• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ini Beda Kecanduan dan Ketergantungan Obat

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya pecandu narkoba di kalangan anak-anak? Menurut data dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2018, dari total 87 juta anak yang berusia maksimal 18 tahun, tercatat 5,9 juta yang terpapar sebagai pecandu narkoba. Cukup banyak, bukan? 

Nah, menyoal kecanduan obat-obatan ini, tidak sedikit orang yang beranggapan kalau kecanduan dan ketergantungan obat-obatan adalah hal yang serupa. Padahal, kedua hal tersebut jelas amat berbeda. Lantas, apa sih perbedaan kecanduan dan ketergantungan obat-obatan

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Kecanduan Merupakan Gangguan Otak

Kecanduan dan ketergantungan obat-obatan adalah dua hal yang berbeda. Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), kecanduan obat didefinisikan sebagai gangguan kronis yang kambuh, yang ditandai dengan pencarian dan penggunaan obat kompulsif meskipun ada konsekuensi yang merugikan. 

Kecanduan obat dianggap sebagai gangguan otak, karena melibatkan perubahan fungsional pada sirkuit otak yang terlibat dalam penghargaan, stres, dan pengendalian diri. Perubahan tersebut dapat berlangsung lama setelah seseorang berhenti mengonsumsi narkoba atau obat-obatan lainnya. 

Masih menurut NIDA, kecanduan mirip dengan penyakit lainnya, contohnya seperti penyakit jantung. Keduanya mengganggu fungsi normal dan sehat dari suatu organ dalam tubuh, serta memiliki efek berbahaya yang serius. Di samping itu, keduanya dalam kebanyakan kasus dapat dicegah dan diobati. Jika tidak ditangani, penyakit ini dapat bertahan seumur hidup dan bisa mengakibatkan kematian. 

Bagaimana dengan ketergantungan obat-obatan? Dalam istilah medis, ketergantungan secara khusus mengacu pada kondisi fisik tubuh yang telah beradaptasi dengan kehadiran obat. Ketergantungan obat artinya proses konsumsi obat yang dilakukan secara berulang-ulang melebihi aturan pakai, atau tak sesuai dengan anjuran dokter. 

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Pastinya seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu ini, tidak memikirkan efek samping yang ditimbulkan dari kebiasaan tersebut. Mereka melakukan hal ini demi terpenuhinya kebutuhan fisik ataupun psikologis.

Jika seorang yang ketergantungan obat berhenti mengonsumsi suatu obat secara tiba-tiba, orang itu akan mengalami gejala yang dapat diprediksi dan terukur, yang dikenal sebagai sindrom penarikan.

Meskipun ketergantungan sering merupakan bagian dari kecanduan, obat-obatan non-adiktif juga dapat menghasilkan ketergantungan pada seseorang. 

Berbagai Gejala Setelah Berhenti

Fungsi utama obat sebenarnya untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan dan mengobati penyakit. Namun, efek obat ini bisa merugikan yang mengonsumsinya, bila dikonsumsi dengan cara yang tidak tepat, atau disalahgunakan. Enggak cuma itu saja masalahnya, obat yang disalahgunakan juga bisa meningkatkan risiko ketergantungan obat

Kira-kira apa jadinya bila seseorang yang sudah ketergantungan obat, berhenti mengonsumsi obat tersebut? Tubuh akan “memberontak” ketika berhenti mengonsumsi obat yang selama ini diminum. Pada kondisi ini, tubuh juga menimbulkan berbagai gejala, seperti:

  • Pingsan, atau hilang kesadaran.
  • Diare.
  • Pupil mata membesar.
  • Kejang-kejang.
  • Tiba-tiba kulit menjadi dingin dan berkeringat, atau panas dan kering.
  • Nyeri dada.
  • Tremor.
  • Halusinasi.
  • Sakit perut, mual, hingga muntah.
  • Timbulnya masalah pernapasan dan tekanan darah. 

Baca juga: Yang Terjadi pada Tubuh Saat Kecanduan

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 


Referensi:
National Institutes of Health - National Institute on Drug Abuse. Diakses pada 2021. Drug Misuse and Addiction
National Institutes of Health - MedlinePlus. Diakses pada 2021. Drug Use and Addiction
Healthline.com. Diakses pada 2021. Drug Overdose
Drugabuse. Diakses pada 2021. Tolerance Dependece Addiction 
Kumparan.com. Diakses pada 2021