19 October 2018

Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Halodoc, Jakarta – Adakah perbedaan antara kecanduan dan ketergantungan obat? Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), kecanduan obat adalah penyakit otak yang kronis akibat dari penggunaan penggunaan obat kompulsif. Kecanduan adalah kebutuhan yang tidak dapat dikendalikan atau berlebihan dalam hal konsumsi obat. Biasanya kondisi ini akan bertahan lama dan dapat kembali secara tak terduga setelah periode penyembuhan.

Kata ketergantungan dan kecanduan sering digunakan secara bergantian, tetapi ada perbedaan penting di antara keduanya. Dalam istilah medis, ketergantungan secara khusus mengacu pada kondisi fisik tubuh yang telah beradaptasi dengan kehadiran obat.

Jika seorang yang ketergantungan obat berhenti mengonsumsi suatu obat secara tiba-tiba, orang itu akan mengalami gejala yang dapat diprediksi dan terukur, yang dikenal sebagai sindrom penarikan.

Meskipun ketergantungan sering merupakan bagian dari kecanduan, obat-obatan non-adiktif juga dapat menghasilkan ketergantungan pada seseroang. Contoh utama adalah prednisone obat golongan kortikosteroid yang berfungsi untuk mengobati asma, reaksi alergi, penyakit crohn, dan banyak kondisi peradangan lainnya.

Prednisone sebenarnya tidak diketahui menghasilkan kecanduan. Namun, jika pasien telah mengambil prednisone selama beberapa minggu dan kemudian berhenti tiba-tiba, mereka cenderung menderita gejala penarikan seperti kelelahan, kelemahan, nyeri tubuh, dan nyeri sendi.

Dalam kasus prednisone, tubuh beradaptasi dengan dosis berulang obat dengan menurunkan produksi kortisolnya sendiri sehingga menghasilkan gejala penarikan steroid. Ketergantungan obat adalah kondisi yang bisa diobati secara medis. Tujuannya untuk memisahkan pasien dari obat perlahan, bukan tiba-tiba.

Ini dilakukan supaya tubuh bisa menyesuaikan diri dan mendapatkan keseimbangannya kembali. Untuk pasien yang telah mengembangkan ketergantungan sebagai efek samping dari konsumsi obat yang dibutuhkan (misalnya, obat penghilang rasa sakit opioid), dokter dapat menggunakan metode tapering (perlahan-lahan mengurangi dosis obat dari waktu ke waktu).

Penyalahgunaan Obat Akibat Penyebab Kecanduan

Berbeda dengan ketergantungan yang diawali dari pengobatan karena penyakit tertentu, kecanduan adalah kondisi psikologis yang menggambarkan suatu keharusan untuk mengonsumsi obat tertentu untuk mendapatkan suatu sensasi. Kebiasaan mengonsumsi dan pencarian akan sensasi ini pada akhirnya menyebabkan kecanduan. Situasi ini kerpa terjadi kepada orang yang mengonsumsi obat-obatan terlarang.  

Hampir semua obat yang bersifat adiktif secara langsung atau tidak langsung mengaktifkan area otak nucleus accumbens. Area otak ini biasanya dirangsang oleh kegiatan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup seperti makan dan berhubungan intim. Makanya bagi seseorang yang kecanduan, memperoleh dan mengonsumsi obat tertentu dapat benar-benar terasa seperti masalah hidup dan mati.

Obat-obatan adiktif merangsang jalur kesenangan dan motivasi di otak jauh lebih kuat ketimbang ketika itu terjadi secara alami. Karenanya paparan berulang terhadap obat-obatan ini dapat membodohi otak untuk memprioritaskan pengambilan obat pada aktivitas normal dan sehat.

Efek obat adiktif membuat pengidapnya kehilangan  kemampuan untuk membatasi atau menghentikan penggunaan narkoba dan dorongan yang tak tertahankan untuk terus mencari dan mengambil obat meskipun konsekuensinya sangat buruk.

Orang-orang yang kecanduan alkohol, misalnya, akan memiliki dorongan yang sangat kuat untuk minum alkohol sesegera mungkin. Bahkan dorongan untuk minum ini membuatnya rela melakukan apa saja sampai sesuatu yang melanggar hukum. 

Kondisi yang berbeda bila seseorang ketergantungan dengan kafein. Banyak orang yang bergantung pada kafein dan mengalami gejala penarikan seperti sakit kepala, kelelahan, dan kesulitan berkonsentrasi jika belum minum secangkir kopi.

Tapi tidak peduli betapa tidak menyenangkannya tanpa kafein, belum ada orang yang rela melakukan kejahatan untuk mendapatkan espresso. Kecanduan dan ketergantungan, kedua hal ini hampir sama, namun dipastikan risiko kecanduan lebih kompleks dan berbahaya ketimbang ketergantungan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai perbedaan kecanduan dan ketergantungan obat, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Baca juga: