Ini Bedanya ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bedanya ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Halodoc, Jakarta – Bronchopneumonia atau sering disebut pneumonia pada anak-anak merupakan peradangan yang mengenai parenkim (jaringan) paru, pada bagian terjauh dari bronkiolus terminalis yang mencakup bronkiolus respiratorius, dan alveoli, serta menimbulkan konsolidasi (saling menempel) jaringan paru dan gangguan pertukaran gas setempat.

Seseorang dengan bronkopneumonia mungkin mengalami kesulitan bernapas karena saluran udara mereka menyempit. Karena peradangan, paru-paru mereka mungkin tidak mendapatkan cukup udara. Gejala bronkopneumonia bisa ringan atau berat.  

Infeksi saluran pernapasan akut merupakan infeksi yang terjadi pada salah satu atau lebih bagian saluran pernapasan. Ini termasuk hidung, faring (tekak atau persimpangan hidung dan tenggorokan), laring (pangkal tenggorokan), sinus, tenggorokan, batang tenggorokan (bronkus), hingga paru-paru, yang berlangsung kurang dari tiga minggu.

Baca juga: Ketahui Penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak

Bronkopneumonia adalah bentuk pneumonia yang memengaruhi, baik alveoli di paru-paru dan bronkus. Gejala bronkopneumonia dapat berkisar dari ringan hingga berat. Kondisi ini adalah jenis pneumonia yang paling umum pada anak-anak dan penyebab utama kematian akibat infeksi pada anak-anak berusia di bawah 5 tahun.

Gejala, penyebab, komplikasi, diagnosis, pengobatan, dan pencegahan bronkopneumonia biasanya sama dengan pneumonia. Gejalanya meliputi:

  • Demam

  • Kesulitan bernapas, seperti sesak napas

  • Nyeri dada yang mungkin memburuk dengan batuk atau bernapas dalam

  • Batuk lendir

  • Berkeringat

  • Menggigil 

  • Nyeri otot

  • Merasa kelelahan

  • Kehilangan selera makan

  • Sakit kepala

  • Kebingungan atau disorientasi, terutama pada orang dewasa yang lebih tua

  • Pusing

  • Mual dan muntah

  • Batuk darah

Penyebab bronkopneumonia yang paling umum adalah infeksi paru-paru bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenza tipe b (Hib). Infeksi paru-paru virus dan jamur juga dapat menyebabkan pneumonia.

Kuman yang berbahaya dapat memasuki bronkus dan alveoli dan mulai berkembang biak. Sistem kekebalan tubuh menghasilkan sel darah putih yang menyerang kuman ini yang menyebabkan peradangan. Gejala sering timbul dari peradangan ini.

Baca juga: Mengapa Balita Rentan Terkena Infeksi Saluran Pernapasan?

Faktor risiko untuk mengembangkan bronkopneumonia meliputi:

  1. Berusia di bawah 2 tahun

  2. Berusia di atas 65 tahun

  3. Merokok atau penggunaan alkohol berlebihan

  4. Infeksi pernapasan baru-baru ini, seperti pilek dan flu

  5. Penyakit paru jangka panjang, seperti COPD, cystic fibrosis, bronchiectasis, dan asma

  6. Kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes, gagal jantung, penyakit hati

  7. Kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti HIV atau gangguan autoimun tertentu

  8. Minum obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh, seperti untuk kemoterapi, transplantasi organ, ataupun penggunaan steroid jangka panjang

  9. Operasi atau mengalami trauma baru-baru ini

Bagaimana mencegah infeksi saluran pernapasan akut dan bronkopneumonia pada anak? Sejatinya, berinteraksi dengan orang-orang dapat mempermudah penularan, karenanya kalau ibu punya anak kecil, berikut ini langkah pencegahannya: 

Baca juga: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Polusi Udara

  • Menghindari orang yang sakit

  • Jika anak sakit, tetap di rumah sampai tidak sakit lagi

  • Hindari menyentuh hidung, mata, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci

  • Tutupi batuk dan bersin, bersin, dan batuk harus ditutup dengan siku atau lengan, bukan dengan tangan

  • Cuci tangan sesering mungkin, dan lakukan dengan benar (20 detik atau lebih dengan sabun dan air hangat)

  • Sebagai orang tua, modifikasi gaya hidup melalui penghentian merokok dan manajemen stres, supaya dapat menurunkan kerentanan terhadap flu biasa yang bisa berdampak pada anak.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi saluran pernapasan akut dan bronkopneumonia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.