Ini Batas Kadar Asam Urat yang Normal Bagi Wanita

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
kadar asam urat normal wanita,asam urat,kadar asam urat,batas kadar asam urat

 

Halodoc, Jakarta – Dalam dunia medis, asam urat adalah senyawa alami yang diproduksi oleh tubuh. Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme senyawa purin yang kadar pembentukannya tergantung pada jumlah purin yang dikonsumsi. Dalam jumlah yang normal, asam urat berperan sebagai zat antioksidan dan bermanfaat untuk proses regenerasi sel. Zat ini terdapat pada daging merah, makanan laut, hati, ikan sarden, kacang, dan bir.

Apabila kadar purin di dalam tubuh semakin banyak, artinya asam urat semakin banyak juga. Kondisi ini akan terasa sangat menyakitkan sekali dan bahkan akan semakin parah jika terus dibiarkan. Menurut riset, 90 persen orang yang menderita asam urat umumnya mengeluhkan nyeri pada bagian jempol kaki. Bahkan lebih jauh lagi, asam urat bisa menyerang bagian lain seperti lutut siku, tangan, dan lainnya.

Kadar Asam Urat yang Normal Bagi Wanita

Kadar asam urat normal wanita dapat diketahui dengan cara melakukan pemeriksaan darah. Untuk menghindari rasa nyeri yang mengganggu aktivitas, kamu harus paham dulu kadar asam urat yang normal tersebut. Nah, kadar asam urat normal wanita adalah sekitar 2 miligram/desiliter hingga 6,5 miligram/desiliter untuk yang berusia diatas 18 tahun, sementara untuk wanita yang mendekati atau sudah menopause kadar normalnya adalah 2 miligram/desiliter hingga 8 miligram/desiliter. Tidak hanya itu, wanita usia 10 hingga 18 tahun juga memiliki kadar normal yaitu 3,6 miligram/desiliter hingga 4 miligram/desiliter.

Hal yang Membuat Asam Urat Tinggi

Agar kadar asam urat tidak melebihi batas normal di atas, kamu harus mengurangi konsumsi makanan dan aktivitas tertentu. Namun, beberapa penyakit juga bisa memberikan efek naiknya asam urat. Nah, hal-hal yang menyebabkan kadar asam urat naik, antara lain:

  • Penyakit darah, seperti penyakit polisitemia, penyakit sumsum tulang, dan semacamnya.
  • Konsumsi alkohol.
  • Konsumsi obat-obatan, seperti obat-obat kanker dan vitamin B12.
  • Obesitas (berat badan berlebih).
  • Penyakit kulit, seperti psoriasis.
  • Tingginya kadar trigliserida, yaitu sejenis lemak yang mengalir di dalam darah.
  • Penyakit diabetes. Penderita diabetes yang tidak terkontrol dengan baik umumnya kadar benda-benda keton dalam tubuhnya mencapai angka yang tinggi. Tingginya benda-benda keton membuat asam urat juga ikut tinggi.

Baca juga: Waspadai Bahaya Asam Urat Jika Tidak Diobati

Gejala Asam Urat

Tanda-tanda kadar asam urat berlebih antara lain:

  • Rasa ngilu, nyeri, kesemutan, linu, bengkak, dan kemerahan pada persendian.
  • Rasa nyeri pada persendian, biasanya pada pagi atau malam hari.
  • Rasa nyeri pada persendian secara berulang-ulang.
  • Terasa nyeri di area persendian tangan, kaki, siku, dan tumit.
  • Kesemua rasa nyeri itu jika sudah mencapai puncak akan menyebabkan kamu sulit bergerak.

Kiat Menghindari Asam Urat

Kamu pasti tidak mau asam urat mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karenanya, berikut ini adalah hal yang perlu dilakukan untuk menjaga kadar asam urat tetap normal, yaitu:

  • Membatasi konsumsi daging merah, daging olahan, seafood, hati, ikan sarden, kacang tanah, melinjo, emping, tauge, nanas, durian, kelapa, dan masih banyak lagi.
  • Hindari minuman kaleng yang mengandung pemanis buatan.
  • Menghindari minuman beralkohol seperti bir dan lainnya, tapi kamu dapat mencoba sedikit wine yang tidak akan meningkatkan risiko asam urat.
  • Minum air putih yang cukup untuk menghindari dehidrasi.
  • Berolahraga secara teratur karena berat badan yang ideal dapat mengurangi risiko asam urat.

Baca juga: 4 Pilihan Makanan untuk Pengidap Asam Urat

Jika suatu hari gejala kelebihan kadar asam urat sudah terasa, jangan ragu dan segera cek kondisi kesehatanmu dengan mengonsultasikannya kepada dokter di Halodoc. Hubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!