini justru bisa membuat kamu gemuk? Dalam penelitian ditemukan jika meminum kopi di pagi hari, ada kecenderungan bagi seseorang untuk juga makan makanan yang manis.

Robin Dando seorang peneliti makanan dalam MyBody+Soul mengatakan kalau kopi bisa mengubah cara seseorang menikmati makanan. Bahkan pada orang tertentu, kopi bisa membuat orang cenderung memilih jenis makanan yang tidak sehat. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan bahwa seseorang yang minum kopi berkafein juga memilih makanan pendamping yang memiliki rasa manis.

Jadi, secara tidak sadar kamu sudah menaikkan kadar gula dalam darah setiap pagi. Kalau sudah begini pola makan kamu seharian bisa terpengaruh, lho. Kopi bisa membuatmu lebih sering memilih camilan manis sehingga bisa memicu kegemukan.

Triknya, agar kadar gula tidak naik dan juga memicu kegemukan karena kebiasaan minum kopi ini. Sebaiknya kamu memilih jenis kopi yang tidak memiliki rasa terlalu manis. Bahkan lebih baik jika kopi yang jadi pilihan memiliki rasa yang pahit. Kalau kamu melakukan kebiasaan ini, maka kadar gula dalam darah juga tidak akan naik secara berlebihan. Lalu, jika biasanya kamu memilih makanan pendamping dengan rasa yang manis, sebaiknya pilih makanan yang gurih atau pilih menu makanan sehat saja.

Hingga kini banyak penelitian yang menyarankan untuk mengurangi kebiasaan minum kopi. Kalau pun kamu sulit meninggalkan kebiasaan ini, paling tidak kamu hanya boleh mengonsumsi kopi sebanyak tiga cangkir dalam sehari. Ini pun, bukan jenis kopi manis yang bisa menstimulasi nafsu makan sehingga memicu kegemukan.

Agar kebiasaan minum kopi di pagi hari ini tidak memberikan dampak negatif untuk kamu, yuk ikuti beberapa trik berikut ini:

1.  Tidak Minum Kopi Sebelum Tidur
Kopi mengandung kafein yang memberikan efek pada otak. Sehingga minum kopi dapat menstimulasi otak agar lebih semangat. Selain itu, kafein juga bisa menghambat reseptor adenosin yang membuat tubuh lebih berenergi dan bersemangat. Sehingga sebaiknya menghindari minum kopi jika sudah masuk pada jam tidur. Karena efeknya justru bisa membuat kamu kehilangan rasa kantuk dan terkena insomnia. Alhasil, pagi harinya kamu jadi kurang istirahat dan lebih banyak membutuhkan kafein agar tetap terjaga.

2.  Tidak Minum Kopi Berlebihan
Memang kafein memberikan efek pada otak sehingga membuatnya lebih bersemangat. Namun jika dikonsumsi berlebihan bisa menimbulkan insomnia. Selain itu, kafein juga bisa memicu osteoporosis karena kalsium dalam tubuh bisa dikeluarkan melalui urin. Selain itu, kafein yang berlebihan juga bisa memicu dehidrasi karene orang cenderung lebih sering buang air kecil. Jadi sebaiknya apabila mengonsumsi kafein, barengi juga dengan banyak minum air putih, ya.

3.  Tidak Pilih Camilan Manis
Agar konsumsi kafein tidak memicu berat badan berlebih, sebaiknya perbaiki pola makan dan gaya hidup. Hindari makan makanan manis jika sedang minum kopi. Perbanyak asupan buah dan sayur yang kaya serat dan vitamin.

4.  Jangan Minum Kopi untuk Menahan Kantuk
Karena tuntutan pekerjaan yang menumpuk membuat kamu ingin terus terjaga semalaman. Kamu pun memilih untuk meminum kopi, tapi sebaiknya cara ini dihindari. Jika memang saatnya istirahat, kamu mesti meluangkan waktu untuk tidur sejenak sebelum mulai bekerja. Minum kopi berlebihan bisa memicu asam lambung dan penyakit lainnya yang mungkin muncul.

Biasakan untuk melakukan pola hidup sehat sejak dini. Asupan gizi seimbang dapat membantu kamu untuk untuk selalu sehat menjalani hari. Jika kamu memiliki masalah kesehatan, segera hubungi dokter tanpa menunda sembuh.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk berbicara langsung dengan dokter dimana saja, kapan saja. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Voice/Video Call dan Chat. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan yang kamu butuhkan dan pesanan kamu siap diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc di App Store dan Google Play.