• Home
  • /
  • Kenali Perbedaan ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Kenali Perbedaan ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Kenali Perbedaan ISPA dan Bronkopneumonia pada Anak

Halodoc, Jakarta – Anak-anak rentan mengalami gangguan atau infeksi pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan bronkopneumonia. Kedua penyakit ini sama-sama menyerang saluran pernapasan, tetapi apa sebenarnya perbedaan antara penyakit ISPA dan bronkopneumonia? Simak ulasannya di artikel berikut!

Infeksi saluran akut (ISPA) merupakan kondisi yang menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan dan menimbulkan gejala berupa batuk dan pilek disertai demam. Umumnya, penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan sangat mudah menular, terutama pada anak-anak dan lansia. Sedangkan bronkopneumonia adalah infeksi pernapasan yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun jamur. Penyakit ini biasa disebut sebagai pneumonia lobularis. Meski terdengar serupa, kedua penyakit ini memiliki perbedaan.

Baca juga: Ketahui Penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Atas pada Anak

Membedakan ISPA dan Bronkopneumonia  

ISPA dan Bronkopneumonia sama-sama menyerang saluran pernapasan. Kedua penyakit ini rentan menyerang anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia alias lansia. Meski sekilas terlihat serupa, kedua penyakit ini nyatanya berbeda. ISPA adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan disebabkan oleh virus. Sementara bronkopneumonia merupakan jenis pneumonia akibat infeksi dan peradangan pada saluran napas utama, yaitu bronkus, akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Selain itu, gejala dari kedua penyakit ini pun berbeda. Bronkopneumonia biasanya ditandai dengan gejala seperti demam, kesulitan bernapas, seperti sesak napas, nyeri dada yang mungkin memburuk dengan batuk atau bernapas dalam, batuk lender, berkeringat, menggigil, nyeri otot, mudah lelah, penurunan nafsu makan, sakit kepala, mual dan muntah, serta batuk darah.  

Baca juga: Mengapa Balita Rentan Terkena Infeksi Saluran Pernapasan?

Sementara gejala ISPA meliputi, batuk, bersin, pilek, hidung tersumbat, nyeri tenggorokan, sesak napas, demam, sakit kepala, serta nyeri otot. Kedua penyakit ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa menyebabkan kondisi yang berbahaya pada anak. ISPA maupan bronkopneumonia yang diabaikan begitu saja bisa memicu komplikasi yang berbahaya, yaitu gagal napas dan berujung pada kehilangan nyawa.

Bagaimana mencegah infeksi saluran pernapasan akut dan bronkopneumonia pada anak? Sejatinya, berinteraksi dengan orang-orang dapat mempermudah penularan, karenanya kalau ibu punya anak kecil, berikut ini langkah pencegahannya: 

Baca juga: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Polusi Udara

  • Menghindari orang yang sakit.
  • Jika anak sakit, tetap di rumah sampai tidak sakit lagi.
  • Hindari menyentuh hidung, mata, dan mulut dengan tangan yang tidak dicuci.
  • Tutupi batuk dan bersin, bersin, dan batuk harus ditutup dengan siku atau lengan, bukan dengan tangan.
  • Cuci tangan sesering mungkin, dan lakukan dengan benar (20 detik atau lebih dengan sabun dan air hangat).
  • Sebagai orang tua, modifikasi gaya hidup melalui penghentian merokok dan manajemen stres, supaya dapat menurunkan kerentanan terhadap flu biasa yang bisa berdampak pada anak.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai infeksi saluran pernapasan akut dan bronkopneumonia, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2020. Respiratory Tract Infection (RTIs).
Healthline. Diakses pada 2020. Acute Respiratory Infection.
Everyday Health. Diakses pada 2020. Pneumonia in Children.
Healthline. Diakses pada 2020. Bronchopneumonia: Symptoms, Risk Factors, and Treatment.
Medscape. Diakses pada 2020. What is bronchopneumonia?